Sebaskom Kasih

Kamis, 29 Maret 2018

Sebaskom Kasih

Baca: Yohanes 13:1-17

13:1 Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.

13:2 Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.

13:3 Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.

13:4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,

13:5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

13:6 Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?”

13:7 Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”

13:8 Kata Petrus kepada-Nya: “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.” Jawab Yesus: “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”

13:9 Kata Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!”

13:10 Kata Yesus kepadanya: “Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.”

13:11 Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: “Tidak semua kamu bersih.”

13:12 Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?

13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.

13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;

13:15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

13:16 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.

13:17 Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.

Sesudah itu Ia menuang air ke dalam sebuah baskom, lalu mulai membasuh kaki pengikut-pengikut-Nya. —Yohanes 13:5 BIS

Sebaskom Kasih

Bertahun-tahun lalu, dalam mata pelajaran fisika, guru kami meminta kami untuk menyebutkan warna dari dinding belakang kelas kami, tanpa kami menoleh ke belakang. Tak satu pun dari kami bisa menjawabnya karena kami memang tidak pernah memperhatikan warna dinding itu.

Terkadang kita melewatkan atau mengabaikan sejumlah hal dalam kehidupan ini karena kita memang tidak sanggup menangkap dan menerima segala sesuatu. Namun, terkadang kita memang tidak menaruh perhatian pada hal-hal yang sebenarnya sudah ada selama ini.

Itulah yang saya alami ketika baru-baru ini membaca lagi cerita tentang Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. Cerita itu sudah kita kenal karena sering dibacakan selama Minggu Sengsara. Kita takjub melihat Juruselamat dan Raja kita mau merendahkan diri untuk membasuh kaki murid-murid-Nya. Pada zaman Yesus, para pelayan Yahudi pun tidak mau melakukan tugas tersebut karena hal itu dianggap merendahkan martabat mereka. Namun, yang saya lewatkan adalah Yesus, yang sepenuhnya manusia dan sepenuh-nya Allah, juga membasuh kaki Yudas Iskariot. Meskipun Yesus tahu Yudas akan mengkhianati-Nya, seperti kita baca dalam Yohanes 13:11, Dia tetap merendahkan diri-Nya dan membasuh kaki Yudas.

Kasih pun tercurah dalam sebaskom air—kasih yang diberikan Kristus bahkan kepada orang yang akan mengkhianati-Nya. Sambil kita merenungkan peristiwa demi peristiwa di sepanjang minggu ini hingga pada perayaan kebangkitan Yesus nanti, kiranya kita juga diberi kerendahan hati untuk dapat meneruskan kasih Yesus kepada para sahabat maupun musuh-musuh kita. —Amy Boucher Pye

Tuhan Yesus Kristus, penuhilah hatiku dengan kasih sehingga aku rela merendahkan diri dan melayani sesamaku demi kemuliaan-Mu.

Karena kasih, Yesus merendahkan diri-Nya dan membasuh kaki murid-murid-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-Hakim 7-8; Lukas 5:1-16

Desain gambar oleh WarungSaTeKaMu & Mesulam Esther

Facebooktwitterreddit

29 replies
  1. paul
    paul says:

    saya suka dgn warung SATE kiranya teman2 yg sebagai penyusun renungan ini tetap diberkati Tuhan pelayanannya,dan keluarganya Amin

  2. Yappi Arwin
    Yappi Arwin says:

    Syalom, sungguh sangat memberkati, kiranya kasih yang dari pada Allah senantiasa mengalir dalam hidup kita. Amin

  3. Merlin Debora Semuel
    Merlin Debora Semuel says:

    terpujilah Tuhan, Raja diatas segala raja. Tuhan Yesus telah memberikan teladan kepada kita, Dia sang penebus membasuh kaki kita, melayani dengan penuh kerendahan hati. mari kita juga melayani Tuhan dengan penuh kasih dan kerendahan rendah hati. Amin.

  4. agusti lim
    agusti lim says:

    Tuhan Yesus terima kasih untuk teladan yang telah Engkau tinggalkan buat kami, kasihMu dan kerendahan hatiMu. Engkau membasuh kaki murid2, satu pekerjaan yang rendah, tapi Engkau rela melakukannya. Menjadi satu intropeksi bagi setiap kami, tatkala kami mulai sombong, kalau dipikirkan apa yang dapat kami sombongkan di dalam hidup ini, Tuhan aja rela melayani dan tidak menganggap statusnya sebagai orang yang lebih berhak untuk dibasuh oleh murid2Nya. Biarlah kami dapat meneladani Engkau, kami belajar untuk mengasihi dan hidup dengan kerendahan hati melayani sesama tanpa memandang muka.

  5. Sulinda Manik
    Sulinda Manik says:

    Terimakasih buat Nats dan Renungan hari ini ,,,! Ajar aku Tuhan utk dapat merendah kan hati bahkan merendahkan diri demi Kemuliaan Mu ,,amin ,,!

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *