Berusaha Sehati Sepikir

Kamis, 7 Oktober 2021

Baca: Filipi 3:12-16; 4:1-2

3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.

3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,

3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

3:15 Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu.

3:16 Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh.

4:1 Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!

4:2 Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan.

Kalau di antaramu ada yang berpendapat lain, maka Allah akan menjelaskannya juga kepadamu. —Filipi 3:15 BIS

Ketika kamu menancapkan steker untuk menyalakan alat pemanggang roti, sebenarnya kamu sedang menikmati hasil dari perseteruan sengit yang terjadi di akhir abad ke-19. Saat itu, penemu Thomas Edison dan Nikola Tesla berselisih tentang arus listrik mana yang paling tepat untuk dikembangkan: arus searah (DC), seperti arus yang mengalir dari baterai ke senter; atau arus bolak-balik (AC), yang kita dapatkan dari saklar listrik.

Pada akhirnya, ide AC milik Tesla yang terpilih dan sekarang telah digunakan untuk memasok aliran listrik ke banyak rumah, usaha, dan komunitas di seluruh dunia. AC jauh lebih efisien dalam menyalurkan listrik melintasi jarak yang jauh dan terbukti merupakan pilihan yang lebih bijaksana.

Terkadang kita membutuhkan hikmat ketika menghadapi perselisihan antara sesama orang percaya (lihat RM. 14:1-12). Rasul Paulus menyerukan kepada kita untuk mencari pertolongan Allah agar semua pihak memperoleh kejelasan yang diperlukan. Ia berkata, “Kalau di antaramu ada yang berpendapat lain, maka Allah akan menjelaskannya juga kepadamu” (flp. 3:15 BIS). Beberapa ayat kemudian, kita melihat akibat dari sikap dua orang yang membiarkan perbedaan memisahkan mereka—suatu konflik yang membuat Paulus sedih: “Euodia kunasihati dan Syntyche kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan” (4:2).

Manakala perbedaan pendapat mulai memecah belah persekutuan, kiranya kita memohon anugerah Allah, menemukan hikmat yang diberikan-Nya lewat Kitab Suci, mencari nasihat dari saudara seiman yang dewasa rohani, dan mengandalkan kekuatan doa. Mari berusaha untuk “sehati sepikir” di dalam Tuhan (ay.2). —DAVE BRANON

WAWASAN
Ketika Paulus mengatakan “ini yang kulakukan” (Filipi 3:13), “ini” mengacu kepada satu pikiran atau terus-menerus didorong oleh satu tujuan yang meliputi semua. Seperti seorang atlet yang harus mengabaikan gangguan yang berusaha mengalihkan perhatiannya agar bisa berhasil (ay. 13-14), orang percaya dipanggil untuk fokus dan mengarahkan diri kepada satu tujuan. Tujuan itu dinyatakan dalam ayat 10: “mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan [ikut serta] dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.” Oleh karena itu, “mengenal” Kristus di sini bukanlah soal pengetahuan intelektual, tetapi suatu pengalaman “persekutuan” (ay. 10) dalam hakikat Yesus melalui persatuan kita dengan Dia melalui Roh Kudus. Ketika kita semakin dekat kepada Kristus melalui Roh Kudus, kita juga mengalami kuasa kebangkitan-Nya, dan pada akhirnya, ketika Dia kembali, kebangkitan tubuh kita. —Monica LaRose

Berusaha Sehati Sepikir

Bagaimana kamu dapat menerapkan kasih dan hikmat Allah dalam perselisihan yang kamu hadapi saat ini karena perbedaan pendapat? Mengapa doa sangat penting bagi kamu saat menghadapi konflik tersebut?

Ya Allah, hidup ini begitu rumit. Aku sedang berada dalam masalah, dan aku tidak tahu harus berbuat apa. Tolonglah aku memahami dan menentukan yang harus kulakukan dengan pertolongan Roh Kudus.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 28–29; Filipi 3

Bagikan Konten ini
32 replies
  1. rico art
    rico art says:

    Terimakasih Tuhan atas banyak berkat yang selalu Engkau Limpahkan kepada kami hari lepas hari, pimpin dan kuatkanlah kami dimanapun kami berada ya Tuhan serta tolong kami, sembuhkan juga orang – orang disekitar kami dari segala macam penyakit penyakit dan beri kekuatan kepada yang terkena bencana , kami menyerahkan segala rencana kehidupan kami kedalam tanganMu saja ya Tuhan, biarlah kehendakMu yang terjadi, terpujilah namaMu kekal selamanya, amin

  2. Michelle Emmanuelle
    Michelle Emmanuelle says:

    Perenungan hari ini kalo aku pikir emang bener klo berbeda pendapat pasti terjadi yang namanya perselisihan. Lwt renungan hr ini aku diingatkan ketika terjadi perselisihan karena berbeda pendapat aku mau berusaha utk meminta pertolongan hikmat dari Tuhan supaya perselisihan tsb dapat diselesaikan dengan baik dan berusaha utk bisa sehati sepikir di dalam Tuhan 🙌🏻

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *