Orang Biasa, Iman Luar Biasa

Jumat, 8 Oktober 2021

Baca: Ibrani 11:1,32-40

11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

11:32 Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi,

11:33 yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa,

11:34 memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.

11:35 Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik.

11:36 Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.

11:37 Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.

11:38 Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.

11:39 Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.

11:40 Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.

Mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik. —Ibrani 11:39

Ketika Anita meninggal dunia dalam tidur pada hari ulang tahunnya yang kesembilan puluh, kepergiannya yang tenang mencerminkan kehidupannya yang juga tenang. Sebagai seorang janda, Anita telah membaktikan diri untuk anak-anak dan cucu-cucunya, serta menjadi sahabat bagi saudari-saudari yang lebih muda di gereja.

Anita sendiri bukanlah orang dengan bakat atau pencapaian yang luar biasa. Akan tetapi, imannya yang teguh kepada Allah telah menjadi inspirasi bagi orang-orang yang mengenalnya. Seorang teman berkata, “Ketika saya sedang menghadapi masalah dan tidak tahu harus berbuat apa, saya tidak memikirkan apa kata seorang pengkhotbah atau penulis terkenal. Saya justru ingin tahu apa yang akan dikatakan oleh Anita.”

Banyak di antara kita seperti Anita—orang biasa yang menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja. Nama kita tidak akan pernah masuk berita, dan tidak akan ada monumen yang dibangun untuk mengenang kita. Namun, kehidupan yang dijalani dengan iman kepada Yesus tidak pernah biasa-biasa saja. Beberapa orang yang tercatat dalam Ibrani 11 juga tidak disebutkan namanya (ay.35-38); mereka tidak terkenal dan juga tidak memperoleh upah yang dijanjikan kepada mereka semasa hidup (ay.39). Meski demikian, karena mereka menaati Allah, iman mereka tidaklah sia-sia. Allah memakai hidup mereka dengan cara-cara yang melampaui keadaan mereka yang tidak terkenal (ay.40).

Jika kamu berkecil hati dengan hidup kamu yang kelihatannya biasa-biasa saja, ingatlah bahwa kehidupan yang dijalani dengan iman kepada Allah akan berdampak hingga kekekalan. Sekalipun kita biasa-biasa saja, kita dapat memiliki iman yang luar biasa. —KAREN HUANG

WAWASAN
Ibrani 11 disebut juga “Panggung Iman.” Menulis untuk mendorong orang-orang Yahudi yang percaya kepada Yesus untuk tetap setia di tengah penderitaan yang diakibatkan oleh penganiayaan berat, penulis anonim menjabarkan contoh-contoh yang spesifik dari orang-orang yang hidup “dengan iman” (ay. 4-31). Ia menutup pasal ini dengan gambaran tentang orang-orang setia yang tidak disebutkan namanya, yang tidak terhitung banyaknya (ay. 32-38) “sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik”, tetapi “mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu” (ay. 39). Ibrani 11 adalah suatu pengingat bahwa satu-satunya jalan untuk hidup dan menyenangkan Allah adalah dengan iman (ay. 6). Mereka yang hidup “dengan iman” memilih hidup sebagai “orang asing dan pendatang di bumi ini” (ay. 13). Mereka menolak untuk kembali kepada kehidupan penuh dosa yang telah mereka tinggalkan, tetapi “merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi” (ay. 16). —K. T. Sim

Orang Biasa, Iman Luar Biasa

Dari hidup kamu sehari-hari, dalam aspek apa kamu dipanggil Allah untuk menerapkan iman? Bagaimana Dia dapat menolong kamu untuk lebih taat dan setia kepada-Nya?

Allah yang setia, mampukanlah aku untuk senantiasa percaya dan taat kepada-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 30–31; Filipi 4

Bagikan Konten Ini
40 replies
  1. Sri Ningsih Sihombing
    Sri Ningsih Sihombing says:

    Mampukan aku Tuhan Yesus untuk senantiasa percaya, taat dan setia kepada Mu🥺🙏

  2. rico art
    rico art says:

    Terima kasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau limpah kan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan, serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit akibat dari pandemi ini ya Tuhan. dan beri kekuatan kepada yang terkena bencana, kami menyerahkan segala rencana kehidupan kami ke dalam tanganMu saja ya Tuhan,biarlah KehendakMu yang terjadi, terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

  3. 20-099 Nover Hiskhia Simanjuntak
    20-099 Nover Hiskhia Simanjuntak says:

    Terpujilah Engkau ya Tuhan
    Mampukanlah kami agar tetap teguh dalam iman kepada-Mu🙏

  4. 20-099 Nover Hiskhia Simanjuntak
    20-099 Nover Hiskhia Simanjuntak says:

    Terpujilah Engkau ya Tuhan
    Mampukanlah kami agar tetap teguh dalam iman kepada-Mu 🙏

  5. Tian Aprida
    Tian Aprida says:

    dalam aspek apa kamu dipanggil Allah untuk menerapkan iman? menurut saya mungkin pada saat bekerja saya tulis ikhlas.
    bagaimana Dia dpt menolong kamu utk lebih taat dan setia kepada Nya? mungkin menurut saya pada saat-saat saya mengalami masalah atau pergumulan disitu Tuhan meningatkan saya lebih dekat denganNya dan memanggil nama Tuhan Yesus

Bagikan Komentar Kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *