Kekuatan Abu-Abu

Kamis, 30 Juli 2015

Kekuatan Abu-Abu

Baca: Yosua 14:6-12

14:6 Bani Yehuda datang menghadap Yosua di Gilgal. Pada waktu itu berkatalah Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, kepadanya: “Engkau tahu firman yang diucapkan TUHAN kepada Musa, abdi Allah itu, tentang aku dan tentang engkau di Kadesh-Barnea.

14:7 Aku berumur empat puluh tahun, ketika aku disuruh Musa, hamba TUHAN itu, dari Kadesh-Barnea untuk mengintai negeri ini; dan aku pulang membawa kabar kepadanya yang sejujur-jujurnya.

14:8 Sedang saudara-saudaraku, yang bersama-sama pergi ke sana dengan aku, membuat tawar hati bangsa itu, aku tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.

14:9 Pada waktu itu Musa bersumpah, katanya: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikuti TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati.

14:10 Jadi sekarang, sesungguhnya TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini sudah empat puluh lima tahun lamanya, sejak diucapkan TUHAN firman itu kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini;

14:11 pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.

14:12 Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu, sebab engkau sendiri mendengar pada waktu itu, bahwa di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu. Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN.”

Seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang. —Yosua 14:11

Kekuatan Abu-Abu

Seniman asal Belanda, Yoni Lefevre, menciptakan suatu proyek yang dinamakan “Kekuatan Abu-Abu” untuk menunjukkan vitalitas dari para kaum lanjut usia di Belanda. Ia meminta anak-anak sekolah setempat untuk menggambar sketsa dari kakek dan nenek mereka. Lefevre ingin menunjukkan “kejujuran dan kemurnian pandangan” dari kaum lanjut usia, dan ia percaya bahwa anak-anak dapat membantu untuk menunjukkannya. Gambar anak-anak itu memberikan sudut pandang yang berbeda dan nyata tentang generasi yang lebih tua—dengan kakek dan nenek yang digambarkan sedang bermain tenis, berkebun, melukis, dan banyak lagi!

Kaleb adalah pria asal Israel kuno yang tetap kuat sampai masa tuanya. Di masa mudanya, ia menyusup ke Tanah Perjanjian sebelum bangsa Israel menaklukkannya. Kaleb percaya bahwa Allah akan menolong bangsanya mengalahkan bangsa Kanaan, tetapi mata-mata yang lain tidak sependapat (Yos. 14:8). Karena iman Kaleb, secara ajaib Allah menopang hidupnya selama 45 tahun sehingga ia berhasil mengembara di padang gurun dan memasuki Tanah Perjanjian. Ketika akhirnya tiba waktunya untuk memasuki Kanaan, Kaleb yang sudah berusia 85 tahun mengatakan, “Seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang” (ay.11). Dengan pertolongan Allah, Kaleb berhasil mengambil bagiannya atas tanah itu (Bil. 14:24).

Allah tidak melupakan kita ketika kita semakin tua. Meskipun badan kita terus bertambah tua dan kesehatan kita menurun, Allah Roh Kudus senantiasa memperbarui batin kita dari hari ke hari (2Kor. 4:16). Roh Kudus memberi kita kesanggupan untuk bisa menjalani hidup yang penuh arti dalam setiap tahap dan usia kehidupan kita. —Jennifer Benson Schuldt

Bapa Surgawi, aku tahu bahwa kekuatan tubuhku dan kesehatanku bisa menurun. Namun aku berdoa, kiranya Engkau akan terus memperbarui iman dan kerohanianku agar aku dapat melayani-Mu dengan setia selama aku hidup.

Dengan dorongan dari kekuatan Allah dan tangan-Nya yang menopangmu, kamu dapat menghadapi apa pun di depanmu.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 51–53; Roma 2

Bagikan Konten Ini
13 replies
  1. melvin Tobondo
    melvin Tobondo says:

    Yah Tuhan Allah bapa kami Yesus Kristus Tuhan kita yang bertahta didalam kerajaan surga, kami mengucap syukur kehadiratmu atas segala berkat dan kasih sayangmu yg engkau berikan didalam kehidupan kami,perbaharuilah iman kerohanian kami bapa agar kami tetap setia melayanimu didalamm kehidupan kami,serta sertailah kami didalam menghadapi segala pergumulan yg kami hadapi saat ini, agar kami dapat mendapatkan jalan penyelesaiannya, terima kasih Tuhan Yesus, terpujilah namamu bapa disurga, Amin

  2. Vierra Priscill Puspa
    Vierra Priscill Puspa says:

    milikilah iman seperti Kaleb… Dan rasakan keajaiban Tuhan dalam hidupmu.. everywhere and everytime … #faith hope love

  3. galih
    galih says:

    Terpujilah ALLAH BAPA Yang Bertakhta di dalam Kerajaan Sorga , anugerah kasih setia-Mu sungguh indah besar buat kami semua , Engkau selalu melimpahkan kekuatan damai sejahtera-Mu pada kami semua , sertai , lindungilah , berkatilah kami semua untuk mampu menyebarkan kasih-Mu yang sungguh besar melalui sikap perbuatan kami pada sesama kami senantiasa. Gbu us all. Amen

  4. Feby Anggraeni
    Feby Anggraeni says:

    teguran lagi di pagi hari. terima kasih atas peringatan akan kekuatan dan pendampingan Tuhan pada saya dan semua yang ada di sini. Amin.

  5. RocknRoll Erick
    RocknRoll Erick says:

    apalah arti diriku tanpa-Mu Tuhan, walaupun begitu besar beban hidup yang aku rasakan saat ini tapi aku yakin dengan topangan tangan-Mu aku pasti dapat melewati semuanya. Terima Kasih untuk semuanya Tuhan Yesus. Amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *