Allah atas Kehidupan

Rabu, 24 Januari 2018

Allah atas Kehidupan

Baca: Mazmur 104:1-12,24-30

104:1 Pujilah TUHAN, hai jiwaku! TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak,

104:2 yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda,

104:3 yang mendirikan kamar-kamar loteng-Mu di air, yang menjadikan awan-awan sebagai kendaraan-Mu, yang bergerak di atas sayap angin,

104:4 yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan api yang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu,

104:5 yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya.

104:6 Dengan samudera raya Engkau telah menyelubunginya; air telah naik melampaui gunung-gunung.

104:7 Terhadap hardik-Mu air itu melarikan diri, lari kebingungan terhadap suara guntur-Mu,

104:8 naik gunung, turun lembah ke tempat yang Kautetapkan bagi mereka.

104:9 Batas Kautentukan, takkan mereka lewati, takkan kembali mereka menyelubungi bumi.

104:10 Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung, 104:11 memberi minum segala binatang di padang, memuaskan haus keledai-keledai hutan;

104:12 di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan.104:24 Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.

104:25 Lihatlah laut itu, besar dan luas wilayahnya, di situ bergerak, tidak terbilang banyaknya, binatang-binatang yang kecil dan besar.

104:26 Di situ kapal-kapal berlayar dan Lewiatan yang telah Kaubentuk untuk bermain dengannya.

104:27 Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya.

104:28 Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan.

104:29 Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu.

104:30 Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.

Tuhan, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak. —Mazmur 104:1

Allah atas Kehidupan

Beberapa waktu lalu, pada waktu musim dingin, kota tempat saya tinggal dilanda cuaca yang tidak lazim berupa angin kencang berkepanjangan dengan suhu dingin yang menusuk tulang. Selama dua minggu berturut-turut, termometer di luar rumah menunjukkan angka jauh di bawah 0 derajat (-20ºC; -5ºF).

Suatu kali di pagi hari yang sangat dingin itu, suara kicauan burung memecah kegelapan yang sunyi. Lusinan, bahkan ratusan burung berkicau dengan sangat nyaring. Kalau saya boleh membayangkan, saya pikir burung-burung kecil itu sedang berseru kepada Sang Pencipta agar cuacanya dibuat menjadi lebih hangat!

Para ahli burung menyatakan bahwa ramainya kicauan burung yang biasa terdengar pada pagi hari di akhir musim dingin kebanyakan berasal dari burung-burung jantan. Burung-burung itu berusaha memikat burung betina dan mengklaim daerah kekuasaan mereka. Kicauan burung itu mengingatkan saya bahwa Allah mengatur ciptaan-Nya dengan begitu cermat agar mereka dapat bertahan hidup dan bertumbuh dengan indah—karena Dialah Allah atas kehidupan.

Dalam sebuah mazmur yang mengagumi keindahan kehidupan di bumi ciptaan Allah, penulis mengawalinya demikian, “Pujilah Tuhan, hai jiwaku!” (Mzm. 104:1). Kemudian ia melanjutkan tulisannya, “Di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan” (ay.12).

Dari burung yang berkicau dan bersarang hingga lautan luas dengan “binatang-binatang yang kecil dan besar” (ay.25) yang tidak terbilang banyaknya, kita memiliki begitu banyak alasan untuk memuji Allah Pencipta atas karya-Nya yang begitu cermat demi memastikan agar segala makhluk ciptaan-Nya bertumbuh dengan indah. —Jeff Olson

Bersyukurlah kepada Allah atas dunia yang diciptakan-Nya. Tuliskan apa saja karya ciptaan-Nya yang sangat Anda nikmati. Bersyukurlah untuk semua itu satu demi satu.

Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Kolose 1:17

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 9–11; Matius 15:21-39

Artikel Terkait:

Apakah Kamu Orang Percaya?

Bagikan Konten ini
42 replies
  1. DM TELAUMBANUA
    DM TELAUMBANUA says:

    Terima kasih Tuhan Engkau sungguh baik,karya ciptaanMu sungguh luar biasa, aku sangat kagum dan apa yang Engkau beri padaku sudah lebih dari cukup, siapakah aku Tuhan?, terima kasih untuk semua kebaikan Mu.Terpujilah Tuhan Haleluya Aminn!

  2. Inawati
    Inawati says:

    Terpujilah Tuhan atas setiap perbuatanMU, ajar kami utk selalu bersyukur sehingga belajar utk tdk mengeluh. Terimakasih Tuhan

  3. Febi Bernike
    Febi Bernike says:

    Amin…You’re the greatest God, who never leave me. You’re the glorious God, who ever give me everything good in my way…thank you LORD…

  4. agusti lim
    agusti lim says:

    Tuhan, terpujilah namaMu, biarlah setiap yang bernafas memuji Tuhan. Bila kulihat hasil karyaMu, begitu takjub dan terheran2, betapa hebat Engkau Allahku.

  5. Evelien
    Evelien says:

    Terima kasih untuk topik saat teduh hari ini. Saya benar-benar merasa diberkati ketika saya mendoakan hal-hal yang saya syukuri dalam hidup.

  6. Sulinda Manik
    Sulinda Manik says:

    Terpujilah Engkau Allah yg manjadikan Langit dan Bumi serta Segala Isinya ,,,Engkau Alpa dan Omega ,,,amin ,,,!

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *