Komunitas

Menegur dengan Maksud Baik

Menegur dengan Maksud Baik

Oleh Yuki Deli Azzolla Malau, Jakarta.

Sewaktu menjadi pengurus di bagian acara persekutuan kampus kami di Pekanbaru, Johan rekan sepelayananku di bidang acara menunjuk Dewi* untuk menjadi singer dalam Kebaktian Awal Tahun Akademik (KATA). Dewi adalah adik tingkat kami yang telah mengikuti pembinaan. Kami menilai Dewi punya relasi yang baik dengan Tuhan.

“Pelayanan” Yang Kurang Pas Disebut Pelayanan

“Pelayanan” Yang Kurang Pas Disebut Pelayanan

Oleh Jeffrey Siauw, Jakarta.

Kalau kita bertanya ke beberapa orang Kristen “apa sih pelayanan?”, aku yakin kita akan mendapat jawaban yang beragam.

Terlalu Fokus Pelayanan Membuatku Lupa Siapa yang Kulayani

Terlalu Fokus Pelayanan Membuatku Lupa Siapa yang Kulayani

Oleh Diana Mangendong, Makassar.

Mengisi masa muda dengan aktif pelayanan terasa melegakan, bukan? Saat generasi milenial sedang sibuk-sibuknya mendongkrak popularitas lewat media sosial, saat dunia sedang ramai berselisih paham antarlingkup perbedaan dan persaingan kekuasaan, kita justru telah dipanggil dan dipilih menjadi kawan sekerja Allah.

Bagaimana Aku Bisa Melayani dengan Sikap Hati yang Benar?

Bagaimana Aku Bisa Melayani dengan Sikap Hati yang Benar?

Oleh Constance Goh, Singapura.

Pada suatu waktu, aku pernah melayani di tujuh pelayanan dan menghadiri lima rapat gereja dalam satu akhir pekan. Aku tidak sedang berusaha menunjukkanmu betapa sucinya aku. Justru, aku sedang memberitahumu betapa konyolnya aku.

Menjadi Pemimpin di Kelompok Kecil, Cara Tuhan Mengubahkan Hidupku

Menjadi Pemimpin di Kelompok Kecil, Cara Tuhan Mengubahkan Hidupku

Oleh Yuki Deli Azzolla Malau, Jakarta.

Sewaktu duduk di bangku kuliah di kota Pekanbaru, aku mengikuti pembinaan dalam sebuah kelompok kecil yang diselenggarakan oleh Komunikasi Mahasiswa Kristen (KMK) di kampusku. Awalnya aku tidak pernah terpikir untuk ikut kegiatan ini. Keadaan ekonomi keluargaku yang sedang sulit membuatku ingin segera lulus dan mendapat nilai terbaik.

Ketika Jumlah Jemaat di Gerejaku Menyusut

Ketika Jumlah Jemaat di Gerejaku Menyusut

Oleh Agustinus Ryanto*, Bandung.

Aku berjemaat di sebuah gereja yang jumlah jemaat aktifnya sekitar 300 orang. Selama bertahun-tahun, aku menikmati indahnya persekutuan yang terjalin antara para jemaat. Rasanya tidak ada sekat yang menjadi pemisah antar golongan di gereja.

Kasih Yang Berakar

Kasih Yang Berakar

SANTAPAN ROHANI
Selasa, 18 November 2014

Baca: Ibrani 13:15-25

Ketika memikirkan tentang seluruh keajaiban dari karya ciptaan Allah yang luar biasa, secara khusus saya terkagum dengan pohon sequoia berukuran raksasa. Raksasa hutan yang mengagumkan itu dapat tumbuh mencapai ketinggian sekitar 90 meter dengan diameter lebih dari 6 meter.

Ketika Dikenal

Ketika Dikenal

SANTAPAN ROHANI
Jumat, 19 September 2014

Baca: Yakobus 5:16-20

Salah satu konflik batin yang tersulit dalam diri kita terjadi ketika hasrat kita untuk dikenal orang berbenturan dengan ketakutan kita untuk dikenali. Sebagai makhluk yang diciptakan serupa dengan gambar Allah, kita diciptakan supaya dikenal—dikenal oleh Allah dan juga oleh sesama.

Bolt Dan Blake

Bolt Dan Blake

SANTAPAN ROHANI
Sabtu, 22 Februari 2014

Baca: Ibrani 10:19-25

Usain Bolt dan Yohan Blake asal Jamaika mengukir sejarah ketika mereka masing-masing mencapai garis akhir pada urutan pertama dan kedua, baik dalam perlombaan lari 100 meter maupun 200 meter bagi pria di Olimpiade London 2012.