Cincin dan Anugerah

Info

Kamis, 8 Juni 2017

Cincin dan Anugerah

Baca: Ibrani 8:6-13

8:6 Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.

8:7 Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua.

8:8 Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: “Sesungguhnya, akan datang waktunya,” demikianlah firman Tuhan, “Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda,

8:9 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka,” demikian firman Tuhan.

8:10 “Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

8:11 Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.

8:12 Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.”

8:13 Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.

Aku . . . tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka. —Ibrani 8:12

Cincin dan Anugerah

Setiap kali melihat tangan saya, saya pun teringat bahwa saya pernah menghilangkan cincin pernikahan dan pertunangan saya. Kehilangan itu terjadi ketika saya sedang sibuk berkemas-kemas, dan hingga saat ini saya masih belum tahu di mana kedua cincin itu berada.

Awalnya saya takut menceritakan kecerobohan saya kepada suami, karena saya khawatir bagaimana ia akan menanggapinya. Namun, suami saya justru memberikan tanggapan yang menunjukkan bahwa ia lebih peduli dan sayang kepada saya daripada mencemaskan dua cincin itu. Adakalanya saya masih merasa perlu melakukan sesuatu untuk mendapatkan kasih dan pengampunannya. Namun sebaliknya, ia tidak pernah mengungkitungkit peristiwa itu untuk menyalahkan saya.

Begitu sering kita teringat pada dosa-dosa kita dan merasa kita harus melakukan sesuatu untuk mendapatkan pengampunan Allah. Namun, Allah telah mengatakan bahwa hanya karena anugerah kita diselamatkan, bukan karena jasa dan usaha kita (Ef. 2:8-9). Ketika berbicara tentang perjanjian yang baru, Allah berjanji kepada Israel, “Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka” (Yer. 31:34). Kita memiliki Allah yang mengampuni dan tidak lagi mengingat dosa-dosa yang pernah kita lakukan.

Mungkin saja kita masih menyesali masa lalu kita, tetapi kita harus mempercayai janji-Nya dan meyakini bahwa anugerah dan pengampunan-Nya kita terima melalui iman kepada Yesus Kristus. Kabar baik itu sepatutnya membuat kita bersyukur dan iman kita diteguhkan. Allah sungguh mengampuni dan tidak lagi mengingat dosa-dosa kita. —Keila Ochoa

Ya Tuhan, terima kasih untuk anugerah, keselamatan, dan pengampunan yang Engkau berikan melalui Kristus. Terima kasih atas pemberian-Mu yang cuma-cuma dan yang tidak mungkin kami peroleh dengan usaha kami sendiri.

Anugerah dan pengampunan merupakan pemberian yang sesungguhnya tidak layak kita terima.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 30-31 dan Yohanes 18:1-18

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

25 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!