Sukacita

Cerpen: Hanya Sepasang Sepatu

Cerpen: Hanya Sepasang Sepatu

Oleh Tri Nurdiyanso, Surabaya.

Dua puluh tahun yang lalu, tepatnya tahun 2000, aku masih duduk kelas 2 SD Negeri di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Satu kelas hanya diisi dengan 22 siswa, termasuk aku. Bangunanya juga tidak sebagus sekarang. Dulu, temboknya bisa mengelupas sendiri karena termakan usia.

Kala Instagram Merenggut Sukacitaku

Kala Instagram Merenggut Sukacitaku

Oleh Minerva Siboro, Tangerang

Suatu ketika, aku melihat status temanku di Facebook. “Untuk saat ini tidak akan aktif dalam media sosial manapun. Seluruhnya telah menjadi racun bagiku dan mungkin hanya bisa menghubungiku lewat WA saja,” tulisnya. Dengan membaca status itu, aku menerka, mungkin saja temanku ini sedang bergumul karena ketergantungan pada media sosial. Aku lalu merefleksikan pada diriku sendiri, apakah aku mengalami yang sama?

Kebahagiaan Sejati Hanya di Dalam Yesus

Kebahagiaan Sejati Hanya di Dalam Yesus

Oleh Pesta Manurung, Pekanbaru.

Jika ditanya apa yang menjadi sumber kebahagiaan kita? Tentu jawabannya bisa beragam. Ada yang menjawab sumber kebahagiaannya adalah memiliki tabungan berlimpah, rumah, mobil, pekerjaan tetap, anak-anak yang sehat dan pintar, bahkan pensiun di masa tua dengan pemasukan yang terus berjalan.

Apa Pun Ucapan Syukur yang Bisa Kita Ucapkan, Ucapkanlah

Apa Pun Ucapan Syukur yang Bisa Kita Ucapkan, Ucapkanlah

Oleh Vina Agustina Gultom, Taiwan.

Satu bulan yang lalu, saat aku benar-benar berada pada titik jenuh akibat script software pekerjaanku yang selalu menunjukkan kegagalan, aku mendapatkan pesan dari grup WhatsApp yang menginfokan bahwa bapak dari salah satu kakak seniorku dipanggil Tuhan. Rasa dukaku dengan sekejap mengalihkan rasa jenuhku.

Tuhan, Alasanku Bersukacita di Dalam Penderitaan

Tuhan, Alasanku Bersukacita di Dalam Penderitaan

Oleh Blessdy Clementine, Jakarta.

Sudah lebih dari tiga minggu, tagar #DiRumahAja memenuhi hampir semua unggahan yang melintas di media sosialku. Sudah lebih dari tiga minggu pula aku menjalani perkuliahan secara online. Keadaan yang memaksaku untuk beradaptasi secara tiba-tiba ini—ditambah lagi dengan ketidakpastian akan kapan semua ini akan berakhir—membuatku merenung.

Jawaban Doa yang Tak Terduga

Jawaban Doa yang Tak Terduga

Oleh Stephanie*

Jika doaku dikabulkan Tuhan sesuai dengan apa yang kuinginkan, tentu aku merasa senang. Namun, ada sebuah peristiwa dalam hidup yang bagiku unik. Tuhan menjawab doaku lebih baik dari yang kuharapkan, tapi aku malah tidak bersukacita karenanya.

Iman yang Tabah

Iman yang Tabah

SANTAPAN ROHANI.
Jumat, 28 Februari 2020.

Baca: Kisah Para Rasul 27:27-38

Ernest Shackleton (1874-1922) pernah gagal saat memimpin ekspedisi untuk melintasi Antartika pada tahun 1914. Ketika kapalnya yang diberi nama “Ketabahan” terperangkap es tebal di Laut Weddell, perjalanan tersebut berubah menjadi lomba untuk bertahan hidup.

Memikirkan Sukacita

Memikirkan Sukacita

SANTAPAN ROHANI.
Rabu, 26 Februari 2020.

Baca: Filipi 4:4-9

Dalam buku koleksi wawancara Bill Shapiro yang berjudul What We Keep (Apa yang Kita Simpan), setiap orang bercerita tentang satu benda yang mereka anggap sangat penting dan membawa kesenangan hingga orang itu tidak mau berpisah darinya.

Yang Kuinginkan Untuk Natal Hanyalah…

Yang Kuinginkan Untuk Natal Hanyalah…

Oleh Jefferson, Singapura.

Gambar meme “Namaku Jeff” yang menyembul di antara tumpukan kado seolah-olah memang diletakkan demikian untuk menarik perhatianku. Di komisi remaja, kami memang sedang mengadakan pertukaran kado untuk merayakan Natal, tapi tidak kusangka pemberi kadoku memutuskan untuk mengemas hadiahnya sejelas itu.

 Page 1 of 5  1  2  3  4  5 »