Pertanyaan di Hari Natal

Info

Selasa, 4 Desember 2018

Pertanyaan di Hari Natal

Baca: Matius 16:13-21

16:13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”

16:14 Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”

16:15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”

16:16 Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

16:17 Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

16:20 Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.

16:21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” —Matius 16:15

Pertanyaan di Hari Natal

Jauh sebelum kalender menunjukkan bulan Desember, kemeriahan Natal mulai tampak di kota kami yang terletak di wilayah utara. Pepohonan dan semak-semak di halaman sebuah klinik digantungi lampu hias warna-warni sehingga pada malam hari cahayanya berpendar memukau. Kantor lain menghias bangunannya seperti sebuah kado Natal raksasa yang megah. Ke mana pun mata memandang, terlihat jelas adanya semangat Natal—atau setidaknya kegiatan berbagai usaha yang menjajakan produknya menjelang Natal.

Ada yang menyukai tampilan mewah itu, ada pula yang memandang sinis. Namun, pertanyaan terpenting bukanlah bagaimana pandangan orang tentang Natal. Sebaliknya, kita perlu merenungkan apa makna perayaan itu bagi kita masing-masing.

Tiga puluh tahun lebih setelah kelahiran-Nya, Yesus bertanya kepada para murid, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” (mat. 16:13). Mereka pun melaporkan perkataan orang lain: Yohanes Pembaptis, Elia, atau salah satu dari para nabi. Kemudian, pertanyaan Yesus menjadi lebih pribadi sifatnya: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” (ay.15). Petrus menjawab, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup” (ay.16).

Banyak orang merayakan Natal tanpa memikirkan siapa sesungguhnya Bayi yang kelahirannya dirayakan itu. Ketika berbincang dengan mereka, kita dapat menolong mereka memikirkan pertanyaan penting ini: Apakah Natal hanya sebuah kisah mengharukan tentang bayi yang lahir di kandang, ataukah Pencipta kita benar-benar datang kepada ciptaan-Nya dan menjadi manusia seperti kita? —Tim Gustafson

Bapa di surga, kiranya perayaan Natal tahun ini, baik mewah maupun sederhana, dapat memuliakan Sang Mesias yang datang untuk menebus ciptaan-Nya.

Menurutmu, siapakah Yesus?

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 47-48; 1 Yohanes 3

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

24 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!