Miskin, Tetapi Kaya di Dalam Tuhan

Info

Hari ke-3 | 30 Hari Saat Teduh bersama Kitab Yakobus
Baca Pengantar Kitab Yakobus di sini

Miskin, Tetapi Kaya di Dalam Tuhan

Baca: Yakobus 1:9-11

1:9 Baiklah saudara yang berada dalam keaadaan yang rendah bermegah karena kedudukannya yang tinggi,

1:10 dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput.

1:11 Karena matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu, sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap.

Miskin, Tetapi Kaya di Dalam Tuhan

Tumbuh dengan latar belakang keluarga yang selalu hidup pas-pasan, aku sering berangan-angan menjadi orang kaya. Beberapa waktu lalu, aku merasa kesal karena melihat teman-temanku membeli mobil baru, makan malam di tempat-tempat yang keren, dan mereka memamerkannya di Instagram. Perasaan itu tidak mudah dihilangkan sekalipun aku tahu mereka adalah teman-teman Kristen yang sungguh-sungguh dalam iman.

Aku ingin menjadi orang yang mengandalkan Tuhan, tetapi pada saat yang sama aku juga ingin menjadi seorang yang kaya. Aku tahu bahwa menjadi kaya itu tidak salah, Alkitab mencatat sejumlah tokoh yang kaya raya seperti Ayub dan Yusuf. Namun, Alkitab juga berulang kali mengingatkan kita untuk tidak memburu harta dan kekuasaan (1 Timotius 6:7-10).

Jadi, bagaimana seharusnya aku memandang kekayaan yang bersifat materi? Akankah keinginanku untuk menjadi seorang yang kaya membuat kehidupan Kristenku menjadi dangkal? Apakah keinginan menjadi kaya itu keinginan yang salah?

Dalam pasar 1:9-11, Yakobus menggunakan beberapa paradoks untuk menolong para pembacanya memahami situasi para orang percaya yang sedang dilanda kesulitan. Kemungkinan besar, kesulitan yang dialami mereka itu adalah kesulitan ekonomi demi mempertahankankan iman mereka.

Yakobus memulai suratnya dengan menyapa umat percaya yang miskin dari kelompok Yahudi, yang disebutnya memiliki “kedudukan yang tinggi” (ayat 9). Meskipun orang-orang ini dipandang rendah oleh dunia, mereka memiliki banyak hal yang dapat dibanggakan. Mereka dikaruniai “segala berkat rohani di dalam Kristus” (Efesus 1:3), mereka adalah anak-anak Allah dan para ahli waris bersama-sama dengan Kristus (Roma 8:17). Dalam Kristus, orang-orang yang miskin sungguh menjadi kaya! Mereka bisa disebut sebagai orang-orang miskin yang kaya.

Yakobus lalu ganti menyapa umat percaya yang kaya secara materi, yang disebutnya memiliki kedudukan yang rendah (ayat 10). Meskipun mereka mungkin bisa menikmati hidup yang lebih baik dari orang lain, Yakobus mengingatkan bahaya yang mereka hadapi: mereka cenderung mengandalkan harta kekayaan mereka, lupa bahwa semua pencapaian mereka itu tidak akan bisa bertahan selamanya, sama seperti bunga rumput (ayat 10-11). Sebab itu, umat percaya perlu belajar untuk bermegah dalam keadaan yang rendah, selalu datang dengan kesadaran bahwa mereka miskin secara rohani dan membutuhkan Tuhan, sama seperti saat mereka pertama kali datang kepada Kristus. Mereka bisa disebut sebagai orang-orang kaya yang miskin.

Kedua paradoks tersebut diberikan Yakobus untuk menjelaskan bahwa segala sesuatu yang kita punya di bumi ini suatu hari kelak akan lenyap, baik itu keadaan yang miskin maupun kaya (ayat 11). Sebab itu, rasa aman kita haruslah diletakkan pada harta yang bersifat kekal.

Daripada berupaya menekan keinginan kita untuk menjadi kaya, mari kita mencari kekayaan rohani yang sejati di dalam Kristus dan menempatkan rasa aman kita di dalam Tuhan yang senantiasa mencukupkan hidup kita dengan kehadiran-Nya. —Tracy Phua, Singapura

Memiliki Tuhan berarti memiliki segalanya!

Pertanyaan untuk direnungkan

1. Apa yang menjadi ambisi dalam hidupmu? Hal-hal apa yang bernilai bagimu dan yang kamu impikan?

2. Apakah kamu ingin menjadi seorang yang kaya? Bagaimana keinginan itu bisa menghalangi hubungan pribadimu dengan Tuhan?

Bagikan jawaban atas perenunganmu ini di kolom komentar. Kiranya jawaban sobat muda dapat menjadi inspirasi dan berkat bagi orang lain.

Tentang Penulis:

Tracy Phua, Singapura | Tracy suka meluangkan waktunya bersama orang yang dia kasihi, apalagi jika sambil makan bersama. Dia suka menata dan merapikan ruangan, yang buatnya ini seperti sebuah terapi. Dia juga tertarik pada bahasa dan berharap bisa mempelajari satu atau dua bahasa lain lagi selama hidupnya. Menikmati ciptaan Tuhan dengan pergi ke laut atau gunung adalah liburan yang sempurna buatnya. Dia juga suka dengan kucing, sup panas di hari yang dingin, dan juga ayam goreng.

Baca 30 Hari Saat Teduh bersama Kitab Yakobus

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Saat Teduh Kitab Yakobus, SaTe Kamu

43 Komentar Kamu

  • 1.menjadi orang sukses.
    Menjadi berkat bagi semua orang.
    2.ya
    Menurut saya keinginan itu tidaklah menjadi penghalang
    Mungkin kalau kita punya harta kita bisa membantu orang yg kurang mampu.

  • Ambisi dalam hidupku hanyalah menjadi seseorang yang cukup secara materi demi orang-orang di sekelilingku. Sy meneempatkan Tuhan di dalamnya walau kadang tdk berbanding lurus dg perilakuku. Sy punya banyak mimpi yang besar. Karena itu sy sedang menikmati proses yg Tuhan berikan.

  • 1. Tidak dipungkiri ambisi dalam hidupku adalah menjadi kaya, dikenal oranglain dan membahagiakan orang tua. Namun setelah aku membaca renungan ini menjadi kaya tidak berarti akan membuat aku bahagia, dan membaca kebenaran firman Tuhan menjadi kaya atau mencari bnayak uang terkadang membawa kedalam kehancuran rohani secara tidak langsung. Dari pembacaan renungan dari firman Tuhan, aku ingin lebih banyak bersyukur dan mencukupkan diriku dengan apa yang ada dan didapatkan olehku didalam hidup. Dan aku ingin mengenal Tuhan lebih lagi agar aku bisa mengatakan bahwa ‘Tuhan Cukup bagiku’ sehingga aku boleh bahagia dalam jasmani dan rohani,. Hal yang bernilai bagiku ketika aku tidak khawatir akan hidupku krna aku tau siapa yang pegang kendali, yaitu Yesus Kristus, banyak hal yang ku impikan, termasuk membahagiakan orang tuaku, mengajak mereka traveling dan ke Holy Land. Hahaha

    2.tentu saja aku ingin menjadi kaya, haha namun jika kekayaan itu menjauhkanku dari Tuhan, aku harap biarlah aku bersyukur dalam kehidupanku sekarang. Selalu ada berdebatan batin, namun aku mau Tuhan yang berotoritas penuh dalam kehidupanku… Aku tidak mau jika aku ingin kaya aku harus mengkhianati Tuhan. Ada tertulis sebuah harta yang sangat berhaga melebihi apapun jika kita menemukannya dan setelah kita menemukannya maka kita menjual semua kepunyaan kita hanya karna itu. Well, aku selalu meminta Tuhan untuk membuat hatiku tulus dan bersyukur kepadaNya. Krna kebahagiannya sejati hanya kudapat dalam Yesus.

    Terima kasih atas renungannya. Aku minta doanya ya supaya kita bersama2 boleh tumbuh di dalam Tuhan.

  • 1) Menyenangkan hati Tuhan dan orang² yang kusayang. Hal duniawi belum ada terpikir. Tetapi Mengikut Tuhan seumur hidup adalah yang paling berharga.
    2)belum pernah terpikir.biarlah segalanya menjadi kehendak Tuhan

  • 1. Saya punya ambisi untuk menjadi lebih dari diri saya yang sekarang ini. Setiap hari saya berproses, saya ingin menjadi lebih dari bukan hanya sekedar menjadi guru di desa.

    2. Ambisi saya itu tujuannya untuk membuat saya kaya dan mungkin lebih ‘bernilai’. Tapi saya selalu disadarkan, jangan mencari kemuliaan bagi diri sendiri. Biarlah Tuhan di atas semua itu.
    Soli Deo Gloria.

  • 1.menjadi pribadi yang dapat membahagiakan seluruh orang yg kusayangi, keluargaku yg oaling berarti, impianku dpat menjadi orang yang sabar dan tekun

    2. Ya saya ingin jadi kaya raya, selama aku memiliki kesabaran dan tekun aku takkan mrlupakan tuhan

  • Puji Tuhan.. bersyukur untuk pagi hari yg indah ini..masih bisa merenungkan firman-Nya ..Kekayaan yang kekal sesungguhnya ada didlm Dia..Amin

  • 1 ambisiku ingin melanjutkan residen di Jerman yang awalnya hanya untuk. Memiliki kehidupan (yg menurutku) lebih dibandingkan orang lain. Namun setelah itu aku sadar bahwa motivasiku jauh dari tujuan memuliakan Tuhan…
    2. Ak ingin menjadi kaya
    Namun kesombongan itu dapat menjauhkan ku dari Tuhan

  • saya selalu berambisi memiliki nilai ujian yang bagus sehingga saya dapat mewujudkan mimpi saya yaitu menjadi seorang engineer yang handal dan dapat membahagiakan kedua orang tua.

    Tentu saja saya ingin menjadi kaya,namun saya ingin memperkaya diri dengan apa yang Tuhan Yesus ajarkan kepada saya.Kaya secara materi merupakan kebutuhan yang sementara dan kita tidak bisa bersandar pada hal yang bersifat sementara.

  • 1. Sejak kecil aku selalu berambisi menjadi orang yang kaya secara materi dengan begitu saya bisa membatu orang tua saya dengan membatu menyekolahkan adik saya dan membawa ayah dan ibu saya ke Jerusalem dan bahkan pergi berlibur ke luar negeri. Samai hari ini ambisi itu tetap ada. Namun setelah mengenal dan lebih sering bersekutu dengan Tuhan, terkadang aku ingin hidupku hanya melayani Tuhan, mengabdi baginya menjangkau jiwa-jiwa yang kehilangan harapn dalam hidupnya dan orang-orang yang hidupnya sama sekali tidak mengenal Tuhan.
    Hal yang bernilai bagi saya ialah keluarga, dan yang menjadi impian saya ialah suatu saat setiap keluarga saya bisa menjadi orang-orang yang dipakai oleh Tuhan untuk kemuliaan NamaNya.

    2. Iya, sampai hati ini saya ingin menjadi orang kaya. Seorang yang kaya tentu bukan dengan cuma-cuma pasti dengan usaha, usaha yang dilakukan pasti dengan bekerja. Pekerjaan yang pasti bisa membantu seseorang menggapai impian menjadi orang yang kaya. Namun dengan itu pasti kita sibuk dengan pekerjaan itu untuk mendapatkan hasil yang maksimal atau mendapatkan bonus disamping pendapatan pokok, bahkan tidak sedikit orang-orang menambah bisnis atau usaha lain disamping pekerjaan utamanya. Dengan keadaan seperti itu memungkinkan seseorang untuk lupa dengan hubungannya dengan Tuhan karna sangat sibuk sehingga tidak punya waktu untuk bersekutu dengan Tuhan atau “ingat” tapi karna capek dengan pekerjaan yang begitu banyak kata “nanti” sering kali muncul sehingga akhirnya tidak dikerjakan sama sekali.

  • 1. Dahulu sempat berfikir harta duniawi dan kesenangan kesenangan daging. Setelah ku mengenal Yesus, aku hanya ini menambah kan harta-harta ku yg bersifat kekal. Belajar bermegah dalam kerendahan.

    2. Kalau keinginan untuk lebih baik(kaya) itu selalu ada.
    Aku akan menjadi fokus akan duniawi, sehingga banyaknya godaan diri dalam hal menyangkal diri dan memikul salib. Kalau aku terkalahkan oleh itu maka aku akan jauh dengan Tuhan.

  • 1.Aku ingin menjadi seseorang yang dihargai dan menjadi sosok penting dalam suatu pekerjaan,
    2.iya, karena ketika kita ingin menjadi kaya maka kita akan menghalaukan segala cara baik maupun buruk yang akan merusak relasi dengan Yesus sendrii

  • 1. Saat ini saya sedang mengambisikan 2 hal, pertama mutasi ke bengklu ke dua menikah. Hal2 yg bernilai bagi saya adalah menjadi berkat dan kebanggaan bagi banyak orang, dimanapun dan kpan pun saya berada.

    2. Saya pernah berfikir ingin menjadi org kaya, tapi itu hanya sebatas 1 x itu saja, karena saya berasal dr keluarga yg sedang2 saja, apapun yg saya butuhkan org tua saya tidak pernah sulit mengabulkan, jd saya merasa bersyukur atas berkat Tuhan dlm hidup saya, sehingga tidak ada yg perlu menghalangi saya untuk kagum terhadap Tuhan…

  • Jesica maldini pakpahan

    Dalam renungan ini saya menyadari bahwa ambisi ku bukan sepenuhnya untuk Tuhan. Karena, dari kecil hidup yang pas pas-an sudah ku alami untuk membeli susu pun mama ku selalu bilang besok ya. Disitu kadang saya merasa kesal dan melihat tetanggaku dengan rumah yang megah dan makan yang enak, aku sering berkhayal memiliki rumah seperti itu dan setiap malam sebelum tidur aku selalu memimpikan untuk memiliki rumah yang bagus dan nyaman.
    Hari ini aku sadar apa yang aku pertahankan dibumi semua itu kapan saja tidak akan berati buat saya. Karena, Tuhan Yesus ada selamanya untuk saya dan keluarga saya dengan bersyukur selalu aku bisa menerima keadaan dengan keluargaku aku bisa memiliki sukacita didalam Tuhan.

  • Manusia memang tidak merasa puas apa yg sdah dimiliki misalkan saja waktu kecil pengen cepat besar biar masuk sekolah dari TK, SD, SMP, SMA terus kuliah. Setelah selesai pendidikan kita (saya) berusaha mencari pekerjaan yang layak. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga. saya rasa ini ambisi yg sedang saya alami saat ini. Bahkan selama ini saya kurng bersyukur atas apa yang Tuhan sdh berikan untuk saya.
    Tapi puji Tuhan melalui renungan hari ini sangat memberkati saya, menegur saya bahwa apa yang kita kejar di dunia itu hanyalah sementara yang paling penting adalah mencari kekayaan rohani yang sejati dalam Tuhan Yesus.
    Karena kitika memiliki Tuhan Kita memiliki segalanya.
    Terimakasih warungsate buat renungannya kira kita semua selalu dalam lindungannya. Amin

  • Ini semua berkat karunia, Allah yang Agung ,Mahakuasa.

  • hizkia nataniel jevon

    saya memiliki bbrp ambisi yg ingin saya capai, salah satunya menjadi org yg kaya, melihat teman-teman saya yg memiliki harta materi yg byk terkadang saya iri terhadap mereka, ya saya memang hidup dikeluarga yg pas-pas an dalam materi, oleh sebab itu saya memiliki ambisi untuk menjadi org kaya, tetapi saya ingin kekayaan saya nantinya berguna untuk org byk, Amin.

  • 1. Sy berharap kedepannya dengan segala usaha yang dilakukan…hanya untuk memuliakan Tuhan..dan menjadi berkat buat orang lain.
    Hal yg bernilai bagi saya, hidup berbagi dgn sesama manusia,
    2. Ya… Kalau itu Tuhan berkenan dengan segala usaha yg sy lakukan…
    Hal ini akan menjauhkan hubungan saya dengan TUHAN apabila harta yang sy miliki hanya untuk kepentingan pribadi….
    Pada dasarnya kita diberkati Tuhan supaya kita menjadi alat-Nya untuk menjadi berkat bagi orang lain…..
    terima kasih

  • Tidak ada hal yg membuat saya berambisi dalam hidup ini, Karena hidup ini Punya Allah.
    Saya ingin menjadi seorang guru sekolah minggu yg bisa membawa anak-anak untuk lebih dekat dgn Yesus, dan juga merangkul teman2 pemuda untuk lebih giat dalam mencari Allah.

    Saya tidak ingin menjadi orang kaya, Karena pada dasarkan pikiran dan hati saya akan terus memikirkan kekayaan yg saya punya, dan akan jarang untuk meluangkan waktu bersekutu dgn Allah. roh memang penurut tapi daging ini Lemah. Manusia duniawi memiliki kedagingan lebih besar. Untuk itu kita yg telah mengenal kebenaran Allah, berusahalah hidup berbeda dari yg lain. Amin

  • 1. Ambisi dalam hidup saya adalah ingin mendirikan laboratorium bersama suami dan itu menjadi impian kami..
    Semoga Tuhan Yesus memberkati impian kami ini..
    2. Ya, saya ingin menjadi seorang yg kaya.
    Keinginan ini bisa menghalangi HPDT apabila adanya tinggi hati, kesombongan dan lupa bersyukur kepada Tuhan..
    Oleh karena itu, setiap ada berkat2 Tuhan yg diberikan tidak lupa untuk bersyukur dan memberikan yg terbaik kembali buat Tuhan..
    Amin..

  • 1. Menjadi pelayan Tuhan yg berkarakter Kristus, spya dimana pun beta berada beta membawa berkat untuk orang lain.
    2. Apakah kamu ingin menjadi seorang yang kaya? Bagaimana keinginan itu bisa menghalangi hubungan pribadimu dengan Tuhan?
    2. Beta mau jadi berkat buat orang lain saja, biar beta bisa buat senang orang-orang yg beta sayangi.

  • 1. Aku mau hidup dalamNya dan Ia didalamku. drpd mengejar materi, aku diingatkan seharusnya ingin mengejar relasi terus denganNya.
    2. Sebagian besar pasti Iya ingin kaya, pun aku. Tapi aku diingetin lagi, seharusnya apa yang kita mau itu yang membuat kita dekat denganNya. Aku gamau punya materi berlebihan,kalo memang itu jadi menjauhi aku denganNya.. Cukup saja.. aku ingin berkecukupan dan jadi berkat.

  • ambisius setiap org adalah menjadi kaya, tak terkecuali saya. kejatuhan berkali2 yg saya alami membuat saya ingin lbh maju dan membuktikan kpd org2 yg sering menjatuhkan saya bahwa saya bisa. setiap mlm tak prnh lupa saya berdoa agar Tuhan membantu saya, setidaknya memberi kesehatan sehingga saya bs berjualan esok hrnya dan mendapat uang. puji Tuhan, semua Tuhan lancarkan. memang tdk sesuai dgn kehendak saya tp saya percaya kehendak Tuhan akan lbh luar biasa drpd kehendak saya sndr. amin

  • 1.Ambisi saya ingin membangun sekolah yang memiliki fasilitas lengkap dalam belajar,juga menunjang bakat siswa.Sekolah yang di desain seperti suasana rumah yang nyaman,sehingga murid sangat minim memiliki niat untuk bolos
    Saya tau keadaan sekarang tidak akan cukup bagi saya untuk membangun sekolah,tapi saya yakin Tuhan sudah siapkan berkat suatu hari untuk saya bisa merealisasikan mimpi ini
    2.Saya ingin menjadi orang yang cukup dan bisa menjadi berkat bagi banyak orang

  • Dina Valianty Sitorus

    1.ambisi saya yaitu dapat meraih cita-cita setinggi mungkin dan membahagiakan kedua orang tua.
    2 ya saya ingin kaya , namun apabila keinginan tersebut membuat saya jauh dari Tuhan ,maka lebih baiklah saya hidup pas-pasan namun saya dan seluruh keluarga selalu dalam perlindungan dan penyertaan Tuhan.

  • hal yang penting untuk saya sekarang adalah IP di kuliah karena orang2 akan menghargai atau bahkan menilai seseorang dari nilai, terutama untuk membuktikan diri didepan orang tua, dan awalnya motivasi saya benar karena saya ingin melakukan itu untuk memuliakan Tuhan sbg mahasiswi, menyeimbangkan pelayanan dgn studi, tapi akhirnya saya malah bersaing dgn teman2 & bahkan menjatuhkan, sehingga saya tidk bisa melihat motivasi yg sebenernya. renungan hari ini mengingatkan dan menegur saya untuk terus fokus sama Tuhan dan terus mencari kehendak Tuhan bukan fokus dgn “myself” yaitu ambisi pribadi yang membawa kesia-siaan.
    happy to share this:)

  • for now, i just want to graduate from college this year

  • 1. a. Saya mau menjadi murid Yesus.
    Jika Tuhan berkenan, saya di berkati Tuhan untuk menjangkau orang-orang yang belum percaya kepada Tuhan Yesus Kristus memberitakan Injil keselamatan.
    b. Dari segi materi, saya Mohon Tuhan berkati saya dari segi keuangan untuk dapat membiayayai sekolah dan kebutuhan hidup.
    Yang bernilai dalam hidup kita adalah IMAN.
    Iman percaya saya dalam nama Yesus Kristus, Kesetiaan dan Ketaatan.
    2. a. Sadar akan kemegahan dunia yang mengiurkan namun tidak membawa pada kehidupan kekal, oleh Kasih dan kemurahan Tuhan saya mau menjadi kaya dalam Iman kepada Yesus.
    b, persahabatan dengan dunia akan merusak hubungan kita dengan ALLAH.

  • jujur, sy tdk punya ambisi ttt, dlm hidup sy hanya belajar mencukupkan diri dg apa yg ada, hal” yg bernilai dlm hidup adl kesempatan utk hidup menjadi saluran berkat krn kpn saja Tuhan bisa memanggil kita pulang. hal” bernilai yg lainnya adl keluarga krn tanpa mereka, sy tdk punya siapa” yg sll ada utk support. sy pernah punya mimpi, kl Tuhan izinkan sy memiliki lbh dr cukup/kaya, sy ingin punya 1 lahan dg perumahan, sekolah, rumah sakit, fasilitas lain yg bagus utk org” yg krg beruntung.

  • 1. a. Ambisi yang awal semenjak di bangku8 sekolah adalah menyenangkan hati Tuhan.. namun beberapa tahun terakhir saat memasuki dunia perkuliahan ambisi saya agak menyimpang, semakin banyak masalah terutama ekonomi keluarga.. saya tidak berambisi lagi seperti awal..
    b. Keinginan yaitu keluarga saya dipulihkan dari sakit hati, kemalasan, hidup minta2 dan bisa merasakan keharmonisan keluarga karena belum pernah merasakan itu 🙁
    Mohon doanya ya teman-teman.
    .
    2. Saya ingin menjadi orang yang kaya di dalam Tuhan dan dari kekayaan itu bisa memberkati lingkungan saya..
    Jika kaya diluar Tuhan itu yang membuat hubungan kita dengan Tuhan jadi rusak..

    Mari kita saling mendoakan, God bless all ????

  • 1. Aku ingin jadi orang sukses, buat orang tua bahagia, dan mempersembahkan kesuksesanku untuk Tuhan. cita-citaku jadi dokter karena dari dulu emang udah pengen jadi dokter. selain itu, profesi dokter itu pengabdian ke masyarakat yang bisa dihayati sebagai pelayanan kepada Tuhan. kalo sukses jadi dokter nanti, pengen bisa buka klinik gratis buat orang-orang kurang mampu. ya itu sekilas impianku :)) 2. jujur, enggak terlalu terobsesi jadi kaya. bodo amat gaji banyak atau enggak, yang penting bisa makan, punya baju, punya rumah, kendaraan yang bisa dipakai. dari awal udah dinasehatin ibuku kalau jadi dokter itu yang pertama pelayanan, gaji itu urusan belakangan :)) doakan semoga cita-citaku tercapai yaa biarlah nama Tuhan saja yang dipermuliakan.

  • 1 menjadi berkat bagi keluarga, diri sendiri, dan orang lain. Bernilai bagi saya membantu orang yang berkekurangan, dan membant gereja saya yang sekarang ini alam masa pembangunan, yang saya impikan membuat kedua orang tua saya bahagia, dengan semua berkat Tuhan yang saya terima.
    2iya, saya ingin menjadi orang kaya. Kalau hal ini menghalangi hubungan saya dengna Tuhan, lbh baik saya jadi orang biasa saja, asal tetap hidup berkenan bagi Tuhan. Makasih God bless

  • 1.Ambisi ku adalah membahagiakan keluarga dan bisa menjadi panutan. Enggak harus dalam kekayaan, tetapi yg terpenting pribadi kita sebagai anak Tuhan dimana pun kita berada
    2.Kecukupan aja sudah sangat berterimakasih kepada Tuhan, kekayaan itu memang diinginkan semua org. Tetapi enggak semua kekayaan itu atas kehendak Tuhan ada juga yg curang untuk melakukan berbagai cara mendapatkan nya. Kiranya kekayaan yg kita dapatkan seturut dgn kehendak Tuhan. Amin

  • 1.Anak anakku menjadi orang sukses baik dalam pendidikan maupun percaya sepenuhnya akan pertolongan Tuhan Yesus.
    2.Kekayaan bgiku adalah hidup slalu dengan firmanNya

  • 1. saya ingin menjadi kebanggan dalam keluarga, dapat mengajarkan nilai nilai kebenaran terhadap sesama dan memiliki keluarga kristiani. Tuhan keluarga dan pasangan
    2. kaya atau miskin tidak masalah, yang penting keluarga saya tercukupi. Tidak ada yang bisa menghalangi komunikasi dengan tuhan apapun itu, itu hanya faktor dalam diri sendiri mau apa tidak untuk berkomunikasi dgn Tuhan Yesus.

  • ambisi saya saat ini , saya ingin menjadi seorang psikolog yang nantinya saya akan membantu masalah konseling didalam gereja, selain tau sisi psikologis saya juga dibekali dengan Firman Tuhan. hal hal yang berhaga dalam hidup saya keluarga dan orang yang saya sayangi.
    ketika hanya mengejar kekayaan kita lupa bahwa kekayaan yg sebenarnya hanya dapat diperoleh saat kita dekat dengan sumber kekayaan tersebut (Tuhan Yesus), fokus dengan kekayaan hanya membuat lelah dan mengahalangi kita dekat dengan Tuhan karena akan disibukkan dengan kegiatan kegiatan apa dan cara cara apa yang dapat membuat bisa kaya, saya teringat Amsal 10:22 bahwa kekayaan itu dari Tuhan yang perlu kita lakukan adalah terus berusaha dekat dengan Tuhan dan terus melakukan bagian kita dengan setia.

  • 1.yg menjadi keinginanku ialah bs menjadi berkat bagi siapapun, khususnya org yg membutuhkan. bs menolong org lain terutama dlm ekonomi. org pnggir jalan, org yg berjualan dijalan,org yg kekurangan.
    2. menjadi kaya adalah impian semua orang, tp biarlah dlm kekayaan yg dimiliki bs menyalurkan berkat yg Tuhan berikan utk org yg membutuhkan, bukan harta yg menjadi prioritas tp tetap Tuhan diatas sgalanya

  • Salah satu ambisiku adalah memiliki pendidikan tinggi dan juga menjadi kaya
    Kadang aku sadar keinginanku imutk menjadi kaya itu sesuatu yang dangkal, tapi, ngak bisa menyangkal juga kalau aku juga pengen hidup dg kenyamanan.
    Aku yakin Tuhan tau maksud hatiku dan kecenderungannya. Kalau memang kekayaan buat aku lupa Tuhan, aku harap Tuhan kuatkan aku utk hidup biasa aja

  • 1. Ambisi untuk menjalani sisah hidup dengan sukacita bersaman keluarga yg menjadi harta berhargaku.

    2. Kaya materi dan kaya akan Iman kita terhadap Tuhan. Ini yg menjadi landasan untuk selalu dekat dengan Tuhan.

  • 1. Apa yang menjadi ambisi dalam hidupmu? Hal-hal apa yang bernilai bagimu dan yang kamu impikan?
    Ambisiku adalah menjadi seorang yang sukses dan yang aku impikan bisa membahagiakan papa
    2. Apakah kamu ingin menjadi seorang yang kaya? Bagaimana keinginan itu bisa menghalangi hubungan pribadimu dengan Tuhan?
    Saya ingin tapi biarlah semua kehendakNYA .

  • 1 menjadi orang yg bisa membawa berkat untuk orang lain.
    2 jujur saya mengalami apa yg ditulis dalam renungan

  • 1. Pertama sekali, aku ingin menyenangkan hati Tuhan di sisa hidupku, lalu membahagiakan orang tua ku, mengasihi sesama teman atau saudara-saudaraku. Suatu saat nanti aku juga ingin mempunyai keluarga yang takut akan Tuhan.

    2. Saya ingin menjadi orang kaya, namun saya akan berbagi dengan saudara saya yang miskin di dunia. kekayaan yang saya dapatkan akan saya gunakan dengan baik-baik hanya untuk kemuliaan Allah.

Bagikan Komentar Kamu!