Gereja

Setelah Covid-19 Berakhir, Seperti Apa Gereja Kita Nanti?

Setelah Covid-19 Berakhir, Seperti Apa Gereja Kita Nanti?

Oleh Jeffrey Siauw, Jakarta

Buku The Trellis and The Vine baru-baru ini mendapat perhatian khusus karena di bagian penutupnya, penulis buku itu membayangkan terjadinya pandemi.

Aku meringkasnya di bawah ini:

Arti Sesungguhnya Mengasihi Seseorang

Arti Sesungguhnya Mengasihi Seseorang

#WSKSaTeFilipi: Beberapa waktu lalu, seorang temanku mengirimiku beberapa chat yang panjang, ia sedang merasa frustrasi. Aku tidak nyaman dengan konflik—terutama ketika kondisinya tidak melibatkanku. Maka meskipun aku tahu aku harus menolong temanku itu, aku tidak tahu bagaimana caranya.

Bukan Persekutuan Biasa

Bukan Persekutuan Biasa

#WSKSaTeFilipi: Apa yang muncul di pikiranmu ketika kamu mendengar kata “persekutuan”? Seringkali kita membayangkannya sebagai sekadar acara “kumpul-kumpul”, bermain bersama di komunitas pemuda, atau berbincang-bincang tentang topik-topik yang santai.

5 Hal yang Bertumbuh Ketika Aku Memberi Diri Melayani

5 Hal yang Bertumbuh Ketika Aku Memberi Diri Melayani

Oleh Abyasat Tandirura, Toraja.

Aku pernah merasa tidak layak untuk melayani Tuhan karena dosa-dosaku. Namun, aku bersyukur karena Yesus telah mati untuk menebus dosa-dosaku dan bangkit untuk memberiku jaminan akan hidup kekal. Ketika segala dosaku telah diampuni-Nya, aku rindu untuk memberikan yang terbaik sebagai ungkapan syukurku.

Setelah Jarrid Wilson Bunuh Diri: Ke Mana Kita Melangkah Selanjutnya?

Setelah Jarrid Wilson Bunuh Diri: Ke Mana Kita Melangkah Selanjutnya?

Oleh Josiah Kennealy

Beberapa tahun lalu, aku dan Jarrid Wilson diundang ke acara yang sama dan setelah acara itu usai, kami jadi berteman. Kami mengobrol lewat chat dan saling mendukung satu sama lain. Karena kami sama-sama melayani sebagai pendeta, kami punya banyak kesamaan. Setiap interaksi dengannya selalu membangkitkan semangat.

Menghidupi Kepemimpinan dalam “Tubuh Kristus”

Menghidupi Kepemimpinan dalam “Tubuh Kristus”

Oleh Ari Setiawan, Yogyakarta.

Buat kita yang mungkin pernah melihat atau mengikuti akun satire seperti @gerejapalsu @pastorinstyle atau @jemaat_gerejapalsu, kita akan merasa geregetan dengan pembahasan para mimin tentang para pastor atau pendeta masa kini.

Memandang Salib Yesus, Aku Belajar Mengampuni

Memandang Salib Yesus, Aku Belajar Mengampuni

Oleh Veronica*, Jakarta.

Dalam kehidupan orang percaya, tiap kita punya pergumulan yang berbeda-beda. Ada yang bergumul dengan dosa seksual, masalah keluarga, keuangan, dan lain-lain. Aku sendiri bergumul dengan proses memaafkan, yang awalnya begitu sulit kulakukan, tetapi puji Tuhan aku dimampukan-Nya untuk melakukannya.

“Pelayanan” Yang Kurang Pas Disebut Pelayanan

“Pelayanan” Yang Kurang Pas Disebut Pelayanan

Oleh Jeffrey Siauw, Jakarta.

Kalau kita bertanya ke beberapa orang Kristen “apa sih pelayanan?”, aku yakin kita akan mendapat jawaban yang beragam.

Terlalu Fokus Pelayanan Membuatku Lupa Siapa yang Kulayani

Terlalu Fokus Pelayanan Membuatku Lupa Siapa yang Kulayani

Oleh Diana Mangendong, Makassar.

Mengisi masa muda dengan aktif pelayanan terasa melegakan, bukan? Saat generasi milenial sedang sibuk-sibuknya mendongkrak popularitas lewat media sosial, saat dunia sedang ramai berselisih paham antarlingkup perbedaan dan persaingan kekuasaan, kita justru telah dipanggil dan dipilih menjadi kawan sekerja Allah.

 Page 1 of 5  1  2  3  4  5 »