Sang Raja Masih Berkuasa

Info

Minggu, 4 November 2018

Sang Raja Masih Berkuasa

Baca: Mazmur 74:4-8,12-23

74:4 Lawan-lawan-Mu mengaum di tempat pertemuan-Mu dan telah mendirikan panji-panji mereka sebagai tanda.

74:5 Kelihatannya seperti orang mengayunkan tinggi-tinggi sebuah kapak kepada kayu-kayuan yang lebat,

74:6 dan sekarang ukir-ukirannya seluruhnya dipalu mereka dengan kapak dan beliung;

74:7 mereka menyulut tempat kudus-Mu dengan api, mereka menajiskan tempat kediaman nama-Mu sampai pada tanah;

74:8 mereka berkata dalam hatinya: “Baiklah kita menindas mereka semuanya!” Mereka membakar segala tempat pertemuan Allah di negeri.

74:12 Namun Engkau, ya Allah adalah Rajaku dari zaman purbakala, yang melakukan penyelamatan di atas bumi.

74:13 Engkaulah yang membelah laut dengan kekuatan-Mu, yang memecahkan kepala ular-ular naga di atas muka air.

74:14 Engkaulah yang meremukkan kepala-kepala Lewiatan, yang memberikannya menjadi makanan penghuni-penghuni padang belantara.

74:15 Engkaulah yang membelah mata air dan sungai; Engkaulah yang mengeringkan sungai-sungai yang selalu mengalir.

74:16 Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam. Engkaulah yang menaruh benda penerang dan matahari.

74:17 Engkaulah yang menetapkan segala batas bumi, musim kemarau dan musim hujan Engkaulah yang membuat-Nya.

74:18 Ingatlah ini: musuh mencela, ya TUHAN, dan bangsa yang bebal itu menista nama-Mu.

74:19 Janganlah berikan nyawa merpati-Mu kepada binatang liar! Janganlah lupakan terus-menerus nyawa orang-orang-Mu yang tertindas!

74:20 Pandanglah kepada perjanjian, sebab tempat-tempat gelap di bumi penuh sarang-sarang kekerasan.

74:21 Janganlah biarkan orang yang terinjak-injak kembali dengan kena noda. Biarlah orang sengsara dan orang miskin memuji-muji nama-Mu.

74:22 Bangunlah, ya Allah, lakukanlah perjuangan-Mu! Ingatlah akan cela kepada-Mu dari pihak orang bebal sepanjang hari.

74:23 Janganlah lupa suara lawan-Mu, deru orang-orang yang bangkit melawan Engkau, yang terus-menerus makin keras.

Bangkitlah ya Allah, belalah perkara-Mu! —Mazmur 74:22 BIS

Sang Raja Masih Berkuasa

Salah satu tajuk berita menyebutnya sebagai “hari paling mematikan bagi umat Kristen dalam beberapa dasawarsa terakhir”. Dua serangan kepada jemaat Tuhan yang sedang beribadah pada hari Minggu di bulan April 2017 itu sungguh tak masuk akal. Pertumpahan darah di dalam rumah ibadah itu sama sekali tak terjelaskan. Namun, kita dapat sedikit terhibur oleh mereka yang pernah mengalami penderitaan serupa.

Sebagian besar penduduk Yerusalem sedang terbuang dalam pengasingan atau mati dibantai pada saat Asaf menulis Mazmur 74. Dalam ungkapan kepedihan hatinya, Asaf menceritakan penghancuran Bait Suci di tangan para penyerang yang keji, “Musuh-musuh-Mu berteriak-teriak di Rumah-Mu” (ay.4 BIS). “Mereka membakar Rumah-Mu sampai musnah; dan menajiskan tempat Engkau disembah” (ay.7 BIS).

Namun, pemazmur menemukan keteguhan di hadapan kenyataan pahit itu. Keteguhannya itu dapat menguatkan kita juga. Asaf menegaskan, “Sejak semula Engkaulah rajaku, ya Allah, Engkaulah yang menyelamatkan kami” (ay.12 BIS). Kebenaran itu memampukan Asaf untuk memuji kuasa Allah yang dahsyat sekalipun keselamatan-Nya seolah tak terlihat pada saat itu. Asaf berdoa, “Ingatlah perjanjian yang Kaubuat dengan kami, . . . Jangan membiarkan orang tertindas dipermalukan, semoga orang sengsara dan miskin memuji Engkau” (ay.20-21 BIS).

Meskipun keadilan dan belas kasihan seolah tak terlihat, kasih dan kuasa Allah tidak sirna sama sekali. Bersama Asaf, dengan penuh keyakinan kita dapat mengatakan, “Sejak semula Engkaulah rajaku, ya Allah.” —Tim Gustafson

Ya Tuhan, bersama pemazmur kami berdoa untuk kemuliaan Nama-Mu. Kerahkanlah kekuatan dan belas kasihan-Mu. Bangkitlah dan belalah perkara-Mu.

Allah akan membela Nama-Nya sendiri.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 32-33; Ibrani 1

facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

34 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!