Mazmur di Tengah Masa-masa Jenuhku

Info

Oleh Vina Agustina Gultom, Bekasi

Suatu malam, aku merasa tak mampu lagi membaca referensi untuk menyelesaikan tesisku. Aku merasa jenuh. Tuntutan dari profesorku membuatku stres dan tidak tahu harus berbuat apa. Teman sekamarku sedang pergi ke lab, dan aku tinggal sendirian di kamar padahal aku merasa kalau saat itu aku sangat butuh kehadiran seorang teman. Namun, di tengah perasaan jenuh dan stres itu, aku teringat akan kitab Mazmur.

Aku lalu teringat suatu nama, Kak Fenov. Beliau adalah pemimpin kelompok kecilku. Aku mencoba meneleponnya, tapi tak diangkat. Beberapa waktu berselang, dia meneleponku kembali. Aku sharing dan bercanda dengannya hingga sukacitaku pun mulai muncul kembali. Dan, di akhir obrolan itu, beliau memberikanku ucapan firman Tuhan dari Mazmur 121.

Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung;
dari manakah akan datang pertolonganku?

Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

Ia takkan membiarkan kakimu goyah,
Penjagamu tidak akan terlelap.

Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.

TUHANlah Penjagamu, TUHANlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.

Matahari tidak akan menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.

TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.

TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Jika kita membuka Alkitab kita dan membaca kitab Mazmur, kita akan mengetahui bahwa kitab itu berisi puji-pujian dari para pemazmur kepada Tuhan. Tak cuma sebagai pujian, tiap untaian katanya juga adalah doa yang mengungkapkan perasaan mendalam hati manusia kepada Sang Pencipta. Pun bait demi baitnya merupakan ekspresi dari pemeliharaan Tuhan yang dialami oleh sang pemazmur.

“Nikmati setiap kata demi katanya,” ucap Kak Fenov. Aku pun mencoba menikmati mazmur tersebut dari berbagai versi Alkitab. Hingga akhirnya, beliau mengatakan, “Tugasmu saat ini buat mazmurmu dan sharingkan sama aku malam ini.”

“Ya ampun, tugas baru di tengah pikiran yang sedang mumet ini,” aku refleks merespon.

Namun, entah mengapa aku tergerak untuk mengikuti tantangan itu di tengah banyaknya bacaan yang harus kubaca. Menit demi menit pun berlalu. Aku merenung, mengingat kembali bagaimana perjalanan yang telah kulalui bersama Tuhan selama ini. Dan, aku benar-benar tersanjung akan pemeliharaan-Nya.

Aku mencoba memosisikan diriku seperti seorang pemazmur. Aku berdoa kepada-Nya, meminta Dia memampukanku untuk dapat bermazmur sama seperti pemazmur lakukan kepada-Nya. Dan, puji Tuhan, Ia menolongku untuk perlahan keluar dari jerat kejenuhan itu sampai akhirnya aku pun dimampukan-Nya untuk bermazmur, menaikkan puji-pujian dari dalam hatiku sendiri kepada-Nya.

Dan inilah mazmur yang ingin kubagikan kepadamu:

Masa jenuh menghampiriku. Aku tiba di semester di mana tesis adalah tanggung jawab di pagi, siang, dan malamku. Mau baca yang itu tidak bisa tanpa baca yang ini terlebih dahulu. Namun ketika ingin membaca yang ini, rasanya berat sekali untuk memulai.

Aku memandang teman labku. Ia begitu keren dan beruntung. Ia bisa ikut bersama profesorku ke negara yang sangat kuimpi-impikan tanpa ada hambatan sedikit pun.

Rasa iri hati dan jenuh pun mulai berikatan dalam diriku.

Siapakah yang bisa menghilangkan rasa itu? Siapakah dia yang sanggup “menamparku” untuk tidak membandingkan diriku dengan pencapaian orang lain? Siapakah dia yang mampu memberikan hikmat di tengah hari-hariku yang terasa datar? Siapakah pribadi yang bisa memberiku ketenangan di tengah deadline tesisku yang tinggal satu minggu?

Yesus! Ya, Yesus. Dialah segalanya bagiku. Dia sempurna, sangat sempurna membimbingku. Dialah yang bisa mengubah rasa berat itu menjadi sukacita. Dialah yang sanggup “menamparku” dari rasa iriku sebelum satu hari berlalu melalui firman-Nya di saat teduhku. Dia jugalah yang mampu memberikan hikmat dan ketenangan di saat aku bangun dari tidurku.

Terima kasih Tuhan, terima kasih untuk segalanya. Satu setengah tahun Engkau menyertaiku dengan sempurna. Masakan jiwaku lunglai hanya untuk melalui satu semester yang tersisa?

Berserah, memiliki relasi intim dengan-Mu, dan setia bersama orang-orang yang kesukaannya Taurat Engkau membuatku terus beriman kepada-Mu.

Mampukan aku Tuhan, tanpa-Mu aku tidak bisa apa-apa.

Itulah isi mazmurku. Sebuah mazmur sederhana yang meluap dari hatiku, yang menjadi pujian dan ucapan syukurku kepada Tuhan atas penyertan-Nya. Saat ini, mungkin ada di antara kamu yang memiliki beban yang serupa denganku, kamu mengalami masa jenuh dan penuh tekanan. Namun, kiranya firman Tuhan terus menjadi pengingat untukmu yang sedang menuntaskan studimu, ataupun segala pergumulan lain yang kamu alami.

Pergumulan, kesulitan, bahkan bahaya memang kadang tidak dapat kita hindari. Namun yang pasti Tuhan selalu memberikan jaminan bahwa Dia selalu menjadi pembimbing kita yang sempurna.

Aku ingin menantangmu sama seperti yang pemimpin kelompok kecilku lakukan. Buatlah mazmurmu, jiwai dan hidupilah. Mazmurkanlah itu kepada Tuhan setiap waktu dan bagikanlah juga kepada orang-orang lain, agar semakin banyak orang yang bermazmur kepada Tuhan dan dikuatkan-Nya.

*Tulisan ini dibuat saat aku sedang menempuh studiku di Taiwan pada 30 Oktober 2018.

Baca Juga:

Rabu Abu, Momen untuk Kita Berbalik dari Dosa

Sahabat, hari ini kita mengawali masa prapaskah dengan Rabu Abu. Terlepas dari gerejamu merayakannya atau tidak, ada satu pesan penting yang bisa kita terima dan lakukan dalam perjalanan kita menyambut anugerah keselamatan yang Tuhan telah berikan.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori 03 - Maret 2019: Membangun Mezbah Doa, Artikel, Pena Kamu, Tema, Tema 2019

15 Komentar Kamu

  • Betul, saya juga suka membaca Mazmur 121 dan Mazmur 91 bila berada dalam keadaan takut, jenuh dan kuatir. Mazmur ini memberi kekuatan baru, dan saya akan membacanya dengan bersuara dan pelan-pelan, agar menghayati ayat demi ayat.
    Tuhan Yesus menolong kita selalu.

  • Terima kasih renungannya. Rasanya Tuhan ikut menegur saya karena keadaannya hampir sama dengan yang saya hadapi saat ini. Sangat terberkati dengan renungan ini. Tuhan Yesus beserta kita. Amin

  • Hokhop P. Sianipar

    Terimakasih sudah mengingatkan kembali akn kuasaNya. Cara Tuhan memang unik untuk setiap saatnya. Tuhan akan mampukan kita.

  • Amin,trimakasih renungannya.

  • Novi Asri Sitinjak

    Trimakasih buat kesaksiannya kak. Sangat menguatkan di kondisi ku yg sedang begitu juga.

  • Mantap kali sharing nya adek awak ini.. sukses terus buatmu dek Vina.

  • saatku memulai hidup baru
    situasi menekan/memojokkanku
    banyak hal membuatku ragu

    BAPA SURGAWI beri aku kuasaMU
    tanpa penyertaanMU aku tak mampu

  • Terimakasih untuk renungannya.

  • Yohanes C Doloksaribu

    terima kasih. menguatkan hatiku

  • Vina Agustina Gultom

    Sama-sama, amin dan semangat ka Lucia, ka Vita, ka Hokhop, ka Suryati, ka Novi, ka Sherly, dan bang Yohanes

    Siappp Abang awak. Salam sama Kaka bang. God bless

  • wow sangat menarik

  • terima kasih sharingnya.. sangat memberkati saya yg sedang mengerjakan thesis

  • Aku lelah sangat lelah
    Jiwaku letih keadaan yg tidak bisa ku ubah.
    aku takut akhirnya aku yg berubah tak menikmati org disekelilingku.
    MemandangMu adalah menyegarkan jiwaku.
    biarlah apapun yg kulakukan untuk Tuhan walaupun.

  • Tuhan, Engkau besar. Engkau luar biasa.
    Tuhan, siapakah hamba ini tanpa uluran tangan-Mu dalam tiap hela napas ini?
    hamba bukan siapa-siapa, tapi tetap berharga dimata-Mu.
    Tuhan, kasih-Mu besar tak terhingga, dosaku besar dan Kau ampuni.
    pribadi-Mu kurindu, pribadi-Mu kurindu.
    Ampuni hamba, bersihkan, dan lepaskan hamba dari segala ikatan dosa kekhawatiran, kejenuhan dan iri hati layaknya orang yang tidak percaya. Ampuni, dan layakkanlah hamba untuk dapat datang, dekat dan tenang dipelukan-Mu.
    Mampukan hamba menjalani hidup ini untuk menyenangkan hati-Mu.

  • Vina Agustina Gultom

    Mantap. Makasih ka Yoel, Ka Dian, ka Kristin, ka Clotilde. Semangat buat kita dan semangat memazmurkan mazmur kita kepadaNya 🙂

Bagikan Komentar Kamu!