Orang Asing dan Pendatang

Kamis, 10 Maret 2016

Orang Asing dan Pendatang

Baca: Ibrani 11:8-16

11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

11:9 Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.

11:10 Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah.

11:11 Karena iman ia juga dan Sara beroleh kekuatan untuk menurunkan anak cucu, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia, yang memberikan janji itu setia.

11:12 Itulah sebabnya, maka dari satu orang, malahan orang yang telah mati pucuk, terpancar keturunan besar, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, yang tidak terhitung banyaknya.

11:13 Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.

11:14 Sebab mereka yang berkata demikian menyatakan, bahwa mereka dengan rindu mencari suatu tanah air.

11:15 Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ.

11:16 Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.

Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah. —Ibrani 11:10

Orang Asing dan Pendatang

Saya memarkir sepeda, lalu menelusuri peta wilayah Cambridge untuk memastikan bahwa saya berada di jalan yang benar. Saya tidak pandai membaca peta dan khawatir dapat tersesat di tengah keruwetan jalanan yang dijejali banyak bangunan bersejarah itu. Saya membayangkan hidup akan begitu indah, karena saya baru saja menikahi seorang pria Inggris dan pindah ke negaranya. Namun sekarang saya justru merasa terkatung-katung. Saya baru bisa berbaur kalau saya berdiam diri, karena jika saya berbicara, dengan seketika saya merasa dianggap sebagai turis asal Amerika. Saya belum tahu apa yang bisa saya lakukan, tetapi saya segera menyadari bahwa menyatukan dua pribadi yang keras kepala dalam pernikahan ternyata lebih sulit daripada yang pernah saya bayangkan.

Saya memahami perasaan Abraham, yang meninggalkan segala sesuatu yang akrab baginya demi menaati panggilan Tuhan untuk hidup sebagai pendatang dan orang asing di tanah yang baru (Kej. 12:1). Ia terus maju menghadapi tantangan budaya yang ada dengan tetap beriman kepada Allah, dan dua ribu tahun kemudian penulis kitab Ibrani menyebutnya sebagai pahlawan (11:9). Seperti tokoh-tokoh lainnya dalam pasal itu, Abraham hidup oleh iman dengan menantikan penggenapan janji Tuhan, sambil mengharapkan dan merindukan rumah surgawinya.

Mungkin selama ini kamu selalu tinggal di kota yang sama, tetapi sebagai pengikut Kristus, kita semua adalah pendatang dan orang asing di bumi ini. Kita melangkah maju oleh iman, dengan menyadari Allah yang memimpin dan membimbing kita, dan dengan iman, kita percaya bahwa Dia takkan pernah membiarkan atau meninggalkan kita. Oleh iman, kita merindukan rumah surgawi kita. —Amy Boucher Pye

Allah Bapa, aku ingin hidup oleh iman, dengan mempercayai janji-Mu dan meyakini bahwa Engkau akan menyambutku dalam kerajaan-Mu. Aku berdoa, tambahkanlah imanku, ya Tuhan.

Allah memanggil kita untuk hidup oleh iman, dengan mempercayai bahwa Dia akan menggenapi setiap janji-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 11-13; Markus 12:1-27

Bagikan Konten Ini
19 replies
  1. Marsella Huwae
    Marsella Huwae says:

    Janji-Mu Tuhan seperti fajar pagi hari yg tdk pernah berhenti bersinar. Mampukan ku hidup utk tetap beriman kpd-Mu Tuhan.

  2. Andreas
    Andreas says:

    Kita hanyalah musafir semata di muka bumi ini… yang mengharapkan suatu langit yang baru, dan bumi yang baru, yang sudah Tuhan sediakan untuk kita semua…. 🙂

  3. Delyanan Napitupulu
    Delyanan Napitupulu says:

    Aku akan selalu mengandalkanMu Tuhan dalam hidupku ,karena ku tau bagimu tidak ada yang mustahil Janjimu selalu ya dan pasti terpujulah Tuhan.

  4. unedo samosir
    unedo samosir says:

    Bagaimana aku mengetahui jalan yang tak pernah ku telusuri tapi Kau menunjukkan sebuah jalan. Aku bahkan tak menghiraukannya. Show me again the right way

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *