Jangan Menyerah!

Jumat, 11 Maret 2016

Jangan Menyerah!

Baca: Ibrani 12:1-11

12:1 Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.

12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

12:3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

12:4 Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.

12:5 Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya;

12:6 karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”

12:7 Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?

12:8 Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.

12:9 Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?

12:10 Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya.

12:11 Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

Marilah kita . . .berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan. —Ibrani 12:1-2

Jangan Menyerah!

Pada tahun 1952, Florence Chadwick berusaha berenang hampir sejauh 42 km dari pantai California ke Pulau Catalina. Setelah berenang selama 15 jam, kabut tebal mulai menghalangi pandangannya. Ia pun kehilangan arah dan menyerah. Ia sangat menyesal setelah menyadari bahwa ia berhenti ketika tujuannya hanya tinggal 1,5 km lagi.

Dua bulan kemudian, Chadwick kembali mencoba berenang ke Pulau Catalina. Kabut tebal kembali menghalanginya, tetapi kali ini, ia berhasil mencapai tujuannya. Prestasi itu menjadikannya sebagai wanita pertama yang berhasil berenang melintasi Kanal Catalina. Chadwick berkata bahwa ia terus membayangkan garis pantai yang akan ditujunya, sekalipun ia tak dapat melihatnya.

Ketika pergumulan hidup mengaburkan pandangan kita, kita beroleh kesempatan untuk belajar memandang tujuan kita dengan mata iman. Kitab Ibrani di Perjanjian Baru mendorong kita untuk “berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita . . . melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan” (12:1-2). Ketika kita merasa ingin menyerah, itulah saatnya bagi kita untuk mengingat bahwa Yesus tidak hanya pernah menderita bagi kita, tetapi saat ini juga Dia sedang memampukan kita untuk menanggung pergumulan yang kita hadapi—sampai suatu hari kelak kita bertemu muka dengan-Nya. —Dennis Fisher

Bapa, terkadang aku merasa tak sanggup menghadapi tantangan hidup ini. Tolonglah agar mataku terus tertuju pada-Mu dan hatiku mempercayai-Mu. Aku bersyukur Engkau sedang menggenapi rencana-Mu yang baik di dalamku.

Kita akan sanggup mencapai garis akhir dengan baik, apabila mata kita terus tertuju kepada Kristus.

Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 14-16; Markus 12:28-44

Bagikan Konten ini
34 replies
  1. Henny
    Henny says:

    Pergumulan yg akhir2 ini aq alami.. berat dan sulit.. tp stlh baca firman ini,aq merasa dikuatkan kembali krn smw yg qta lakukan smw hrs tertuju pada-Nya dan Tuhan Yesus slalu ada bersama2 dgn qta pd situasi apapun.. haleluya amin.

  2. Parnik
    Parnik says:

    Luar biasa. Sebuah hidangan yang begitu bernutrisi untuk mengawali aktivitas hari ini. Thanx…

  3. Masda Siahaan
    Masda Siahaan says:

    Kuatkan kami Tuhan, agar jangan menyerah dalam pergumulan hidup yang sedang kami hadapi. Terimakasih Tuhan buat firmanMu pagi ini. Amin

  4. FERRYKA
    FERRYKA says:

    Banyak hal yang sering kali membuat kita down, ketika dikantor ada masalah dengan cust, ketika dirumah ada masalah dengan dirumah, ketika di tempat lain, ada masalah lain lagi, sempet juga merasa kq kayanya masalah ngga ada abisnya ya kaya sinetron aja bersambung mulu, hehehe. Tapi yang dikatakan oleh Paulus ini mengingatkan saya, kalau ga ada masalah pasti saya ngga akan belajar, pada ay7-8 dikatakan kita adalah anak anak Allah, Allah adalah Bapa kita, tidak ada anak yang tidak dihajar oleh ayahnya, dengan begitu kita dididik menjadi anak yang tangguh. dan dibalik itu semua sebenarnya ada maksud Tuhan, ay11 tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.
    Jadi, jangan menyerah!

  5. Ryvia Lidya Steffanie
    Ryvia Lidya Steffanie says:

    Trimakasih Tuhan. Ingatkan kami bahwa saat kami mengalami masalah dan pergumulan hidup yg membuat kami putus asa, kiranya kami menyadari bahwa disaat2 seperti itulah iman kami Engkau latih, agar belajar utk s’lalu bersandar padaMu. Sebab penderitaan yg kami alami tidak sebanding dgn penderitaanMu dikayu salib yang menderita secara psikis dan jasmani ya Bapa. Ajari kami utk s’lalu beriman dan memandang kepada Engkau ya Tuhan dlm sgala keadaan kami dlm suka maupun duka, sampai kita bertemu kembali bertatap muka di KerajaanMu yang kudus. Amin.

  6. rita romli
    rita romli says:

    Kakuatian ku lenyap wlpn masalah ku blm lenyap. Iman dan pengharapan menguatkan aku untuk tetap bersandar pd Yesus. Haleluya

  7. Keyko Halapiry
    Keyko Halapiry says:

    walau terkadang merasa sudah tak mampu lagi, tp saya percaya Tuhan tak akan pernah lepas tangan dr saya. Terima kasih Tuhan Yesus utk semua yg sudah terjadi. biarlah semua yg terjadi ini, bisa menjadi berkat bagi saya.

    terimakasih utk renungannya, benar² terberkati..

  8. Hendy Carolz Chris
    Hendy Carolz Chris says:

    it’s answer from God to me.. baru saja ini ku menanyakan keberadaan Tuhan Yesus dimana.. karena beban hidup yg ku rasakan terlalu berat bagiku.. tp Tuhan ingatkan diriku dan setiap kita adalah anak Tuhan.. bukan anak gampangan.. jadi kita diberikan permasalahn ini semua adalah untuk membuat diri kita sempurna sama seperti Dia adalah sempurna.. Jesus so awesome on our life guys.. :’)

  9. Deka
    Deka says:

    Arahkan hatiku dan keluargaku hanya tertuju padaMu Yesus. Pimpin kami smua Roh Kudus. Amen.Gbus.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *