Mengetahui dan Melakukan

Info

Hari ke-8 | 30 Hari Saat Teduh bersama Kitab Yakobus
Baca Pengantar Kitab Yakobus di sini

Mengetahui dan Melakukan

Baca: Yakobus 1:22-25

1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

1:23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.

1:24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.

1:25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.

Mengetahui dan Melakukan

Kita sering berkata (atau mendengar) bahwa kita ingin mengetahui kehendak Tuhan untuk hidup kita. Namun, seberapa sering kita berpikir tentang melakukan kehendak Tuhan? Apakah mengetahui itu sama dengan melakukan? Kita menipu diri sendiri jika kita berpikir keduanya sama. Ada sebuah jembatan yang harus diseberangi di antara dua poin ini, yaitu yang kita sebut sebagai: ketaatan.

Tuhan tidak menyembunyikan kehendak-Nya dari kita. Hukum-Nya yang sempurna telah dinyatakan di dalam Alkitab yang hari ini dimiliki jutaan orang dan bisa diakses dari seluruh belahan dunia. Tuhan berbicara kepada kita dan mendesak kita untuk memperhatikan hukum tersebut. Namun, seberapa sering kita pergi menjauh dari firman Tuhan? Seberapa sering kita merasa puas diri dengan wawasan baru yang kita dapatkan dari pendalaman Alkitab kita, tetapi gagal membuat perubahan yang nyata dalam hidup kita?

Aku pernah sekali menjalin hubungan dengan seorang pemuda yang berbeda keyakinan. Ada jurang yang dalam di antara pandangan kami berdua, yang awalnya tidak kuanggap sebagai masalah serius. Seiring berjalannya waktu, Tuhan mengirimkan sejumlah orang untuk memberiku teguran. Tuhan juga berbicara kepadaku secara pribadi dari 2 Korintus 6:14 dalam beberapa peristiwa: “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?”

Sekalipun firman Tuhan jelas mengatakan bahwa hubunganku itu dapat membahayakan hubungaku dengan Yesus, aku tidak mau mendengarkannya. Aku mempertanyakan kebijaksanaan Tuhan dan menolak untuk taat.

Responsku sama seperti orang yang digambarkan Yakobus dalam ayat 23: ia mengamat-amati dirinya di depan cermin dan melihat segala ketidaksempurnaannya, tetapi kemudian pergi tanpa melakukan upaya perubahan sedikitpun.

Pada akhirnya, aku harus menanggung konsekuensi karena memaksakan diri melakukan apa yang aku mau. Aku jadi tidak bisa berdoa, membaca Alkitab, pergi ke gereja, atau berbicara tentang Tuhan kepada pacarku itu. Selalu ada tarik-menarik setiap kali kami harus memutuskan ke mana kami akan mengisi kebutuhan rohani kami. Pada akhirnya kami bertengkar tentang Tuhan dan juga tentang panggilanku ke ladang misi. Sekalipun akhirnya aku mengakhiri hubungan tersebut, aku masih menyimpan luka akibat hubungan itu.

Firman Tuhan menjadi seperti sebuah cermin bagi diri kita yang sesungguhnya. Firman Tuhan memantulkan rupa kita dari dalam batin kita. Firman Tuhan menyingkapkan kondisi hati kita yang sebenarnya, dan memberitahu kita apa yang perlu kita lakukan untuk menyelaraskan hati kita dengan hati Tuhan. Yang penting bukanlah seberapa banyak yang sudah kita dengar atau pahami, melainkan apakah kita menaati yang sudah kita dengar itu.

Orang kedua yang digambarkan Yakobus dalam ayat ke-25 tidak hanya mendengar dan memahami firman Tuhan, tetapi juga melakukannya. Orang ini melihat ketidaksempurnaannya dalam terang firman Tuhan, dan ia pun mengambil langkah-langkah nyata untuk menaati firman Tuhan. Orang ini mendengar dan melakukan firman Tuhan secara terus-menerus. Perbuatannya itu membuat ia berbahagia.

Yakobus berkata bahwa kita harus menjadi para pelaku firman dan bukan hanya pendengar. Mari kita memeriksa diri kita masing-masing dan mempraktikkan kebenaran yang kita dengar (ay.22-25). —Kezia Lewis, Filipina

Handlettering oleh Agnes Paulina

Pertanyaan untuk direnungkan

1. Apa yang firman Tuhan minta untuk kamu lakukan? Apakah kamu melakukannya?

2. Apa yang menghalangimu untuk melakukan firman Tuhan?

Bagikan jawaban atas perenunganmu ini di kolom komentar. Kiranya jawaban sobat muda dapat menjadi inspirasi dan berkat bagi orang lain.

Tentang Penulis:

Kezia Lewis, Filipina | Kezia tinggal bersama suaminya, Jason, di Krabi, Thailand. Mereka berdua melayani bersama di yayasan Sowers International. Mereka mengajar bahasa Inggris di sekolah lokal. Kezia dan saudarinya diberi nama oleh ibunya (yang kala itu belum membaca Alkitab) sebuah nama yang berasal dari Alkitab, yaitu nama anak-anak Ayub (Ayub 42:14). Kezia suka memanggil Tuhan sebagai “Bapa” dan dia merasa tenang saat cuaca hujan.

Baca 30 Hari Saat Teduh bersama Kitab Yakobus

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Saat Teduh Kitab Yakobus, SaTe Kamu

30 Komentar Kamu

  • 1. Firman Tuhan bilang jangan takut, tetap percaya, jangan bimbang, setia, taat. Aku terkadang fifty fifty melakukannya
    2. Yang menghalangi itu keadaan yang buruk trus pikiran negatif. Karena terbawa pikiran negatif terus2an jadi kurang percaya misal mau berangkat PKL sendiri karena takut ga bisa jadi stress padahal masih mau berangkat dan belum dicoba.
    Harus bisa berjuang melakukan Firman Tuhan 🙂

  • 1. Menjadi pelaku firman dan menjadi orang yang menyebarkan kasih Kristus dimana pun aku berada. Saat ini masih timbul tenggelam yang aku lakukan. Belum 100% dan masih kesulitan jika itu kepada orang yg tidak kita sukai.
    2. Yang menjadi halangan ku melakukan firmanNya ialah keegoisan diri,kadang untuk melakukan yang baik kepada orang yang tidak kita suka sangat susah. Pengendalian diri yang kurang juga menyulitkanku untuk melakukan firmanNya.

  • 1. Bukan hanya membaca dan mendengarkan Firman saja, melainkan harus melakukannya. Namun yang sudah beta baca dan dengarkan ttg kebenaran Firman belum beta lakukan sebagaimana mestinya.
    2. Dosa beta sndiri, roh bertentangan dgn daging, keinginan roh untuk mau lakukan Firman ada namun keinginan daging sangat lemah.

  • Maria Ratna Amheka

    1. TUHAN meminta untuk duduk diam dan merenungkan Firman Tuhan, Namun sering saya gagal dalam menjalankan apa yang Tuhan inginkan dalam kehidupannya saya.
    2. Yang menghalangi saya dalam melakukan yaitu kesibukan.
    Tetapi dalam jangka waktu beberapa saat saya mai mengambil tindakan untuk meninggalkan kesibukan saya dan saya datang berdiam diri dibawah kaki Tuhan, sebab saya tahu jika tanpa Tuhan hidup saya tidak ada artinya.

  • 1.bukan hanya sekedar pendengar Firman tetapi juga pelaku Firman Tuhan dan juga diajarkan untuk taat dalam pelaksanaan nya
    2.ketidakmampuan manajemen diri dan kedagingan yang masih melekat dalam diri

  • 1.hal hal yg berkenan dihadapan Tuhan yg sesuai dengan perintahNya yg dilakukan dgn tulus dan ikhlas
    2.Karena faktor duniawi seperti lingkungan dan keadaan

  • Korri Lumban Tobing

    1. Mengasihi Tuhan dan sesama, Tidak khawatir ttg apapun juga.

    2. Sering mengandalkan diri sendiri dan berpikir negatif.

  • 1. Hidup dengan hikmat Tuhan dan mengasihi dg tulus. Ya labil dalam melakukan, merasa bahagia benar saat melakukannya. Bahagia benar saat meruntuhkan tembok ego dan tetap bertahan di tengah lingkungan yg banyak gesekan.
    2. Lingkungan atau ego 🙁 semoga Tuhan memberikan hikmat kepadaku. Amin

  • 1. Tuhan ingin kita menjadi pelaku firmanNya dan bukan hanya sebagai pendengar, melainkan menaati apa yang sudah kita dengar dari firman Tuhan, karena dengan demikian firman Tuhan akan terpancar dalam kehidupan kita dan kehendak Tuhan pun terjadi
    Belum sepenuhnya taat dalam melakukan firman Tuhan
    2. Yang menghalangiku dalam melakukan firman Tuhan adalah kesibukanku yang membuatku jadi lupa untuk bersekutu dengan Tuhan lebih dekat,lingkungan dan akan diriku yang menyadari sebagai manusia berdosa yang membuatku merasa tidak layak dalam melakukannya namun ku berusaha untuk menjadi seperti yang Tuhan mau dan memohon bimbingan dan campur tangan Tuhan agar aku dapat menjadi anak Tuhan yang taat
    Terima kasih untuk renungan hari ini benar2 menegur dan membuka hatiku disaat aku benar2 menjauh dari firman Tuhan. Tuhan berkati ????

  • 1.kita harus menjadi pelaku firman Tuhan dan bukan hanya pendengar saja.belum
    2.karna saya sering lebih memaksakan kehendak saya,pada akhirnya apa yg saya lakukan tidak lagi benar di hadapan Tuhan.
    Saya terlalu egois untuk setiap masalah saya,padahal saya tidak sanggup untuk untuk menyelesaikannya sendiri.
    Saya takut untuk melakukan apa pun itu.
    Saya bingung…..

  • 1. Tuhan ingin aku mengasihi dan mengampuni. Ternyata selama ini msh ada kepahitan yg kusimpan. Dosa Ini menghalangiku untuk hidup damai dengan Tuhan dan sesama. Aku juga tdk bahagia.
    2. Yg menghalangiku, aku msh ingin hidup dlm zona “aman”. Tdk mau disakiti lagi. Dan berusaha mjd “baik” dengan melakukan banyak kebaikan. Ini semuanya tdk membawaku pada kehendak Tuhan. Tuhan ingin aku TAAT bukan mempersembahkan kebaikan.

  • 1. Firman Tuhan berkata: Jgn takut, jangan cemas sebab Aku menyertai.
    Namun aku sering merasa khawatir berlebihan tentang sesuatu yang buruk terjadi. Saat itu jg aku berdoa agar Tuhan Yesus menenangkan hatiku, menghilangkan rasa cemas itu. Dan tetap mengandalkan penyertaan Tuhan dalam hidup aku dan keluarga ku.

    2. Kurang taatnya dalam berdoa kurasakan karena aku lebih sibuk menggunakan gadget ku hingga aku tertidur dan lupa untuk berdoa malam. Godaan rasa ngantuk yang kuat. Saat berdoa pun aku merasakan konsentrasi ku mau buyar karena seketika hadir hal-hal lain yang melintas. Semoga Tuhan Yesus memberikan hikmat untuk tetap fokus berdoa. Amin …

  • FIRMAN TUHAN MENGINGINKAN KT UNTUK SELALU SETIA PADA FIRMANNYA, DAN MELAKUKANNYA DI SETIAP LANGKAH HDP KITA YG MASIH DI ANGUGRAHKAN TUHAN KPD KITA. SAYA BERUSAHA MELAKUKANMYA DENGAN MEMINTA TUNTUNAN ROHKUDUS. KRN TANPA TUNTUNAN ROH KUDUS KITA TDK BS MELAKUKAN FIRMAN TUHAN.

    YA LINGKUNGAN DAN KEEGOISAN KITA, KADANG MUNCUL SEHINGGA KITA LARI DARI DARI KEHENDAK TUHAN. KITA JG SERING DI KUASAI OLEH KEDAGINGAN..SLL BERPIHAK KPD DUNIA.MEMENTINGKAN DIRI SENDRI TDK MAU BERKORBAN, SELALU DI SIBUKKAN DENGAN HAL HAL DUNIAWI SEHINGGA KITA KADANG LPA NTUK MELAKUKAN FIRMAN ALLA ,TDK BERSEKUTU DGN SESAMA DAN KPD TUHAN..SERING JG ADA ORG BCARA DAN BERPRINSIP SAMA AJA ORG YG TDK RAJIN KE GEREJA DENGAN TDK YG PENTING TDK BUAT DOSA KATANYA NA INI YG SERING KLUAR DR MULUT ORG YG MALAS BESEKUTU DGN TUHAN DI TEMPAT IBDAH IBDAH CONTOH DI GEREJA DAN IBDAH RT ATAU PEMUDA ATAU ANAK SEKOLAH MINGGU. DSB.

  • 1.Tdk hny men
    dengarkan nmun sbg pelaku firman dn mentaatinya. 2. Rasa kawatir dn takut tak berkenan,kadang membuat kurang percaya diri.

  • Firman Tuhan yg sulit aq jalani adalah mengampuni. terkadang ingin bertanya ketika hati sudah tulus mengampuni tp org yg diampuni melakukan kesalahan yg sama lg apakah pengampunan itu hrs dilakukan lg? bukan 1 kali atau 2 kali org itu melakukan kesalahan tp berkali2 selama saya hidup 30taun ini. Firman Tuhan berkata kamu hrs mengampuni 7 kali 77 kali tp mengapa itu sangat sulit. dan jujur itu menjadi akar pahit di dalam hidup saya.
    tapi saya akan terus berusaha bagaimanapun caranya untuk terus mengampuni, biarkanlah org2 menyakiti hati saya tp saya akan terus mencoba untuk mengampuni mereka. saya tdk mau menjadi hakim bagi mereka tp biarlah Tuhan yg menjadi Hakim yg adil

  • firman Tuhan bilang bahwa aku harus tetap bersekutu dengan Tuhan setiap hari, membaca firman Tuhan dan merenungkannya serta melakukannya, berdoa.. namun aku bolong” bersekutu dengan Tuhan secara pribadi dan berdoa.. namun aku akan berusaha mencoba kembali untuk kemuliaan Tuhan.. tentu juga dengan bersekutu dengan Tuhan kita menjadi tau apa yang harus kita lakukan dan yg kita lakukan juga lahirnya dari Tuhan yg mengatur segalanya bukan dari diri kita sendiri berdasarkan nafsu.. dan keberdosaan kita. Jbu all

  • 1. Meninggalkan segala hal buruk yg dapat membawa ku kedalam dosa
    2. Masih adanya keinginan untuk melakukan yg salah dan adanya pengaruh org sekitar untuk masuk kedalam dosa itu

  • 1. Hendaklah kamu jangan serupa dengan dunia ini.
    2. Rasa penasaran yang murni, namun seringkali di belokkan oleh keinginan daging dan oleh setan.

  • 1. Tuhan meminta saya untuk membaca dan mengetahui FirmanNya namun tidak sebatas itu tapi yg lebih lagi adalah melakukan dan menaati firmanNya. Bersyukur tiap hari ada kesempatan untuk mengoreksi diri lewat firmanNya dan berusaha memberlakukaNya.
    2.Terkadang pergumulan dan persoalan yang saya hadapi menjadi godaan bagi saya dan menjadi tidak taat. Sifat ego menguasai saya dan tidak mengikuti atau tidak mau mengerti kehendak Tuhan lewat firmanNya.

  • 1. Ayat emasku tahun ini yaitu tentang mengasihi saudaraku, aku pikir itu memang benar2 teguran Tuhan untukku, tapii aku mengabaikannya karna masih ada kepahitan dalam diriku kepada orang2 yang bersalah kepadaku. Namun seiring berjalannya waktu Tuhan ubahkan hatiku menjadi hati yabg mau menerima semuanya dengan ikhlas, perlahan2 Tuhan membuat aku keluar dari zona nyaman ke egoisan, dan puji Tuhan saat ini hubunganku dengan sesamaku mulai membaik, Tuhan buat aku menjadi pribadi yang berani untuk meminta maaf lebih dulu dan tidak mempunyai rasa gengsi terhadap sesuatu yang baik. Meskipun semuanya masih dalam proses, tetapi fi dalam Tuhan saya yakin. Seiring berjalannya eaktu saya pasti bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
    2. Terkadang yang menghalangi saya untuk melakukan firman Tuhan adalah rasa malas dan rasa keegoisan saya.

  • 1.Firman Tuhan berkata utk percayakan sepenuhNya kepada Tuhan dgn segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. namun terkadang disaat kenyataan tidak sesuai dgn harapan. saya mulai takut, ragu dan bingung. Ampuni saya Tuhan, sy ingin melatih iman saya supaya lbh besar lagi.
    2. pikiran kita kdg membatasi iman kita. pdhl Kuasa Tuhan lbh dari apa yg kita pikirkan dan jauh lbh baik dari apa yg kt harapkan. Thanks My Jesus

  • 1.belum sepenuhnya menjd pelaku Firman
    2. ketdk taatan , kealphaan krn situasi yg menyebabkan emosi dan karakter kemanusiaan kita lbh berperan

  • 1. Firman Tuhan mengatakan harus taat dan setia dalam perkara yg kecil. Tetapi, aku gagal melakukannya, jatuh ke dalam dosa dan tidak setia kepada Tuhan seperti seorang munafik yg tau Firman tetapi menipu diri sendiri dengan tidak melakukan kebenaran.
    2. Yang menghalangi : Kalau tidak melakukan takut dicibir dan dipertanyakan, dianggap aneh, mengikuti kebiasaan yg salah sehingga mudah bertoleransi pedahal aku tau bahwa itu salah tetapi tetap saja dilakukan.

  • 1. Taat,percaya, baca Firman Tuhan, menggasihi

    2. Penggaruh keadaan, bimbang

  • Tuhan ingin aku melakukan firmanNya. mencari Dia setiap saat.
    Kendala ku adalah dari diriku sendiri. Kemalasanku membuat ku tak taat mencari Tuhan. Aku sadar bahwa disaat aku bergumul akan masalahku, aku tekut berbicara dengan Tuhan. Namun saat semuanya sudah Tuhan ubahkan, aku malah tak tekun berdoa kepadaNya. Aku malah ogah-ogahan..

  • 1. Firman Tuhan mengingatkan saya untuk tidak hanya menjadi pendengar saja, melainkan harus menjadi pelaku firman juga.
    2. Hal yang menghalangiku untuk melakukan firman-Nya itu adalah dosa keseharianku, yg terkadang aku tidak tahu bagaimana untuk mengendalikannya. Keinginan untuk hidup benar sering terpikir, tp saya sering lalai untuk taat sepenuhnya.

  • 1. Apa yang firman Tuhan minta untuk kamu lakukan? Apakah kamu melakukannya?
    Untuk jadi berkat,terang dan garam dunia
    2. Apa yang menghalangimu untuk melakukan firman Tuhan?
    Sikap malas dan tidak berani ampuni aku Tuhan

  • 1. taat dan percaya dengan sepenu hati percaya
    kepadaNya
    2. keengganan, gengsi, takut/khawatir

  • 1. Setia dan taat dalam melakukan firmanNya.
    Belum sepenuhnya, krna saya masih sering
    Menyangkal diri saya
    2 Lingkungan sekitar, situasi/keadaan.

Bagikan Komentar Kamu!