Tidak Sia-Sia

Info

Selasa, 24 Januari 2017

Tidak Sia-Sia

Baca: 1 Korintus 15:50-58

15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.

15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,

15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

15:53 Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.

15:54 Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan.

15:55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”

15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia. —1 Korintus 15:58

Tidak Sia-Sia

Seorang penasihat keuangan yang saya kenal menggambarkan realitas tentag investasi uang demikian, “Harapkanlah yang terbaik dan bersiaplah untuk yang terburuk.” Hampir setiap keputusan yang kita buat dalam hidup ini tidak bisa kita pastikan hasilnya. Namun ada satu jalan yang dapat kita tempuh karena apa pun yang terjadi, kita tahu bahwa pada akhirnya hal itu tidak akan sia-sia.

Setahun lamanya Rasul Paulus melayani para pengikut Tuhan Yesus di Korintus, sebuah kota yang terkenal karena kerusakan moralnya. Setelah Paulus pergi, ia menulis surat kepada mereka untuk memberi mereka semangat supaya tidak kecewa atau merasa bahwa kesaksian mereka bagi Kristus tidaklah berharga. Paulus meyakinkan mereka bahwa suatu hari kelak Tuhan akan datang kembali dan maut pun akan ditelan dalam kemenangan (1Kor. 15:52-55).

Berjuang untuk tetap setia kepada Yesus Kristus mungkin terasa sulit, penuh tantangan, dan bahkan berbahaya, tetapi hal itu tidak akan sia-sia. Ketika kita berjalan bersama Tuhan dan memberikan kesaksian tentang kehadiran dan kuasa-Nya, hidup kita tidaklah sia-sia! Yakinlah akan hal itu. —David McCasland

Tuhan, di hari-hari yang penuh dengan ketidakpastian ini, kami berpegang teguh pada janji-Mu bahwa jerih payah kami bagi-Mu akan menggenapi tujuan-Mu dan sungguh berharga di mata-Mu.

Hidup dan kesaksian kita bagi Yesus Kristus tidaklah sia-sia.

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 9-11; Matius 15:21-39

Artikel Terkait:

Soul Surfer: Kehilangan Lengan, Tapi Merangkul Lebih Banyak Orang

Soul Surfer adalah film yang diangkat dari kisah nyata Bethany Hamilton, seorang peselancar profesional dari Amerika Serikat. Selamat dari serangan ikan hiu saat sedang berlatih, Bethany harus kehilangan lengan kirinya. Kejadian itu membuatnya sangat terpukul. Ia sempat bertanya kepada pemimpin komselnya, “Mengapa Tuhan mengizinkan ini terjadi? Aku tidak mengerti.” Berikut ulasan selengkapnya.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

32 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!