Gereja

Menghidupi Kepemimpinan dalam “Tubuh Kristus”

Menghidupi Kepemimpinan dalam “Tubuh Kristus”

Oleh Ari Setiawan, Yogyakarta.

Buat kita yang mungkin pernah melihat atau mengikuti akun satire seperti @gerejapalsu @pastorinstyle atau @jemaat_gerejapalsu, kita akan merasa geregetan dengan pembahasan para mimin tentang para pastor atau pendeta masa kini.

Memandang Salib Yesus, Aku Belajar Mengampuni

Memandang Salib Yesus, Aku Belajar Mengampuni

Oleh Veronica*, Jakarta.

Dalam kehidupan orang percaya, tiap kita punya pergumulan yang berbeda-beda. Ada yang bergumul dengan dosa seksual, masalah keluarga, keuangan, dan lain-lain. Aku sendiri bergumul dengan proses memaafkan, yang awalnya begitu sulit kulakukan, tetapi puji Tuhan aku dimampukan-Nya untuk melakukannya.

“Pelayanan” Yang Kurang Pas Disebut Pelayanan

“Pelayanan” Yang Kurang Pas Disebut Pelayanan

Oleh Jeffrey Siauw, Jakarta.

Kalau kita bertanya ke beberapa orang Kristen “apa sih pelayanan?”, aku yakin kita akan mendapat jawaban yang beragam.

Terlalu Fokus Pelayanan Membuatku Lupa Siapa yang Kulayani

Terlalu Fokus Pelayanan Membuatku Lupa Siapa yang Kulayani

Oleh Diana Mangendong, Makassar.

Mengisi masa muda dengan aktif pelayanan terasa melegakan, bukan? Saat generasi milenial sedang sibuk-sibuknya mendongkrak popularitas lewat media sosial, saat dunia sedang ramai berselisih paham antarlingkup perbedaan dan persaingan kekuasaan, kita justru telah dipanggil dan dipilih menjadi kawan sekerja Allah.

Pergumulanku untuk Beradaptasi di Gereja yang Baru

Pergumulanku untuk Beradaptasi di Gereja yang Baru

Oleh Chanel Geogopoulos, Afrika Selatan.

Aku melihat ke sekelilingku, ke wajah-wajah jemaat yang asing bagiku, lalu aku kembali menatap ke depan, kepada pendeta yang sudah berkhotbah selama 25 menit. Aku tumbuh besar di gereja yang sesi khotbahnya biasanya berlangsung paling lama hanya 15 menit.

4 Pergumulan yang Mungkin Dihadapi oleh Pendeta Gerejamu Lebih Daripada yang Kamu Pikirkan

4 Pergumulan yang Mungkin Dihadapi oleh Pendeta Gerejamu Lebih Daripada yang Kamu Pikirkan

Oleh Jacob Ng*, Singapura.

Ketika berita mengenai bunuh diri pendeta Andrew Stoecklein dari Gereja Inland Hills di Amerika merebak, seorang temanku mengirimiku pesan. Dia merasa khawatir akan keadaanku. Dalam pesan itu, dia mengapresiasi kerjaku dan bertanya bagaimana kabarku.

Bagaimana Aku Bisa Melayani dengan Sikap Hati yang Benar?

Bagaimana Aku Bisa Melayani dengan Sikap Hati yang Benar?

Oleh Constance Goh, Singapura.

Pada suatu waktu, aku pernah melayani di tujuh pelayanan dan menghadiri lima rapat gereja dalam satu akhir pekan. Aku tidak sedang berusaha menunjukkanmu betapa sucinya aku. Justru, aku sedang memberitahumu betapa konyolnya aku.

Ketika Konflik Terjadi di Gerejaku

Ketika Konflik Terjadi di Gerejaku

Oleh Yunus Kurniawan, Jakarta.

“Aku sih sudah tidak respek lagi dengan dia,” sahut seorang rekanku di gereja. Saat itu aku menyebut nama seorang rekan pelayanan lainnya. Namun, rupanya hubungan mereka sedang tidak baik. Rekanku menganggap bahwa orang yang namanya kusebut itu adalah seorang yang egois.

3 Alasan Mengapa Kita Perlu Berhenti Berpindah-pindah Gereja

3 Alasan Mengapa Kita Perlu Berhenti Berpindah-pindah Gereja

Oleh Ashley Ashcraft, Amerika Serikat

Berpindah-pindah gereja biasanya terjadi ketika seseorang pindah ke suatu tempat yang baru. Mungkin itu seorang mahasiswa baru atau sebuah keluarga yang pindah ke luar kota. Apapun alasannya, ketika kita berada di masa-masa transisi atau perpindahan, berkomitmen untuk tertanam di satu gereja adalah sesuatu yang menantang, dan berpindah-pindah gereja seringkali tidak terhindarkan.

 Page 1 of 5  1  2  3  4  5 »