Tantangan Lima Belas Menit

Info

Selasa, 6 Juni 2017

Tantangan Lima Belas Menit

Baca: Mazmur 119:33-40

119:33 Perlihatkanlah kepadaku, ya TUHAN, petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir.

119:34 Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati.

119:35 Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya.

119:36 Condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatan-Mu, dan jangan kepada laba.

119:37 Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan!

119:38 Teguhkanlah pada hamba-Mu ini janji-Mu, yang berlaku bagi orang yang takut kepada-Mu.

119:39 Lalukanlah celaku yang menggetarkan aku, karena hukum-hukum-Mu adalah baik.

119:40 Sesungguhnya aku rindu kepada titah-titah-Mu, hidupkanlah aku dengan keadilan-Mu!

Condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatan-Mu. —Mazmur 119:36

Tantangan Lima Belas Menit

Dr. Charles W. Eliot, presiden Universitas Harvard selama 40 tahun, meyakini bahwa orang awam yang konsisten membaca karya-karya sastra hebat di dunia akan memperoleh pelajaran yang berharga, meski ia hanya membaca beberapa menit sehari. Pada tahun 1910, ia mengumpulkan beragam karya pilihan dari buku-buku tentang sejarah, pengetahuan alam, filsafat, dan seni murni dalam 50 jilid buku yang disebut The Harvard Classics. Setiap set mencantumkan Panduan Membaca dari Dr. Eliot berjudul “Fifteen Minutes A Day” (Lima Belas Menit Sehari) yang memuat pilihan bacaan sepanjang delapan sampai sepuluh halaman yang disarankan untuk dibaca setiap hari selama setahun.

Bagaimana jika kita mengambil waktu lima belas menit sehari untuk membaca firman Allah? Kita dapat mengatakan bersama pemazmur, “Condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatan-Mu, dan jangan kepada laba. Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan” (Mzm. 119:36-37).

Jika dijumlahkan, lima belas menit sehari akan menjadi 91 jam setahun. Namun, seberapa pun waktu yang kita gunakan untuk membaca Alkitab setiap hari, kuncinya terletak pada konsistensi. Yang paling dibutuhkan bukanlah kesempurnaan melainkan ketekunan. Jika kita melewatkan satu hari atau satu minggu, kita dapat mulai membaca lagi. Dengan tuntunan Roh Kudus, firman Allah akan mengisi pikiran kita, lalu memenuhi hati, hingga kemudian menggerakkan kaki dan tangan kita untuk melakukan firman itu. Firman Allah tidak hanya akan menjadi pengetahuan tetapi juga mengubahkan hidup kita.

“Tuhan, ajarilah aku arti ketetapan-ketetapan-Mu, supaya aku mengikutinya sampai akhir” (ay.33 BIS). —David McCasland

Ya Penulis Agung, ajarlah aku saat aku membaca firman-Mu hari ini. Aku ingin mendengar-Mu, mengenal-Mu, dan hidup lebih dekat kepada-Mu.

Alkitab adalah satu-satunya Kitab yang Penulisnya selalu hadir pada saat kitab itu dibaca.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 25-27 dan Yohanes 16

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

37 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!