Apa yang Kita Inginkan?

Senin, 5 Juni 2017

Apa yang Kita Inginkan?

Baca: Roma 8:1-11

8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

8:2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging,

8:4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.

8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.

8:9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.

8:10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.

8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. —Roma 8:11

Apa yang Kita Inginkan?

“Aku telah hidup dari zaman kereta kuda sampai zaman manusia berjalan di bulan,” kata seorang kakek kepada cucunya. Namun, ia merenung, “Aku tak pernah mengira hidup begitu singkat.” Hidup memang singkat, dan banyak dari kita percaya kepada Yesus karena ingin memiliki hidup kekal. Itu tidak salah, tetapi mungkin kita tidak paham betul apa arti hidup kekal itu. Kita cenderung menginginkan hal-hal yang salah. Kita merindukan yang lebih baik, tetapi hanya sampai pada angan-angan. Andai saja aku lulus sekolah. Andai saja aku dapat pekerjaan. Andai saja aku menikah. Andai saja aku pensiun. Andai saja . . . Lalu suatu hari kita bertanya-tanya ke mana saja waktu telah berlalu.

Kenyataannya, hidup kekal itu kita miliki saat ini juga. Rasul Paulus menulis, “Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut” (Rm. 8:2). Lalu ia berkata, “Orang-orang yang hidup menurut Roh Allah, terus memikirkan apa yang diinginkan oleh Roh Allah” (ay.5 BIS). Dengan kata lain, keinginan kita berubah pada saat kita percaya kepada Kristus. Kita akan menerima apa yang paling kita inginkan. “Kalau pikiranmu dikuasai oleh Roh Allah, maka akibatnya ialah hidup dan kedamaian dengan Allah” (ay.6 BIS).

Tidak benar jika kita membayangkan bahwa kita baru akan mengalami hidup yang sejati ketika kita berada di tempat lain, melakukan sesuatu yang lain, atau bersama dengan orang lain. Justru ketika kita menemukan arti hidup kita di dalam Yesus Kristus, penyesalan akan singkatnya hidup ini pun tergantikan dengan sukacita hidup yang berlimpah bersama-Nya, sekarang dan selama-lamanya. —Tim Gustafson

Tuhan, Engkau berkata bahwa Engkau datang untuk memberi kami hidup yang berlimpah, tetapi kami sering memiliki rencana dan tujuan kami sendiri. Ampunilah kami, dan tolonglah kami mengingini apa yang Engkau kehendaki.

Hidup kekal dialami ketika kita mengizinkan Yesus hidup di dalam kita saat ini juga.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 23-24 dan Yohanes 15

Bagikan Konten Ini
32 replies
  1. wienarto
    wienarto says:

    Tuhan, pimpin aku ya Tuhan. Tuhan, aku butuh kasih karunia dan anugrahMu. Aku jadi pemenang sebab Tuhan yang menolong dan membelaku. Amin

  2. Warmadanta Tarigan Gersang
    Warmadanta Tarigan Gersang says:

    Terima kasih Tuhan Yesus. Biarlah roh-Mu diam dalam kami dan membimbing kami untuk menjauhi keinginan daging yg berujung pada dosa. Roh-Mu membuat kami menikmati hidup ini dengan baik dan bersyukur atas segala sesuatu yg Engkau berikan, yg kadang tidak kami sadari. Kiranya Engkau selalu menyertai kami.
    Haleluya..amin.

  3. Terpujilh Allah yg Maha Besar selalu setia memberi KaaihNya pda ank" ku. amin.
    Terpujilh Allah yg Maha Besar selalu setia memberi KaaihNya pda ank" ku. amin. says:

    Amin…biarlah Roh Allah berdiam dlm hidup kami..
    & kehendakMulah yg jadi pda kel.hambamu ini.amin
    Haleluya

  4. Anggreni
    Anggreni says:

    Amien
    Terima Kasih Tuhan, terlalu banyak hal yang Engkau kasih melebihi apa yg saya ingin..
    Terima Kasih untuk pundak dan Hati yang kuat.

  5. Nicholas Vega
    Nicholas Vega says:

    Aplikasi Ini sangat menjadi berkat, karena dengan aplikasi ini kita akan didekatkan selalu oleh Tuhan

  6. putri
    putri says:

    Dengan hidup dalam Kristus, setiap waktu adalah harta utk dinikmati dan dibagi kpd sesama. Semakin bersukacita dan memancarkan kasih Tuhan. Trimakasih Tuhan Yesus-ku…..

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *