Iman Remaja

Sabtu, 2 Oktober 2021

Baca: Ulangan 5:28-33

5:28 Ketika TUHAN mendengar perkataanmu itu, sedang kamu mengatakannya kepadaku, maka berfirmanlah TUHAN kepadaku: Telah Kudengar perkataan bangsa ini yang dikatakan mereka kepadamu. Segala yang dikatakan mereka itu baik.

5:29 Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku dan berpegang pada segala perintah-Ku, supaya baik keadaan mereka dan anak-anak mereka untuk selama-lamanya!

5:30 Pergilah, katakanlah kepada mereka: Kembalilah ke kemahmu.

5:31 Tetapi engkau, berdirilah di sini bersama-sama dengan Aku, maka Aku hendak mengatakan kepadamu segenap perintah, yakni ketetapan dan peraturan, yang harus kauajarkan kepada mereka, supaya mereka melakukannya di negeri yang Kuberikan kepada mereka untuk dimiliki.

5:32 Maka lakukanlah semuanya itu dengan setia, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri.

5:33 Segenap jalan, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, haruslah kamu jalani, supaya kamu hidup, dan baik keadaanmu serta lanjut umurmu di negeri yang akan kamu duduki.”

Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku dan berpegang pada segala perintah-Ku. —Ulangan 5:29

Masa remaja terkadang menjadi masa yang paling menyiksa dalam hidup—bagi orangtua maupun anak. Semasa remaja, saya berusaha “melepaskan diri” dari pengaruh ibu saya dengan terang-terangan menolak nilai-nilai yang diajarkannya dan memberontak terhadap aturan-aturan yang ditetapkannya. Saya melakukannya dengan kecurigaan bahwa semua itu hanya dibuat untuk membuat saya menderita. Sekarang kami sudah berdamai kembali, tetapi waktu itu hubungan kami diwarnai banyak ketegangan. Ibu pasti menyesalkan penolakan saya terhadap nasihat-nasihatnya, karena seandainya saja saya taat, saya bisa terhindar dari banyak penderitaan fisik dan mental yang tidak perlu.

Allah mempunyai kerinduan yang sama untuk anak-anak-Nya, Israel. Allah menyampaikan hikmat-Nya bagi kehidupan manusia lewat apa yang kita kenal sebagai Sepuluh Perintah Allah (Ul. 5:7-21). Meski dapat dilihat sebagai sebuah daftar peraturan, maksud Allah memberikan perintah itu terlihat jelas dalam firman-Nya kepada Musa, yaitu “supaya baik keadaan mereka dan anak-anak mereka untuk selama-lamanya!” (ay.29). Musa memahami kerinduan Allah tersebut, dengan mengatakan bahwa ketaatan umat kepada segala ketetapan-Nya akan membuat mereka menikmati kehadiran Allah yang senantiasa menyertai mereka di negeri tempat tinggal mereka kelak (ay.33).

Kita semua pernah mengalami masa-masa “remaja” dengan Allah, yaitu ketika kita tidak percaya pedoman hidup yang diberikan-Nya adalah sungguh-sungguh demi kebaikan kita. Kiranya kita semakin menyadari bahwa Dia hanya menginginkan yang terbaik bagi kita, dan kita belajar memperhatikan hikmat yang Dia tawarkan. Bimbingan-Nya dimaksudkan untuk menuntun kita menuju kedewasaan rohani dengan menjadikan kita semakin serupa dengan Yesus Kristus (Mzm. 119:97-104; Ef. 4:15; 2Ptr. 3:18). —KIRSTEN HOLMBERG

WAWASAN
Tepat sebelum ucapan Musa kepada orang-orang Israel dalam Ulangan 5:28-32, ia memberikan pengulangan lengkap Sepuluh Perintah Allah (ay. 6-21) dan mengingatkan mereka pada respons awal mereka yang merasa takut dan takjub ketika hadirat Allah melingkupi gunung Sinai (ay. 23-27; lihat Keluaran 20:18-21). Allah menganggap respons takut dan hormat mereka sepenuhnya pantas (Ulangan 5:28). Kemudian, menariknya, kita menangkap adanya kerinduan dalam suara-Nya: “Kiranya hati mereka selalu begitu, yakni takut akan Daku dan berpegang pada segala perintah-Ku” (ay. 29). Kita harus “takut” kepada-Nya dalam pengertian bahwa kita mengakui kekudusan-Nya, menghormati serta menjunjung-Nya, hal mana memang pantas diberikan kepada-Nya, tetapi hati-Nya tetap merindukan kita. Ingatlah Ibrani 4:16: “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” —Tim Gustafson

Iman Remaja

Bagaimana hikmat Allah telah menolong kamu bertumbuh dalam hubungan pribadi dengan-Nya? Aspek mana dalam hidup kamu yang saat ini perlu diubah oleh hikmat-Nya?

Allah yang terkasih, tolonglah aku untuk percaya bahwa Engkau tahu yang terbaik bagiku.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 14–16; Efesus 5:1-16

Bagikan Konten ini
29 replies
  1. Tety Vera hayati br.ginting
    Tety Vera hayati br.ginting says:

    Tuhan sudah punya rencana bagiku dan itu terbaik buat aku ,Tuhan tetap andalkan aku untuk menjadi saksi mu dan serai aku kuat kan aku untuk selalu setia dan tekun kepada Tuhan,
    Amin🙏🏻

  2. Tety Vera hayati br.ginting
    Tety Vera hayati br.ginting says:

    Tuhan sudah labih tau rencana terbaik buat aku,Tuhan berkehendaklah di hidup ku untuk menjadi saksi,berkat kasih mu dihidup ku ,kuatkan aku ,untuk selalu setia dan tekun untuk di ubahkan sesuai rencana-Mu,Amin🙏🏻

  3. rico art
    rico art says:

    Terima kasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan, serta tolong kami, sembuhkan juga orang-orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan, serta beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerah kan segala rencana kehidupan kami kedalam TanganMu saja ya Tuhan, biarlah KehendakMu yang terjadi, terpujilah NamaMu kekal selamanya, amin

  4. akhim tikara
    akhim tikara says:

    sangat menyesal tidak mengindahkan ajaran Firman Tuhan dan nasehat kedua orang tua. kini saya mengalami penderitaan, ketakutan dan kekhawatiran akan perbuatan saya.

    Saat ini saya datang kepada Bapa memohon belas kasih dan pemeliharanNya untuk kelanjutan hidup saya kedepan. Memohon agar Tuhan tidak meninggalkan saya dan memberi saya kekuatan sebab saya mau menjadi berkat bagi sesama. Tuhan Yesus tolong saya karena hanya Engkau yang mampu mengubah hidupku. Amen🙏

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *