Perubahan Arah dari Allah

Kamis, 15 Oktober 2015

Perubahan Arah dari Allah

Baca: Amsal 3:1-8

3:1 Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku,

3:2 karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.

3:3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,

3:4 maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.

3:5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

3:7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;

3:8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.

Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. —Amsal 3:6

Perubahan Arah dari Allah

Seabad yang lalu, Oswald Chambers, yang pada saat itu berusia 41 tahun, tiba di Mesir untuk melayani sebagai pembina rohani dari YMCA bagi pasukan Persemakmuran Inggris selama Perang Dunia I. Chambers ditempatkan di kamp di Zeitoun, sekitar 10 km di sebelah utara Kairo. Di malam pertamanya, tanggal 27 Oktober 1915, Chambers menulis dalam buku hariannya, “[Daerah] ini benar-benar merupakan gurun di tengah-tengah pasukan dan memberikan kesempatan yang luar biasa bagi kami. Semuanya sama sekali asing dan berbeda dari apa yang biasanya aku alami, tetapi aku memandang dengan penuh harap tentang segala hal baru yang akan Allah rancang dan lakukan di sini. “

Chambers meyakini dan menerapkan firman Tuhan dalam Amsal 3:5-6: “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

Perkataan tersebut sungguh menghibur sekaligus menantang kita. Kita memang bisa merasa aman ketika kita yakin bahwa Tuhan akan menuntun kita hari demi hari, tetapi kita tidak boleh menjadi begitu terikat pada rencana kita sendiri sampai-sampai kita menolak perubahan arah yang dikehendaki Allah atau waktu yang ditetapkan-Nya.

“Kita tidak memiliki hak untuk mengatur di mana seharusnya kita ditempatkan, atau untuk mempunyai praduga akan apa yang sedang Allah rancang atas diri kita,” kata Chambers. “Allah merancang segala sesuatu. Di mana saja Dia menempatkan kita, biarlah kita meneguhkan tekad untuk sepenuh hati mencurahkan pengabdian kita kepada-Nya dalam pekerjaan apa pun yang sedang kita lakukan.” —David McCasland

Ya Tuhan, kiranya aku mengasihi dan melayani-Mu dengan sepenuh hati di mana pun Engkau tempatkan aku hari ini.

Ketika kita percaya kepada Allah, Dia akan menuntun langkah kita.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 45-46; 1 Tesalonika 3

Bagikan Konten ini
22 replies
  1. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak teguh tentram makmur sejuk kuat besar sampai selama – lamanya buat kami semua , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan kami semua yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  2. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Yah Allah bapa kami Yesus Ktristus Tuhan kita yang berada didalam kerajan surga, kami datang kepadamu di pagi hari ini untuk mengucap syukur dan berterima kasih kepadamu atas segala kebaikanmu yang engkau berikan didalam kehidupan kami sekeluarga,tuntunlah kami yah Tuhan agar kami senang tiasa melakukan segala aktivitas kami sesuai dengan kehendendakmu,terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  3. Rhenya Moeda
    Rhenya Moeda says:

    Amin, berserah dan mengandalkan Tuhan dalam segala hal yang kita lakukan adalah kunci hidup anak2 terang.

  4. Ricky Thomas Rinuga
    Ricky Thomas Rinuga says:

    tidak peduli dimana aku saya si tempatkan… hanya keyakinan bahwa itulah jalan dan rencana Tuhan Yesus buat saya lakukan….

  5. Sarah Melati II
    Sarah Melati II says:

    Amin. Prcya pada janji Tuhan, krna itu adalah rncangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan. Gbu

  6. bona
    bona says:

    Mengasihi Tuhan dengan segenap hati, mengakui segala laku di hadapan Tuhan. Tidak bersandar pada pengertian sendiri. Maka Tuhan akan meluruskan jalanku.

  7. acha grasia
    acha grasia says:

    ketika kita memiliki rencana, ingatlah bahwa Allah telah lebih dahulu merancang rencana yang indah bagi kita, jadi ketika rencana kita tidak terjadi selalu ingatlah bahwa untuk segala sesuatu Allah turut bekerja. GODbless^^,

  8. Ellynda Rusdiana Dewi
    Ellynda Rusdiana Dewi says:

    Amen …
    Ajarlah q dgn kasih dan kebijaksanaan-Mu dan tuntunlah langkah kaki q agar selalu seturut kehendak-Mu. Krn q tidak dpt mengetahui sgla jln q tanpa tuntunan dan teguran-Mu. GBu

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *