Pekerjaan Baik Telah Dipersiapkan

Kamis, 7 Februari 2019

Pekerjaan Baik Telah Dipersiapkan

Baca: Efesus 2:6-10

2:6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,

2:7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.

2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. —Efesus 2:10

Pekerjaan Baik Telah Dipersiapkan

Seorang pria asing bertubuh kekar menghampiri saya dan istri saat kami berjalan kaki di luar negeri. Kami pun langsung ketakutan, mengingat dalam liburan itu kami sudah beberapa kali mengalami perlakuan tidak menyenangkan: dibentak, ditipu, dan diperas orang. Akankah kami mengalami peristiwa buruk lagi? Kami terkejut ketika ternyata orang itu hanya ingin memberi tahu tempat terindah di kotanya. Ia bahkan memberi kami sebatang cokelat, tersenyum, lalu pergi. Tindakan sederhana itu membuat hati kami ceria dan sisa liburan kami terasa menyenangkan. Kami pun berterima kasih—kepada orang tersebut sekaligus Allah yang telah menghibur kami.

Mengapa pria itu berbuat baik kepada dua orang asing seperti kami? Apakah ia memang berkeliling membawa sebatang cokelat sepanjang hari itu, sambil mencari seseorang yang bisa diberkatinya?

Sungguh menakjubkan bagaimana tindakan yang sangat sederhana bisa menghasilkan kebahagiaan yang sangat besar—bahkan mungkin membawa seseorang kepada Allah. Alkitab menyatakan pentingnya perbuatan baik (Yak. 2:17,24). Jika itu tampaknya sulit, kita mendapat kepastian bahwa Allah tidak hanya akan memampukan kita melakukan pekerjaan baik itu, tetapi juga telah mempersiapkan semua pekerjaan itu sebelumnya (Ef. 2:10).

Mungkin Allah telah mengatur kita untuk “berpapasan” dengan seseorang yang membutuhkan penghiburan atau Dia memberi kita kesempatan untuk membantu seseorang. Yang perlu kita lakukan hanyalah menanggapinya dengan taat. —Leslie Koh

Siapa yang bisa kita bantu dan doakan hari ini? Siapa saja yang Allah pertemukan denganmu?

Tuhan, kiranya aku taat membagikan kasih-Mu kepada sesamaku sebagaimana Engkau telah mengasihiku.

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 1-3; Matius 24:1-28

Facebooktwitterreddit

29 replies
  1. Syntia W. Putri Listio
    Syntia W. Putri Listio says:

    amiinn . mksih Yesus sudah mengasihi saya . ajar saya terus untuk juga mengasihi orang lain

  2. esther
    esther says:

    yaa Hal itu ga mudah. ketika hati rasanya tergerak untuk melakukan satu hal (secara rohani), namun kemudian berpikir apakah satu hal tersebut rasional atau tidak, selain itu juga karna khawatir dengan respon orang-orang. untuk menjadi taat dan polos seperti anak kecil itu tidak mudah. semoga kita dimampukan Tuhan untuk melakukannya.

  3. Anna Situmeang
    Anna Situmeang says:

    Amin.
    Jika kita berkomitmen dan berpegng teguh pada prinsip kita pasti semua akan terasa mudah untuk kita saling mengasihi satu sama lain, egois jika kita susah untuk slaing mngasih, karna Tuhan Yesus saja rela mati demi kita dan Ia selalu mengasihi kita. Tuhan Yesus Memberkati

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *