Melihat dan Termenung

Rabu, 28 Maret 2018

Melihat dan Termenung

Baca: Lukas 23:44-49

23:44 Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga,

23:45 sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.

23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.

23:47 Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: “Sungguh, orang ini adalah orang benar!”

23:48 Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.

23:49 Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat, termasuk perempuan-perempuan yang mengikuti Dia dari Galilea, berdiri jauh-jauh dan melihat semuanya itu.

Pandanglah dan lihatlah, apakah ada kesedihan seperti kesedihan yang ditimpakan Tuhan kepadaku? —Ratapan 1:12

Melihat dan Termenung

Dalam lagu “Look at Him” (Pandanglah Dia), Rubén Sotelo, pencipta lagu asal Meksiko, menggambarkan Yesus yang tergantung di kayu salib. Sotelo mengajak kita untuk melihat Yesus dan termenung, karena tak satu pun kata dapat terucap saat kita menghayati kasih yang Yesus tunjukkan di kayu salib. Dengan iman, kita dapat membayangkan adegan yang digambarkan dalam Injil. Kita dapat membayangkan salib dan darah Yesus, serta paku dan penderitaan yang dialami-Nya.

Saat Yesus mengembuskan napas terakhir-Nya, orang banyak “yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri” (Luk. 23:48). Yang lainnya “berdiri jauh-jauh dan melihat semuanya itu” (ay.49). Mereka melihat dan diam termenung. Hanya satu orang yang berbicara, yakni seorang kepala pasukan, yang mengatakan, “Sungguh, orang ini adalah orang benar!” (ay.47).

Banyak lagu dan puisi telah ditulis untuk menggambarkan kasih yang agung itu. Bertahun-tahun sebelumnya, Nabi Yeremia menulis tentang kepedihan yang dialami Yerusalem setelah kehancurannya. “Acuh tak acuhkah kamu sekalian yang berlalu?” (Rat. 1:12 BIS). Yeremia mengajak orang-orang untuk melihat dan memperhatikan; menurutnya tidak ada penderitaan yang lebih besar daripada penderitaan Yerusalem. Namun, apakah ada penderitaan yang sama seperti penderitaan Yesus?

Kita semua berjalan melewati jalan salib itu. Akankah kita melihat dan menghayati kasih-Nya? Di masa Paskah ini, ketika pujian dan puisi tidak cukup untuk mewakili rasa syukur kita dan untuk menggambarkan kedalaman kasih Allah, luangkanlah waktu sejenak untuk merenungkan kematian Yesus Kristus; dan dalam keteduhan hati kita, bisikkanlah tekad pengabdian kita yang tulus kepada-Nya. —Keila Ochoa

Tuhan Yesus, saat aku melihat salib-Mu, rasa syukurku atas pengorbanan-Mu yang sempurna sungguh tak terungkapkan dengan kata-kata. Aku bersyukur atas kasih-Mu.

Lihatlah salib Kristus dan sembahlah Dia.

Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-Hakim 4-6; Lukas 4:31-34

Bagikan Konten Ini
39 replies
  1. agusti lim
    agusti lim says:

    oh Tuhan Yesus, sungguh ku takjub saat kurenungkan salibMu, tak kuasa menahan tangis, tak terbayang jalan yang harus Engkau lalui demi manusia yang berdosa. Tuhan, terima kasih untuk kasih dan pengorbananMu.

  2. Yohanes
    Yohanes says:

    Terima kasih Tuhan buat pengorbanan Mu bagiku. Bimbinglah aku dan mampukanlah aku untuk hidup kudus dalam Anugerah Keselamatan-Mu. Terpujilah Tuhan Yesus Juruselamatku.

  3. DM TELAUMBANUA
    DM TELAUMBANUA says:

    Terima kasih Tuhan Engkau sungguh baik, Engkau sangat baik dan teramat baik bagi kami, Kasih Mu sungguh luar biasa bagi kami manusia yang berdosa,agung dan mulia, Engkau mengambil alih penderitaan yang seharusnya kami tanggung akibat dosa dosa kami, supaya kami tidak binasa, melainkan memperoleh hidup, supaya kami bisa kembali nanti nya dan berada di tempat Allah yang menciptakan kami,di sorga.Duh…Tuhan, terima kasih untuk Kasih Mu itu, tolong kami untuk tidak menyianyiakan Kasih Mu itu.Terpujilah Tuhan Haleluya Aminn!

  4. lora
    lora says:

    karna pengorbanan Mu di atas kayu salib sangat luar biasa menebus dosa Ku, sungguh ku sanggat bangga mempunyain Allah seperti Engkau, tak henti-hentinya aku mengucap syukur buat segala pengorbanan Mu dalam hidup ku yang penuh dosa ini..

  5. ien g
    ien g says:

    haleluyah,,,,,salibNya,,,,salibNya selama mulia,,,,selamat menyonsong memperingati kematian Tuhan Yesus Kristus di kayu salib,,,amin

  6. Orel Yermia Yosua Kojo
    Orel Yermia Yosua Kojo says:

    trima kasih untuk salib Kristus yg mengingatkan kita ketika kita memandangnya, baik di atas gereja, di gambar atau pada kalung orang bahwa salib yg awalnya adalah suatu kehinaan kini menjadi suatu sukacita yang besar

  7. cuncun tampubolon
    cuncun tampubolon says:

    Karena SalibMU kuhidup dan di selamatkan dari maut kepada hidup yang kekal,terima kasih Tuhan Yesus atas pengorbananMU,Amin

  8. Lio Bijumes Frand
    Lio Bijumes Frand says:

    Dialah yang melihatku lebih dari siapapun, bahkan mengenal aku lebih dari diriku sendiri. Sungguh indah bersamamu Tuhan Yesus.

  9. Hardiansyah Saragih Manihuruk
    Hardiansyah Saragih Manihuruk says:

    Tuhan yesus kuatkanlah imanku dan tuntunlah aku agar tetap pada jalan-Mu amin

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *