Artikel

Berhasil atau Gagal, Ingatlah Bahwa Tuhanlah yang Menulis Cerita Hidupmu

Oleh Aryanto Wijaya.

Kemarin (14/6), ungkapan bahagia muncul di beberapa Instagram story teman-temanku. Mereka lolos seleksi masuk perguruan tinggi. Tak ketinggalan, sekolah yang menjadi almamaterku juga membuat postingan yang berisi ucapan selamat atas siswa-siswinya yang berhasil menembus seleksi akbar tersebut.

Lanjut baca...

Lebar atau Sempit: Mana yang Kau Pilih?

Oleh Olivia Christa Yutrista.

“(13) Masuklah melalui gerbang yang sempit, karena lebarlah gerbang dan lapanglah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan mereka yang masuk melaluinya adalah banyak. (14) Sebab, sempitlah gerbang dan sesaklah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan mereka yang mendapatkannya adalah sedikit.” (Matius 7:13-14, ILT)

Lanjut baca...

Ketika Ketakutanku Direngkuh-Nya

Oleh Paramytha Magdalena.

Takut, cemas, dan stres sebenarnya adalah kondisi wajar yang pasti dialami setiap orang. Namun, beberapa waktu terakhir ini, ketakutan yang kualami rasanya tidak terkendali. Ketakutan itu tak cuma perasaan yang berkecamuk di hati, tetapi juga mempengaruhi apa yang kulakukan.

Lanjut baca...

Duta Pengampunan di Tengah Budaya Pengenyahan

Oleh Antonius Martono.

Bagi mereka yang sering berkelana dalam media sosial, pasti sudah tidak asing dengan fenomena para pelanggar yang mendadak diangkat menjadi seorang duta. Alih-alih mendapatkan sanksi mereka justru diminta berkampanye untuk bidang yang mereka langgar.

Lanjut baca...

3 Pelajaran Berharga Dariku, Seorang Penyintas Covid-19

Oleh Noni Elina Kristiani, Banyuwangi

Pada tanggal 14 April 2021 aku kaget ketika membaca kertas dihadapanku. Surat keterangan hasil swab tes antigen tersebut menyatakan bahwa aku positif Covid-19. Kemudian aku beranjak dari gedung laboratorium klinik swasta itu dengan perasaan campur aduk. Di atas motor yang kukendarai aku bertanya-tanya “Lalu bagaimana, Tuhan? Apa yang harus aku lakukan?”

Lanjut baca...

Belajar Mengasihi Orang Asing: Aku vs Ketakutanku

Oleh Meista Yuki Crisinta, Tangerang

Mengemban tugas pelayanan sebagai pemimpin kelompok kecil (PKK) semasa kuliah dulu merupakan hal tersulit bagiku. Bahkan aku sempat ‘bersumpah’ pada rekan-rekan sepelayananku bahwa: “Aku tuh enggak bisa gampang deket sama orang yang baru dikenal. Susah, lho. Takut banget”.

Lanjut baca...

Berhadapan dengan Rekan Kerja yang Menyebalkan

Oleh Meista Yuki Crisinta, Tangerang

Dalam kehidupan pekerjaan profesional, tantangan tentu menjadi hal yang tidak mungkin kita hindari. Pergumulan terkait kecukupan gaji, nyaman-tidaknya lingkungan bekerja, tinggi-rendahnya tingkat stres dari pekerjaan yang kita lakukan, hingga apakah pekerjaan tersebut membawa pertumbuhan dan perkembangan pada diri kita tentu selalu ada.

Lanjut baca...

7 Langkah Berdamai Saat Berkonflik dengan Teman Dekat

Oleh Meista Yuki Crisinta, Tangerang

Dulu aku sempat berpikir bahwa relasi pertemanan yang sudah terjalin lama dan sangat dekat tidak akan pernah bersentuhan dengan konflik atau perseteruan. Aku pikir karena kita sudah sama-sama saling mengenal, saling tahu kelemahan dan kelebihan, harusnya relasi kami baik-baik saja.

Lanjut baca...

Berdamai dengan Keluarga, Mengampuni Masa Lalu

Oleh Meista Yuki Crisinta, Tangerang.

Keinginan untuk kabur dari rumah. Berseteru. Berteriak. Berkonflik.

Hal-hal di atas sering sekali terjadi ketika aku berseteru dengan orang tuaku, khususnya di masa-masa pandemi ini. Masalah demi masalah seperti silih berganti tak kunjung habis hingga membuatku lelah berada di rumah.

Lanjut baca...
 Page 1 of 127  1  2  3  4  5 » ...  Last »