Mengapa Harus Bertekun?

Info

Hari ke-4 | 30 Hari Saat Teduh bersama Kitab Yakobus
Baca Pengantar Kitab Yakobus di sini

Mengapa Harus Bertekun?

Baca: Yakobus 1:12

1:12 Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Mengapa Harus Bertekun?

Beberapa tahun lalu aku bertemu dengan seorang pemuda yang kisah hidupnya menantang dan menginspirasiku.

Pemuda itu berasal dari bukan keluarga Kristen yang kaya dan berpengaruh. Saat ia meninggalkan rumah untuk kuliah di daerah lain, ia berjumpa dengan Yesus dan menyerahkan hidup kepada-Nya. Orang tua pemuda itu menentang dan mendesak agar ia meninggalkan kepercayaannya yang baru, tetapi ia tidak goyah. Sekalipun mereka mencoretnya dari daftar ahli waris, ia tetap beriman kepada Yesus dan berharap bahwa suatu hari nanti orang-orang yang ia kasihi juga akan mengenal Yesus secara pribadi.

Pemuda itu tentu mengalami godaan yang besar untuk meninggalkan imannya demi diterima oleh keluarganya dan mendapatkan warisan kelak. Pun dalam hatinya mungkin pula ada keinginan yang sangat besar untuk menuruti apa yang dianggap benar oleh keluarga dan teman-temannya.

Namun, Yakobus berkata bahwa orang yang bertahan dalam melakukan apa yang benar di tengah pencobaan adalah orang yang berbahagia.

Bagaimana bisa demikian? Seringkali kita menganggap orang yang berbahagia adalah orang yang memiliki banyak harta, hubungan yang tanpa masalah, atau tubuh yang sehat. Yakobus memberikan pandangan yang melampaui bahagia versi dunia ini. Ia melihat orang yang berbahagia adalah orang yang tidak bergumul sendirian tetapi berusaha terus berakar dalam Tuhan di tengah penderitaan dan memegang kuat janji Tuhan yang akan mengaruniakan mahkota kehidupan. Sekalipun ia mengalami tekanan dari dalam dan luar dirinya, ia tidak menyerah.

Mengapa? Karena ia mengerti bahwa kehidupannya di dunia—demikian juga berbagai pencobaan dan harta yang ia miliki—hanya bersifat sementara. Pemuda itu kehilangan haknya sebagai ahli waris ketika ia bertahan dalam imannya, tetapi sikapnya itu menunjukkan hati yang tertuju pada realitas yang jauh lebih indah dari tawaran dunia. Meski ia kehilangan harta warisannya di dunia ini, ia memperoleh harta warisan yang kekal dan jauh lebih bernilai.

Janji dari Yakobus 1:12 ini seharusnya menyemangati kita untuk hidup dalam konteks kekekalan dan mengarahkan pikiran kita kepada hal-hal surgawi. Kolose 3:1-2 berkata, “Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.”

Pada akhirnya, orang yang berbahagia tetap bertekun selama melewati pencobaan karena ia mencintai Yesus. Penekanan Yakobus tentang tetap setia kepada Yesus saat kita bergumul dalam godaan dan pencobaan (ayat 12) menggemakan perkataan Yesus dalam kitab Lukas dan Wahyu. Dalam Lukas 6:22, Yesus berkata bahwa kita berbahagia saat orang membenci kita, tidak menganggap kita, menghina kita, dan menolak nama kita demi nama-Nya. Sekali lagi dalam Wahyu 2:10, Dia berkata bahwa kita akan diuji, tetapi mereka yang setia sampai akhir akan menerima mahkota kehidupan.

Firman Tuhan ini mendorong kita untuk berpegang pada Yesus, karena Dia telah menjanjikan kita kehidupan yang tidak ada duanya dalam kekekalan bersama-Nya. Dia telah menjanjikan kita mahkota kehidupan—sebuah hadiah yang tidak mungkin bisa kita gambarkan secara akurat dengan keterbatasan kita memahami hal-hal surgawi.

Marilah kita bertekun supaya sesudah kita melakukan kehendak Allah, kita memperoleh apa yang sudah Dia janjikan (Ibrani 10:35-36). —Kezia Lewis, Filipina

Handlettering oleh Julio Mesak Nangkoda

Pertanyaan untuk direnungkan

1. Pencobaan apa yang sedang kamu hadapi?

2 .Godaan apa yang mungkin bisa membuatmu mengompromikan imanmu?

3. Bagaimana mengingat janji-janji Tuhan dapat menolongmu bertekun di tengah pencobaan?

Bagikan jawaban atas perenunganmu ini di kolom komentar. Kiranya jawaban sobat muda dapat menjadi inspirasi dan berkat bagi orang lain.

Tentang Penulis:

Kezia Lewis, Filipina | Kezia tinggal bersama suaminya, Jason, di Krabi, Thailand. Mereka berdua melayani bersama di yayasan Sowers International. Mereka mengajar bahasa Inggris di sekolah lokal. Kezia dan saudarinya diberi nama oleh ibunya (yang kala itu belum membaca Alkitab) sebuah nama yang berasal dari Alkitab, yaitu nama anak-anak Ayub (Ayub 42:14). Kezia suka memanggil Tuhan sebagai “Bapa” dan dia merasa tenang saat cuaca hujan.

Baca 30 Hari Saat Teduh bersama Kitab Yakobus

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Saat Teduh Kitab Yakobus, SaTe Kamu

24 Komentar Kamu

  • 1. Pencobaan yang aku hadapi sekarang lebih ke menenangkan pikiran dari ketakutan, bersabar dengan situasi yang kadang gak bisa aku handel, trus keluargaku skrng, pasangan hidup dan selalu bergumul untuk pengenalan akan Tuhan.

    2. Harta dan pasangan hidup,dan keluarga.

    3. Caraku bertekun, dengan membaca firman Tuhan dan membangun hubungan intim dengan Tuhan setiap hari.

  • Saya sedang bergumul dengan teman asrama saya yang mayoritas adalah muslim, mereka seakan2 membeda2kan saya, hal itu membuat saya geram dan tidak fokus untuk kuliah karna ketika saya belajar mereka selalu saja usil dengan ribut dan sebagainya, tapi saya yakin Tuhan punya rencana yang indah untuk membalas semuanya dengan cara yang semestinya, di ujian akhir smester akhirnya nilai ujian kami keluar dan puji Tuhan nilai saya baik dan teman saya yang mengusilkan saya mendapat pengulangan di hampir semua mata kuliah dan mminta bantuan saya untuk mengajarinya , disitu saya mengerti bahwa Tuhan punya caraNya sendiri untuk membuat saya pada akhirnya berada di posisi kepala bukan ekor dan saya tau ketekunan menghasilkan tahan uji di dalam Tuhan

  • hizkia nataniel jevon

    pencobaan saya saat ini adalah dosa-dosa lama saya yg kadang2 masih saya lakukan, ketika melihat teman saya, saya merasa iri akan byk hal, sepertinya saya tdk akan mendapatkan seperti apa yg mereka terima

  • 1.Pencobaan yang sedang aku alami yaitu menghadapi kesulitan ekonomi dan keegoisan ayahku yang setiap harinya semakin bertambah.

    2.Keluarga besarku mayoritas non nasrani dan memberikan janji2 yang manis agar aku pindah keyakinan dan meninggalkan Tuhan.

    3.Aku yakin bagaimana Tuhan dulu memanggilku sebagai anakNya itu adalah sebuah rencana yang indah,hanya saja sekarang ini adalah masa2 proses yang harus aku lewati untuk mengenal Tuhan lebih lagi.

  • 1. Saya bergumul bersama dengan keluarga saya saat ini, dimana ada satu masalah yg sangat besar yg saat ini menghampiri keluarga ku terlebih saudara ku, keluarga ku di teror dan didoakan hal yg tidak2
    2. Lingkungan sekitar
    3.Selalu mengingat kehidupan sampai saat ini, bahwa pencobaan pasti akan ada akhirnya asalkan kita berpegang teguh sama Tuhan karena buktinya kita hidup sampai saat ini tidak lepas dari namanya pencobaan namun pencobaan itu bisa terselesaikan jadi kita yakin bahwa Tuhan dan janjiNya akan selalu ada untuk kita

  • 1. Pencobaan yang sedang saya hadapi, adalah stressnya memiliki Bos yang teramat cerewet yang sama sekali tidak ada kelemah lembutan dalam hidupnya. Yang bisanya membuat bawahaanya tertekan batin setiap x tiba dikantor, dia beda dengan bos2 dari Unit lain. Hanya dia

    2. Tidak pernah ada godaan yg membuat saya harus kompromi dgn iman saya, paling kalau sedang putus asa, hanya butuh wkt sendiri saja.

    3. Bersyukur dan berdoa. Tuhan Abadi

  • Syalom semua,
    Saat ini aku bergumul dengan kehidupan skripsiku. Di fakultas saya topik atau bahkan judul skripsi berasal dari dosen pembinbing. Saya mengambil metode lab yaitu ttg optimasi PCR untuk deteksi virus. Disini saya masih kehilangan arah mengenai kenapa saya harus melakukan penelitian ini, karna sesungguhnya saya belum tau apa masalahnya jadi masalah latar belakang judul ini pun saya belum tau gimana membuatnya. Hal” yang membuat saya kompromi dengan iman saya adalah kelemahan untuk bersabar dan menguasai diri, saya cenderung mengasihi diri sendiri dengan sering menangis. Tapi dengan tetap membaca renungan, berdoa, sharing dengan orang yang sungguh mengasihi saya membuat saya tetap kuat dan mengandalkan Tuhan, mengingat kebaikan” yang sudah Tuhan berikan pada ku, bahwa aku percaya sekalipun aku harus mengucurkan air mata, aku tetap berjalan sebab Tuhan tidak meninggalkanku, membiarkan ku jatuh hingga tergeletak, Dia lah yang akan membuat ku dengan berani berdiri depan raja”. Amin. God bless us.

  • 1. saat ini sy masih sulit mengendalikan diri saat berada di situasi sulit..
    2.uang
    3.sy berusaha dalam setiap kesulitan, untuk tetap mengandalkan Tuhan dalam menyelesaikan masalah-masalah dalam hidup saya

  • pergumulan thdp org yg tlh berkianat terkait keuangan,yg membuat kacau perekonomian keluarga. -Terkait hal itu kdng sy akan laporkan ke pihak berwenang..-Namun,krn firman Tuhan,niat itu blm sy lakukan,perekonomian keluarga mulai pulih.-Saya yakin hal tsb karena campur tangan Tuhan! Amin…Tuhan memberkati kita!

  • Kalau ditanya mengenai pencobaan, dari kecil bahkan sekarang masih sj trus diproses Tuhan. Tapi sy selalu percaya Semua Akan Indah Pada WaktuNya. Tidak ada yg dapat mmbuat sy kompromi mengenai Iman. Sy percaya, sampai detik ini sy bertahan karena Tuhan yg terus menolong sy.

  • Ada saja pencobaan yg dialami setiap hari, termasuk dr lingkungan keluarga atau gereja atau lingkungan. Dalam semuanya itu Tuhan ingin ku fokus kepada-Nya, mengingat-Nya. Sehingga ku terus berjalan pada track Tuhan. Thanks God…

  • Pergumulan Awal bulan februari saya putus dgn pacar kami pacaran sudah 5 thn, kami pacarn serius. Kami putus bukan karna org ke 3 tapi karna soal pekerjaan,cara berfikir kami beda, dan kk tdk setuju. kk yg sangat berjasa buat saya, karna kedua ortu saya sdh meninggal. Disitu saya bimbang saya mau pilih yg mna kedua2x org yg saya sayangi.
    Tgl 4 feb saya putus dgn dia.Dan sampai saat ini saya masih syg dia. Semenjak putus saya merasa kehilangan,saya lawan semua perasaan saya kedia tapi tdk bisa.sampai Saya ajak balikan tapi dia tdk mau. Disaat
    tu saya blg sama Tuhan kenapa tdk adil sama saya. Kenapa saya hars dihadpakan dgn persoalan bgini. Dan Disaat saya butuh keluarga untuk saya temn cerita tapi itu tdk terjadi disaya. Saya tinggal terpisah dgn kk2 saya,saya dibandung sendiri.
    Setelah kejadian itu sampai saat ini saya tdk pernah lagi kegerja, tdk ikut persekutuan pemuda,tdk berdoa.karna saya fikir Tuhan tdk berpihak sama saya.

  • 1 pasangan hidup yang seiman, soal keuangan, belum move on dari masa lalu yang kelam, tapi bkn soal pasangan hidup, soal pekerjaan yang lalu, dan sering membuat saya cemas,takut, khawatir.
    2 pasangan hidup, uang dan kedua orang tua.
    3 setiap hari saya membaca firman Tuhan di kitab Mazmur 91:1-16.
    Makasih Gbu

  • 1. Pencobaan yang sedang ku alami adalah pencobaan berjuang sekolah kedinasan yang ku impikan sejak lama. Tahun lalu saya ditolak di tahap akhir

    2. Kemalasan, kekecewaan yg berlarut-larut, putus asa

    3. Cara saya dengan bersaat teduh tiap pagi dan mendengarkan lagu rohani setiap hari serta berdoa.

  • Saya hanya merasa dicoba untuk tetap bersabar dalam menjalani cobaan hidup.

    Godaan trberat saya dalam menggoyahkan iman saya adalah megang hp. Hp terkadang menjadi sumber yg baik tetapi kadang menjadi sumber dosa yang menurunkan iman saya.

    Cara saya untuk mengingat janji Tuhan pada saya dalam bertekun adalah selalu mengingat kalimat “Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil”

  • 1. Pencobaan tentang bos yang bossy dan mencoba untuk menghargai dia.
    2. Handphone pastinya.
    3. Baca alkitab, berdoa dan bersyukur.
    Dan percaya Tuhan Yesus baik teramat baik. Gbu all

  • 1. pencobaan yang saya hadapi saat ini adalah ketakutan,kekhawatiran yang selalu menghantui hati dan pikiranku

    3. dengan membaca firman Tuhan, atau dengan mendengarkan lagu rohani rasanya hatiku dipenuhi kasih, sehingga aku mampu menjalani hari”ku

  • 1. Pencobaan yg saya hadapi saat ini, pergumulan keluarga yg blum ada kesatuan hati, dan masih bergumul dlam mncari pekerjaan.
    2. Godaan yg di hadapi, rasa putus asa, bersungut” Dan kurang bersyukur
    3. Lewat saat teduh dan hubungan pribadi dgn Tuhan, mendapatkan kembali penguatan Dan sukacita dari Tuhan

  • pencobaan yang saat ini dialami adalah saat merasa orang lain mulai menjauh melihat saya sangat tidak baik dan tidak pantas untuk banyak hal, dan hal hal tersebut biasanya terlontar dari orang orang terdekat. saya terus diingatkan bahwa dalam Yesaya 43:4 bahwa saya berharga dimata Tuhan tidak peduli seberapa banyak orang menganggap saya tidak berharga, yang saya tahu Tuhan ada dan menganggapku sangat berharga.

  • 1. Pergumulan ku saat ini adalah pertama, aku lg sering memikirkan kesehatan orang tua ku yg semakin rapuh sedangkan aku blm bisa membahagiakan mereka, kiranya Tuhan memberikan kesempatan buat ku agar bisa menyelesaikan studi ku skrg dgn didampingi kedua org tua. Dan bisa memberikan kebahagiaan yg lainnya. Amin. Kedua, aku sedang bergumul juga dengan org yg ku sukai bisa jd pasangan ku nanti, berserah kepada Tuhan juga. Amin. Ketiga, meninggalkan kebiasaan buruk ku (privasi), kiranya aku bisa dan sanggup menjadi lebih baik lg. Aminnnnnn.
    2. Godaan yg bisa mengompromikan iman ku adalah membuka sosmed berlebihan dan lupa akan saat teduh dan berdoa sebelum tdr.
    3. Janji Tuhan yg selalu ku rasakan adalah setiap perkara ku pasti selalu selesai dengan sendirinya, dimana kita juga harus berjuang dan berserah penuh kepada Tuhan. Karena kita adalah ciptaanNya. Dia yg Maha tau atas kehidupan, kepribadian kita, dan kemampuan kita. Contoh janji Tuhan adalah pergumulan ku dgn studi ku, aku bisa selesaikan ujian ku dan mendapatkan tempat praktek ku di perusahaan pelayaran yg bagus di Indonesia. Thank God. U ar my savior :). Jangan pernah menyerah menghadapi setiap masalah/persoalan kita saat ini. Tuhan janji akan setia menemani dan memberikan kita kekuatan. Dan pasti kita mendapatkan hikmah dari semua itu. Semangat semangat semangat 🙂

  • 1. Pencobaan yang saya alami yaitu
    – usaha gagal bangkrut, ekonomi
    terpuruk.
    – Saya dan kedua anak saya divonis
    Dokter menderita glukoma .
    2. Godaan yang datang adalah tawaran
    Dari teman untuk ke dukun orang
    pintar biar pulih dan sehat.
    3. Cara mengatasi tetap setia sama Tuhan
    Yesus dengan mencari Tuhan lewat
    doa dan firman serta taat pada
    perintahNya sehingga perasaan slalu
    Nyaman dan aman.selalu minta
    hikmat Tuhan dan meminta Roh Kudus
    Yang selalu menguasai hari dan pikiran
    Saya selamamya

  • syalom
    pencobaan yang aku hadapi saat ini aku ditempatkan bekerja sendiri ditempat yang benar2 baru bagiku dan berada jauh dari keluarga dan orng yg aku sayangi, dan sahabat2ku, rasanya campur aduk, belum bisa menyesuaikan diri dan dianggap siap kerja, lingkungan dan masyarakat yang berbeda, sampai sekarang masih ada penyesalan di diriku masuk bekerja disini, belum nyaman, sedih, pengen nangis, setiap pagi menarik napas panjang dan berat, setiap hari dalam pikiranku terbersit kapan pindah dari sini, masih gk percaya ada disini, stress, rasanya ingin lari saja apalagi dengam segala isu2 kekuatan2 gelap yang ada buat aku semakin down.
    semua buat aku sperti orang gk punya Tuhan dan hilang arah, gk tahu mau cerita sama siapa disini, berdoa dengan segudang kekuatiran seperti meragukan kuasa dan rencana Tuhan dalam hidup.
    Tuhab menegurku lewat org2 terdekatku, dan firman serta lagu2 pujian, sehingga aku mulai sadar ini rencana Tuhan dan Ia pasti akan bersamaku ,saat ini aku sedang berusaha menata diriku dan relasi dengan Tuhan, dengar lagu2 rohani yang menguatkanku, berusaha tersenyum dan berusaha mempercayakan hidupku sama Tuhan
    tolonh doakan aku ya
    terimakasih
    Tuhan memberkati

  • 1. Pencobaan apa yang sedang kamu hadapi?
    Kekhawatiran dan ketakutan akan masa depan
    2 .Godaan apa yang mungkin bisa membuatmu mengompromikan imanmu?
    Godaan menjauh dan berbuat dosa

    3. Bagaimana mengingat janji-janji Tuhan dapat menolongmu bertekun di tengah pencobaan?

    Percaya hanya Tuhan yg sanggup dan tiada yg mustahil terlbih saat saya meletakkan Tuhan sebagai prioritas amin

  • 1. pencobaan yg dialami :
    -bagaimana untuk tidak lagi mementingkan diri sendiri namun untuk mengasihi dan melakukan kasih itu dgn tindakan nyata kpda orng lain dengan setulus hati.
    -mengatasi rasa rendah diri yang membuat ku merasa tidak layak untuk mendapat kasih. yang sering membuatku membandingkan diri dengan orang lain dan merasa orang lain lebih pantas untuk melaksanakan suatu tugas karena mereka lebih hebat dri ku
    -ingin menjadi seseorng yg dapat berkomunikasi dan berelasi dgn orang lain dgn baik
    -untuk tidak menduakan Tuhan namun untuk percaya dan berserah sepenuhnya kepada Tuhan, apalagi ketika menghadapi keadaan sulit
    -pergumulan untuk mengarahkan seluruh cinta kepada Tuhan dgn setulus hati tanpa keterpaksaan atau demi mencapai tujuan pribadi karena selama ini masih saja timbul keinginan untuk mencari Tuhan demi mendapat pasangan hidup dan bukan menjadikan Tuhan sebagai tujuan utama dalam hidup ini.
    -tetap mengakui kerinduan untuk bertemu pasangan yang sepadan

    2. godaan untuk mengkompromikan iman
    – khawatir dan ketakutan yang membuat tidak percaya sepenuhnya kepada Tuhan
    -tawar hati dan keinginan untuk menyerah dan lari dri prosesnya Tuhan
    -egois dan mementingkan diri sendiri, beralasan melakukan demi orang lain tapi akhirnya demi diri sendiri

    3. bagaimana mengingat janji Tuhan untuk bertekun di dalam pencobaan :
    bersaat teduh, berdoa dan belajar dari firmanNya, berdoa dan memohon kepadaNya untuk dimampukan menjadikan Ia sebagai tujuan utama dari hidup ini oleh karena Ia begitu mengasihi aku
    memohon kepadaNya agar menolong ku untuk tidak mementingkan diri sendiri namun untuk menjadi seorang teman yg peduli dan mengasihi dengan setulus hati, untuk dapat mewujudnyatakan kasih itu dengan tindakan nyata
    menyerahkan kerinduan untuk brtemu & diprsatukan dengan pasangan yg sepadan yg telah ditentukanNya dgn memohon pertolonganNya untuk mempersiapkan aku untuk betul2 menjadi seorng yang pantas bagi “dia” sambil terus memohon pertolongan Tuhan agar aku dimampukan untuk mengarahkan tujuan utama dan motivasi ku hanya kepada Tuhan.

Bagikan Komentar Kamu!