Juruselamat Seperti Apakah Dia?

Info

Rabu, 9 Januari 2019

Juruselamat Seperti Apakah Dia?

Baca: Yohanes 6:47-51,60-66

6:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.

6:48 Akulah roti hidup.

6:49 Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.

6:50 Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.

6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

6:60 Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?”

6:61 Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?

6:62 Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?

6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

6:64 Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.

6:65 Lalu Ia berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.”

6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. —Yohanes 6:66

Juruselamat Seperti Apakah Dia?

Tahun lalu, saya dan teman-teman mendoakan kesembuhan tiga wanita yang berjuang melawan kanker. Kami tahu Allah berkuasa melakukannya, maka setiap hari kami meminta-Nya untuk menyembuhkan mereka. Kami pernah melihat karya-Nya di masa lalu dan percaya bahwa Dia sanggup melakukannya lagi. Ada hari-hari ketika mereka tampaknya benar-benar akan sembuh, dan itu sempat membuat kami bersukacita. Namun, ketiganya meninggal dunia pada musim gugur tahun lalu. Kata orang, kematian adalah “kesembuhan sejati”, dan memang kita bisa melihatnya seperti itu. Namun, kepergian mereka tetap menyakitkan. Kami ingin Allah menyembuhkan mereka—dalam kehidupan yang sekarang—tetapi entah mengapa, tak ada mukjizat yang terjadi.

Sebagian orang mengikut Yesus karena mukjizat yang Dia lakukan dan untuk memenuhi kebutuhan mereka (Yoh. 6:2,26). Sejumlah orang hanya memandang-Nya sebagai anak tukang kayu (Mat. 13:55-58), dan yang lain mengharapkan Dia menjadi pemimpin politik (Luk. 19:37-38). Sebagian orang menganggap-Nya sebagai guru yang hebat (Mat. 7:28-29), sementara yang lain berhenti mengikut Dia karena ajaran-Nya sulit dimengerti (Yoh. 6:66).

Yesus tidak selalu memenuhi harapan-harapan kita terhadap-Nya. Namun, Dia jauh melebihi yang dapat kita bayangkan. Dialah pemberi hidup kekal (ay.47-48). Dia baik dan bijaksana; Dia mengasihi, mengampuni, menyertai, dan memberi kita penghiburan. Kiranya kita menemukan kelegaan dalam Yesus sebagaimana adanya Dia dan tetap setia mengikuti-Nya. —Anne Cetas

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau adalah Juruselamat yang kami butuhkan. Lingkupi kami dengan kasih-Mu dan ajar kami untuk sepenuhnya percaya kepada-Mu.

Kepada-Mu aku percaya, ya Tuhan, aku berkata: “Engkaulah Allahku!” Mazmur 31:15

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 23-24; Matius 7

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

29 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!