Semua Selamat!

Rabu, 14 Oktober 2015

Semua Selamat!

Baca: Ibrani 11:8-16

11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

11:9 Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.

11:10 Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.

11:11 Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.

11:12 Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.

11:13 Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.

11:14 Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.

11:15 Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ.

11:16 Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. —Ibrani 11:1

Semua Selamat!

Pada Januari 1915, kapal Endurance terjebak dan terjepit hingga hancur di hamparan es di lepas pantai Antartika. Sekelompok penjelajah kutub, yang dipimpin oleh Ernest Shackleton, dapat bertahan hidup dan berhasil mencapai Elephant Island dengan tiga sekoci kecil. Terjebak di pulau tak berpenghuni yang jauh dari jalur pelayaran yang normal itu, mereka mempunyai satu harapan. Pada 24 April 1916, 22 laki-laki menyaksikan Shackleton dan lima awaknya pergi berlayar dalam sekoci kecil menuju South Georgia, sebuah pulau sekitar 1.300 km jauhnya. Kemungkinan mereka untuk berhasil memang kecil, dan jika keenam orang itu gagal, mereka semua pasti mati. Sungguh menggembirakan, setelah lebih dari empat bulan berlalu, sebuah kapal muncul di cakrawala dan Shackleton yang berada di haluan kapal itu berteriak, “Apakah kalian baik-baik saja?” Mereka yang di pulau membalas, “Semua selamat! Kami baik-baik saja!”

Apa yang membuat mereka tetap bertahan hidup selama berbulan-bulan? Keyakinan dan harapan mereka pada satu orang. Mereka percaya Shackleton akan menemukan cara untuk menyelamatkan mereka.

Teladan keyakinan dan harapan manusiawi ini mencerminkan iman dari para tokoh Alkitab yang tercantum dalam Ibrani 11. Iman mereka pada “segala sesuatu yang [mereka] harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak [mereka] lihat” telah menolong mereka bertahan saat melalui berbagai kesulitan dan pencobaan besar (Ibr. 11:1).

Ketika kita memandang ke cakrawala masalah yang ada di hadapan kita, janganlah kita putus asa. Biarlah kita terus berpengharapan oleh karena keyakinan iman kita kepada Satu Pribadi, yaitu Yesus, Tuhan dan Juruselamat kita. —Randy Kilgore

Ya Bapa, terima kasih untuk janji pengampunan yang diberikan oleh Yesus.
Kiranya janji itu mencerahkan hari-hari kami yang kelam.

Pengharapan dari Yesus tetap bersinar cemerlang di tengah kelamnya hari-hari yang kita jalani.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 43-44; 1 Tesalonika 2

Bagikan Konten ini
22 replies
  1. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Hanya dengan melalui IMAN dan PENGHARAPAN kepada Tuhan Yesus, saya dan keluargaku bersaksi yang dapat menyelesaikan dan membebaskan kami dari segala pergumulan hidup yang kami alami sampai saat ini, terima kasih Tuhan Yesus, terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  2. Daniel Mangole
    Daniel Mangole says:

    Bagian manusia yaitu melangkah dengan iman , seterusnya biarkan Tuhan yang mengatur dan biarkan Dia menunjukan mujizat” Nya.

  3. Vini Tindan
    Vini Tindan says:

    amin. terpujilah Yesus selama-lamanya. terima kasih telah memberikan renungan yang sangat bermanfaat. kiranya Yesus selalu memberkati dan lebih lagi menyertai dalam membuat renungan. amin

  4. Hiasta Tigan
    Hiasta Tigan says:

    trima kasih Tuhan,kami percaya Tuhan mempunyai rencana yg indah atas kesulitan yg kami hadapi saat ini,ttp kuatkan dan teguhkan hati kami Tuhan,amin

  5. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh selalu indah nyata banyak teguh tentram berkuasa sejuk kuat besar sampai selama – lamanya , ampunilah segala dosa – dosa kesalahan – kesalahan yang sengaja maupun tidak sengaja kami semua lakukan dari perkataan kami semua dan perbuatan kami semua , Engkau selalu memberikan sukacita damai sejahtera buat kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh besar terhadap sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  6. Yogi Septanus
    Yogi Septanus says:

    iman manusia juga harus ditopang dengan hidup kudus, kalau tidak mana bisa kita merasakan iman tsb.

  7. Ellynda Rusdiana Dewi
    Ellynda Rusdiana Dewi says:

    Amen
    T.kasih Allah Bapa …
    Tuk iman q yg selalu KAU asah dan proses-Mu yg membuat q smakin ingin mengenal dan dkt kpd-Mu. GBu

  8. Rheza Irawan
    Rheza Irawan says:

    yup… memiliki iman bahwa Yesus akan selalu ada didalam diri kita dan tidak akan membuat kita jatuh hingga tergeletak… Thank You Jesus…

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *