Relasi

Menghadapi Konflik dengan Cara yang Sehat

Menghadapi Konflik dengan Cara yang Sehat

Bayangkan hidup tanpa adanya konflik, perbedaan pendapat, dan rasa sakit. Atau bayangkanlah jika salah satunya muncul, kita dapat menghapuskannya dan sepakat untuk tidak sepakat. Betapa bahagia dan menyenangkannya hidup kita!

Sayangnya, karena kita semua adalah makhluk berdosa dan hidup dalam dunia yang kelam, konflik pasti akan kita alami dalam kehidupan sehari-hari.

5 Hal yang Menunjukkan Ia Calon (Suami) yang Tepat

5 Hal yang Menunjukkan Ia Calon (Suami) yang Tepat

Berpacaran bisa menjadi sesuatu yang menakutkan dan melelahkan—bagaimana kamu yakin bahwa orang yang berpacaran denganmu adalah orang yang tepat menjadi pasangan hidupmu?

4 Cara Menghadapi Seseorang yang Berbeda Pendapat Denganmu

4 Cara Menghadapi Seseorang yang Berbeda Pendapat Denganmu

Tahun ini sudah semakin mendekati ujungnya, dan sepanjang masa ini tentunya kamu bertemu dengan beragam orang yang pendapat, cara pikir, atau opininya berbeda darimu.

Bagaimana Usia 20-an Mengajariku Cara Pandang Baru untuk Menjalin Relasi

Bagaimana Usia 20-an Mengajariku Cara Pandang Baru untuk Menjalin Relasi

Oleh Winnie Little, Selandia Baru.

Ketika aku memasuki usia 21 tahun—angka yang dianggap sebagai tahun pencapaian di banyak budaya—aku merasa yakin kalau aku sudah punya cukup kemampuan dan kedewasaan untuk menjalani kehidupan. Aku tinggal bersama dua kawan dekatku di kota yang indah. Kami menghabiskan kebanyakan waktu kami untuk belajar, mengobrol, dan jalan-jalan bareng.

Biar Jarak Memisahkan, Kita Tetap Berkawan

Biar Jarak Memisahkan, Kita Tetap Berkawan

Kawan karibmu telah pindah ke kota lain. Kamu pun lantas kehilangan kawan yang biasanya ngopi, berdoa, atau nge-gym bareng.

Persahabatan itu tak ubahnya relasi-relasi lain dalam hidup; butuh usaha untuk mempertahankannya.

Luka Karena Patah Hati Adalah Sebuah Perjalanan yang Mendewasakanku

Luka Karena Patah Hati Adalah Sebuah Perjalanan yang Mendewasakanku

Oleh Senja*, Medan.

Setelah lahir baru aku merasa mudah untuk mengampuni orang lain. Selalu kukatakan pada diriku sendiri bahwa pengampunan yang Tuhan berikan memampukanku untuk mengampuni orang lain. Namun, sepertinya itu hanya teori yang memenuhi kepalaku saja, tidak hatiku.

Lahirnya Kedamaian Karena Pengampunan

Lahirnya Kedamaian Karena Pengampunan

Oleh Bertina Batuara, Pekanbaru.

Adakalanya pergumulan dan kesesakan datang silih berganti entah itu dari diri sendiri atau dari luar. Baru-baru ini Tuhan izinkan aku mengalami masalah, sampai pada saat menuliskan renungan ini aku tersadar dan terkesima dengan Tuhanku yang menciptakan aku, bumi, dan segala makhluk. Ya, segala perkara dapat kutangggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku (Filipi 4:13).

Ketika Aku Terjebak Membandingkan Diriku dengan Orang Lain

Ketika Aku Terjebak Membandingkan Diriku dengan Orang Lain

Oleh Cory Paulina, Surabaya.

Aku pernah ada dalam kondisi membandingkan diriku dengan orang lain. Dan orang itu adalah teman terdekatku! Aku merasa temanku itu lebih baik dalam banyak hal, terutama pelayanan yang dia kerjakan. Kami dilayani dalam kelompok pemuridan yang sama, tetapi dia jauh lebih dahulu terpanggil dan mengembangkan pelayanannya di luar kota Surabaya.

Ketika Penolakan Menjadi Awal Baru Relasiku dengan Tuhan

Ketika Penolakan Menjadi Awal Baru Relasiku dengan Tuhan

Oleh Meista Yuki Crisinta, Tangerang.

Aku lahir bukan sebagai orang Kristen, setidaknya sampai aku berusia 6 tahun ketika ayahku menanyakan apakah aku bersedia mengikuti kepercayaannya. Di masa-masa setelahnya, sangat sulit untuk beradaptasi dengan identitas baruku itu karena budaya serta lingkungan sosial seakan-akan mencap aku ‘berbeda’. Beberapa konflik terjadi karena ‘perubahan’ ini, hingga akhirnya aku menyimpulkan bahwa diriku tidak berharga. Aku ditolak dan aku pantas untuk ditolak.

 Page 1 of 6  1  2  3  4  5 » ...  Last »