Selalu Menyertai Kita

Info

Senin, 4 Maret 2019

Selalu Menyertai Kita

Baca: Matius 14:13-21

14:13 Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.

14:14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

14:15 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: “Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa.”

14:16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan.”

14:17 Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.”

14:18 Yesus berkata: “Bawalah ke mari kepada-Ku.”

14:19 Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.

14:20 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.

14:21 Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

Jawab mereka: “Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan.” —Matius 14:17

Daily Quotes ODB

Wanita itu memusatkan perhatiannya pada rak paling atas, tempat botol-botol saus spageti dipajang. Sudah sejak tadi saya berdiri di sampingnya, memperhatikan rak yang sama dan menimbang-nimbang. Akan tetapi, wanita itu sepertinya tidak menyadari kehadiran saya dan tenggelam dalam pikirannya sendiri. Tidak sulit bagi saya untuk mengambil botol dari rak paling atas karena badan saya yang lumayan tinggi. Namun, tidak demikian dengan wanita itu. Saya menyapanya sambil menawarkan bantuan. Wanita itu sempat tersentak, lalu berkata, “Ya ampun, saya tidak sadar kamu ada di sini. Terima kasih bantuannya, Pak.”

Murid-murid Yesus menghadapi situasi yang cukup pelik—orang-orang yang kelaparan, lokasi yang terpencil, dan hari yang semakin larut. Mereka berkata kepada Tuhan, “Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa” (Mat. 14:15). Ketika ditantang oleh Yesus untuk mengurus orang banyak itu, mereka menjawab, “Yang ada pada kami di sini hanya . . .” (ay.17). Yang mereka lihat hanyalah kekurangan mereka. Padahal, tepat di samping mereka berdiri Yesus, yang bukan hanya sanggup melipatgandakan roti, tetapi adalah Roti Hidup itu sendiri.

Sering kali kita terlalu sibuk memikirkan pergumulan hidup kita dan berusaha mencari jalan keluar dengan sudut pandang kita yang terbatas, sampai-sampai kita melupakan kehadiran Kristus yang telah bangkit itu. Padahal, dalam segala situasi kehidupan kita, Dia, Imanuel—Allah yang menyertai kita—selalu siap dan mampu menolong dalam kesesakan kita. —John Blase

Bagaimana kamu dapat meningkatkan kesadaranmu terhadap kehadiran Yesus? Mengapa penting bagi kita mendapatkan sudut pandang Tuhan dalam hal-hal yang kita hadapi?

Di mana pun kita berada dan apa pun tantangannya, Kristus, Imanuel, selalu menyertai kita.

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 31–33; Markus 9:1-29

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

39 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!