Menanggung Beban Kesalahan

Info

Jumat, 22 Maret 2019

Menanggung Beban Kesalahan

Baca: 1 Petrus 3: 8-14

3:8 Dan akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati,

3:9 dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat. Sebab:

3:10 “Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu.

3:11 Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya.

3:12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.”

3:13 Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik?

3:14 Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.

Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan. —1 Petrus 3:9

Daily Quotes ODB

Tanggal 30 Januari 2018, setelah hampir tiga puluh delapan tahun dijebloskan ke penjara, Malcolm Alexander dibebaskan. Bukti DNA telah membebaskan Alexander, yang selama proses pengadilan tetap gigih menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah. Pengacara yang tidak kompeten (belakangan izin praktiknya dicabut), bukti yang tidak kuat, dan taktik penyelidikan yang meragukan telah membuat seseorang yang tidak bersalah harus mendekam dalam penjara selama hampir empat dekade. Namun, ketika dibebaskan, Alexander masih menunjukkan rasa syukur atas anugerah besar yang diterimanya. “Tidak perlu marah,” katanya. ”Saya tidak punya waktu untuk marah.”

Perkataan Alexander itu menunjukkan kebesaran hati yang luar biasa. Seandainya kita diperlakukan tidak adil dan harus mendekam di penjara selama tiga puluh delapan tahun serta kehilangan nama baik, besar kemungkinan kita akan sangat marah dan mendendam. Meskipun Alexander harus menanggung beban kesalahan yang ditimpakan kepadanya selama puluhan tahun, ia tidak mau kalah oleh ketidakadilan itu. Alih-alih menghabiskan energi untuk membalas dendam, Alexander menerapkan apa yang diperintahkan oleh Rasul Petrus: “Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan” (1ptr. 3:9).

Kitab Suci melangkah lebih jauh: daripada membalas dendam, Rasul Petrus justru mendorong kita untuk memberkati (ay.9). Kita mengampuni dan mendoakan mereka yang telah memperlakukan kita secara tidak adil. Tanpa membenarkan perbuatan jahat mereka, kita bisa “membalas” mereka dengan belas kasihan Allah. Tuhan Yesus sudah menanggung dosa-dosa kita di kayu salib supaya kita menerima anugerah-Nya dan meneruskannya kepada orang lain—termasuk mereka yang pernah menyakiti kita. —Winn Collier

Bagaimana kamu dapat berbelaskasihan kepada orang yang telah menyakitimu tanpa membenarkan tindakannya? Bagaimana cara kamu “memberkati” mereka?

Tuhan, sulit untuk tidak membalas mereka yang telah menyakiti hatiku. Tolonglah agar aku mampu menunjukkan belas kasihan dan anugerah-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 10-12; Lukas 1:39-56

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

24 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!