Dipulihkan Karena Doa

Info

Dipulihkan-karena-doa

Oleh Katarina Tathya Ratri, Jakarta

Hari itu adalah hari terakhir di tahun 2011 ketika aku berjalan menyusuri jalanan di kota kecil tempat kelahiranku. Berbeda dari malam tahun baru sebelumnya yang aku lewati dengan berhura-hura, hari itu aku berjalan sendirian tanpa tujuan yang jelas. Aku tak peduli dengan orang-orang yang memadati jalanan untuk melihat kembang api, aku hanya ingin sesuatu yang berbeda untuk melewatkan tahun baru.

Langkah kakiku terhenti di depan sebuah jalan kecil yang menuju sebuah gereja. Hati kecilku bicara supaya aku melangkah ke dalam gereja itu. Tapi, aku merasa enggan karena itu bukan gereja yang pernah kusinggahi sebelumnya. Lagipula sejak duduk di bangku SMP, aku jarang pergi beribadah ke gereja. Namun, suara hatiku semakin keras dan aku memutuskan masuk ke dalam gereja itu.

Ketika aku tiba di dalam gereja, satu hal yang kuingat adalah berdoa. Sudah lama aku tidak berdoa, dan malam itu aku mau kembali berdoa. Kupejamkan mata dan mengarahkan hati kepada hadirat-Nya. Aku merasakan damai yang melingkupi hatiku dan tak mampu kujelaskan dengan kata-kata. Malam itu aku berdoa dengan khusyuk karena aku begitu rindu untuk bertemu Sang Pencipta.

Aku percaya bahwa rasa damai yang melingkupiku waktu itu mengingatkanku kalau Tuhan ingin aku kembali pada-Nya. Dalam keheningan itu aku menyadari kalau selama ini aku menganggap doa hanya sebagai kewajiban saja sehingga aku tidak memiliki kerinduan untuk melakukannya.

Doa yang kunaikkan malam itu mengubahkan hidupku. Selama ini aku mencari pelarian dari situasi rumah yang membuatku muak. Aku pergi bersama teman-teman untuk merokok, menonton video porno, hingga pulang larut malam. Hari itu Tuhan menegurku untuk kembali pada-Nya. Lewat doa, aku mengucap janji untuk berbalik pada-Nya dan meninggalkan cara hidupku yang lama.

Aku berusaha menjaga komitmenku untuk setia pada Tuhan walaupun godaan untuk kembali ke kehidupan yang lama terus datang. Setiap hari aku terus berdoa pada-Nya memohon kekuatan, dan seiring berjalannya waktu aku menjadi semakin senang berdoa. Doa adalah nafas hidupku sehingga aku akan merasa sesak jika aku melewatkannya.

Setiap kali aku berdoa, aku tidak hanya melaporkan pada-Nya masalah-masalah yang kualami, tapi lebih dari sekadar melapor, aku mendiskusikan masalahku dengan Tuhan, mengucap syukur atas pemeliharaan-Nya, dan berdoa juga untuk orang-orang lain. Aku percaya kalau Tuhan maha mengetahui, tapi aku merasa perlu untuk mengungkapkan isi hatiku kepada-Nya supaya hati dan cara pikirku berubah sesuai dengan kehendak Tuhan.

Komitmenku untuk meninggalkan cara hidup yang lama seringkali membuatku khawatir. Aku takut jika harus kehilangan teman-teman sepermainan, tapi firman Tuhan dalam Filipi 4:6-7 mengingatkanku, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”

Aku mengalami sendiri bagaimana damai sejahtera Tuhan turun atas diriku. Ketika aku harus menghadapi ujian sidang skripsi, aku sangat takut karena ada mahasiswa sebelumku yang dinyatakan gagal. Aku khawatir kalau-kalau aku akan dinyatakan gagal juga. Alih-alih rasa khawatir semakin menguasai diriku, aku berdoa dan mengucap syukur atas proses yang bisa kulalui. Damai sejahtera Tuhan memenuhiku, dan aku yakin kalau Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk studiku.

Sejatinya, bukan Tuhanlah yang membutuhkan doa kita, tetapi kita yang butuh berdoa kepada Tuhan. Apapun kekhawatiranmu, ungkapkanlah kepada-Nya, sebab ada tertulis, “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5:7).

Baca Juga:

Ketika Membaca Alkitab Terasa Membosankan

“Sebenarnya membaca Alkitab itu hanya persoalan waktu. Kalau aku bisa membaca tiga atau empat pasal dalam sehari, aku dapat membaca seluruh Alkitab dari Kejadian sampai Wahyu dalam waktu setahun. Sederhana, bukan? Tapi tidak sesederhana itu. Sudah 14 bulan melakukannya, dan aku bahkan belum menyelesaikan setengahnya. Apa yang salah?”

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori 01 - Januari 2017: Disiplin Rohani, Artikel, Kesaksian, Pena Kamu, Tema 2017

13 Komentar Kamu

  • Seperti pengalamanku jg, DOA benar-benar mengubah kuatirku menjadi Damai dan tenang. Tuhan Yesus baik bahkan sangat baik, ketika segala permasalahan dipanjatkan dalam DOA, DIA benar-benar “standby” menunggu dan mendengarkan. Thanks Jesus..Amin

  • “Doa adalah nafas hidupku dan aku meresa sesak jika aku melewatkanya..”
    speechless buat ini…amin2 , tetap jaga kehidupan doa kalian.. Tuhan berkati

  • Doa mengubah segalanya amin Tuhan Yesus memberkati kita semua dari sekarang hingga selama2nya Amin

  • kesaksian yg memotivasi.. trimakasih

  • Terima kasih sudah berbagi berkat, may God bless you more

  • Sabam Laurensius Simanjuntak

    Aku sering bercerita kepada Tuhan tentang kehidupanku. namun, ada satu hal yang membuatku sedih dan kecewa sampai sekarang ini yaitu Tuhan telah menjauhkanku dengan oeang yang ku cintai. sudah 1 tahun ini aku terus berusaha meluluhkan hati Tuhan, namun Dia tidak atau belum meresponinya. Terkadang aku menjadi lesu karena masalah cinta walau ku tahu aku terlalu mencintai seseorang yang sudah melepasku. namun, dalam doa aku berharap Tuhan bisa ubahkan dia. Terkadang aku menjadi berdoa lebih sering bermohon daripada bersyukurnya. terpujilah Tuhan. Love Him. Mulia nama Tuhan.

  • sdh beberapa hari belakangan ini bacaan yg dibaca selalu ada ayat Filipi 4:6-7. Tuhan selalu menguatkan dikala aku mulai kuatir. aku hrs lbh banyak belajar untuk menyerahkan semua pada Tuhan dan jangan kuatir lagi. terima ksh untuk bacaan ini. Gbu

  • Melalui doa yang kupanjatkan baik pada waktu malam dan pagi hari, aku diperikan kekuatan untuk menjalani masa hidupku yang tengah dalam pemulihan dari strook yg berat kurang lebih sudah berjalan selama 5 tahun ini, kiranya melalui kuasah rohol kudusmu dan bilur2mu yang telah engkau berikan kepada hidupku, kuyakini akan dapat berjalan kembali untuk melayanimu Tuhan, Haleluya terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  • amin

  • Amin.

  • Ya, Tuhan Yesus baik. Dia tidak pernah meninggalkan kita…Dia sentiasa ada bersama kita dan setia menemani dan membuka jalan keluar bagi setiap masalah yang kita alami. Semakin dekat dengan Tuhan, semakin dalam cintaku kepadaNya! Jika saudara/i mendengar suaraNya untuk mendekat kepadaNya, janganlah ragu-ragu, datanglah kepadaNya….Amen.

Bagikan Komentar Kamu!