Kasih Yesus Untuk Semua

Info

Minggu, 2 Maret 2014

Kasih Yesus Untuk Semua

Baca: Yohanes 19:17-24

19:17 Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.

19:18 Dan di situ Ia disalibkan mereka dan bersama-sama dengan Dia disalibkan juga dua orang lain, sebelah-menyebelah, Yesus di tengah-tengah.

19:19 Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.”

19:20 Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani.

19:21 Maka kata imam-imam kepala orang Yahudi kepada Pilatus: “Jangan engkau menulis: Raja orang Yahudi, tetapi bahwa Ia mengatakan: Aku adalah Raja orang Yahudi.”

19:22 Jawab Pilatus: “Apa yang kutulis, tetap tertulis.”

19:23 Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk tiap-tiap prajurit satu bagian–dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja.

19:24 Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: “Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya.” Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: “Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku.” Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.

Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, . . . dan di situ Ia disalibkan mereka. —Yohanes 19:17-18

Kasih Yesus Untuk Semua

Sesuatu yang agak tidak biasa terjadi. Hari itu, tiga kali saya mendengar sebuah lagu yang sama. Siang harinya, saya menghadiri kebaktian puji-pujian di sebuah panti wreda. Dalam doanya di akhir kebersamaan kami, Willie, salah seorang wanita penghuni panti, berkata, “Mari kita nyanyikan, ‘Yesus Sayang Padaku’.” Malam harinya, saya menghadiri pertemuan dengan kaum muda yang juga menyanyikan lagu itu dengan ketukan irama dari tangan dan kaki mereka. Kemudian di penghujung malam itu, saya menerima pesan di telepon yang berisi rekaman suara cucu keponakan saya yang berumur 2½ tahun. Dengan suara lembut nan merdu ia bernyanyi, “Walau ‘ku kecil, lemah, aku ini milik-Nya.” Baik yang berusia 90-an tahun, anak-anak muda, maupun seorang balita sama-sama menyanyikan lagu tersebut hari itu.

Setelah mendengarkan lagu sederhana itu tiga kali, saya mulai berpikir bahwa Tuhan mungkin hendak mengatakan sesuatu kepada saya. Sebenarnya, Dia telah menyatakannya sejak dahulu kala: “Aku mengasihimu.” Kita membaca di Yohanes 19 bahwa Dia membiarkan orang-orang untuk menaruh mahkota duri di kepala-Nya, mengolok-olok-Nya, memukul-Nya, menelanjangi-Nya, dan menyalibkan-Nya (ay.1-6). Dia punya kuasa untuk menghentikan mereka, tetapi Dia tidak banyak berkata-kata (ay.11). Dia melakukan semuanya itu karena kasih-Nya demi menebus kita dari dosa dan menyelamatkan kita dari penghakiman.

Seberapa besar kasih Allah kepada kita? Yesus merentangkan tangan-Nya dan dipaku di kayu salib. Dia mati untuk kita, dan bangkit kembali. Itulah bukti kasih-Nya bagi siapa saja, tua atau muda. —AMC

Yesus sayang padaku;
Alkitab mengajarku.
Walau ‘ku kecil, lemah,
Aku ini milik-Nya. —Warner
(Kidung Jemaat, No. 184)

Ukuran sejati dari kasih Allah adalah Dia mengasihi dengan kasih yang tak terukur! —Bernard dari Clairvaux

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

3 Komentar Kamu

  • Kasih Bapa untuk semua, konteks tidak terbatas, luas dan dalam. Demikian IA datang ke dunia untuk membayar lunas dosa-dosa seluruh manusia.

    Terimakasih Bapa,
    Amin.

  • Ketika Kita sudah menerima kasih tersebut, lebing lengkap perintah Allah yang mengatakan kasihilah sesamu manusia seperti aku mengasihi engkau. Jadi ketika kita sudah menerima kasih itu, Bagikan kasiih itu kepada sesama kita juga. Thanks Lord 😀

    Gbu

  • Love is not measurable….
    I love you to God…

Bagikan Komentar Kamu!