Terpisah tetapi Tidak Terabaikan

Senin, 25 September 2017

Terpisah tetapi Tidak Terabaikan

Baca: Kisah Para Rasul 20:17-20, 35-38

20:17 Karena itu ia menyuruh seorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus.

20:18 Sesudah mereka datang, berkatalah ia kepada mereka: “Kamu tahu, bagaimana aku hidup di antara kamu sejak hari pertama aku tiba di Asia ini:

20:19 dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.

20:20 Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu;

20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”

20:36 Sesudah mengucapkan kata-kata itu Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua.

20:37 Maka menangislah mereka semua tersedu-sedu dan sambil memeluk Paulus, mereka berulang-ulang mencium dia.

20:38 Mereka sangat berdukacita, terlebih-lebih karena ia katakan, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi. Lalu mereka mengantar dia ke kapal.

Sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu. —Kisah Para Rasul 20:32

Terpisah tetapi Tidak Terabaikan

Karena haru, saya nyaris tak bisa berkata-kata saat harus berpisah dengan keponakan saya sebelum ia berangkat ke Massachusetts untuk menempuh kuliah pascasarjana di Universitas Boston. Meskipun ia pernah berkuliah di luar kota selama empat tahun, sekolahnya masih berada di negara bagian tempat kami tinggal. Hanya dengan berkendara 2,5 jam, kami dapat mudah bertemu dengannya. Namun sekarang ia berkuliah di kota yang jauhnya lebih dari 1.300 km. Kami tidak bisa lagi bertemu secara rutin untuk berbincang-bincang. Saya harus meyakini bahwa Allah yang akan memeliharanya.

Rasul Paulus mungkin merasakan hal yang sama saat harus berpisah dengan tua-tua jemaat di Efesus. Setelah merintis gereja itu dan mengajar mereka selama tiga tahun, Paulus menganggap tua-tua itu sebagai keluarganya sendiri. Kini Paulus akan pergi ke Yerusalem dan ia tidak akan bertemu mereka lagi.

Namun, Paulus memberikan nasihat perpisahan untuk jemaat di Efesus. Meskipun tidak lagi memiliki Paulus sebagai guru, mereka tidak perlu merasa terabaikan. Allah akan terus melatih mereka menjadi pemimpin gereja melalui “firman kasih karunia-Nya” (Kis. 20:32). Berbeda dengan Paulus, Allah akan selalu bersama mereka.

Baik kita melepas anak-anak kita untuk hidup mandiri atau kerabat dan sahabat kita yang pindah tempat tinggal—mengucapkan perpisahan memang tidak mudah. Mereka berada di luar jangkauan kita dan telah memulai kehidupan baru. Ketika berpisah dengan mereka, kita dapat meyakini bahwa Allah akan menyertai mereka. Allah dapat terus membentuk kehidupan mereka dan memenuhi kebutuhan mereka—lebih dari yang dapat kita lakukan. —Linda Washington

Tuhan, tolong kami untuk mempercayai pemeliharaan-Mu atas orang-orang terkasih yang berada jauh dari kami.

Meskipun kita jauh dari orang-orang yang kita kasihi, mereka tidak pernah jauh dari Allah.

Bacaan Alkitab Setahun: Kidung Agung 6-8 dan Galatia 4

Artikel Terkait:

Susahnya Mencintai Ayahku

Bagikan Konten ini
45 replies
  1. Elysabeth Nababan
    Elysabeth Nababan says:

    LDR sm mama, bapak, dan keluarga demi mencari kehidupan yg lebih baik. Aku percaya Tuhan akan selalu menjaga dan melindungi mereka. Amin

  2. Dan
    Dan says:

    “Meskipun kita jauh dari orang-orang yang kita kasihi, mereka tidak pernah jauh dari Tuhan Yesus” seperti itulah Kasih Tuhan Yesus kepada anak-anakNya. Sekalipun kita dipisahkan oleh kematian, pasti orang-orang yg kita kasihi akan selalu dekat dengan Tuhan Yesus. Proses kematian itu dimulai dari berhentinya tanda-tanda kehidupan dari manusia. Apakah Tuhan Yesus ada disaat orang beriman mengalami detik-detik kematian, Tuhan Yesus ada disamping kita. Itulah sebabnya kita harus cari Kerajaan Tuhan dan kebenaranNya. Karena hanya anak-anakNya yg punya iman berisi yg langsung diangkat Tuhan Yesus ke Sorga. Lalu bagaimana dengan orang tidak beriman, non Kristen, atheis, dll? Mohon maaf roh non Kristen hanya dibawa malaikat menuju pengadilan yg telah disediakan, biasanya itu hanya formalitas, kenyataan dilapangan orang-orang non Kristen langsung dibakar di neraka. Jadi kalau ada yg menghina menjelek-jelekan Kristus, mengatakan kafir dst, atau merasa agama paling benar, melakukan teror dan diskriminasi. Begitu orang itu putus nafas terakhir dari paru-paru, maka mohon maaf malaikat akan menariknya ke neraka. Banyak orang beranggapan roh-roh masih tertinggal di kuburan, itu salah. Roh-roh yg ada di kuburan itu iblis dan pengikutnya, jadi kalau ada yg mengaku kerasukan leluhur, itu hoax atau roh jahat yg masuk menyerupai orang yg dimaksud. Setelah kematian, tidak ada roh manusia yg tinggal di dunia ini. Kita ziarah hanya simbol hormat kita kepada orangtua, bahwa sampai kematian pun kita akan tetap mengasihi orangtua kita. Berikanlah doa terbaik untuk Tuhan Yesus yg telah menerima orang yg kita cintai berada di sampingNya. Tuhan Yesus berkata hormatilah orangtuamu. Kita terpisah tapi tidak terabaikan, Tuhan Yesus memikirkan apa yg kita butuhkan, sebelum kita minta dalam doa Tuhan Yesus sudah mengetahuinya, sampai di akhir kiamat pun Tuhan Yesus menyediakan tempat untuk anak-anakNya, begitu pedulinya Tuhan Yesus. Hanya dosa yg memisahkan kita dengan Tuhan. Jika kita mengasihiNya, belajarlah mengalahkan kuasa dosa, buatlah iman kita tahan uji. Belajar dan terus pelajari keinginan Tuhan Yesus dalam bimbingan Roh Kudus, ingat pegang Alkitab/Bible sebagai jalan hidup dan kebenaran. Seperti itulah yg Tuhan Yesus inginkan dan tuntut dari anak-anakNya, semoga kita semakin kuat dalam iman benar dan menjalankan iman yg hidup dalam ucapan dan perbuatan. Tuhan Yesus memberkati

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *