Zona Telepon

Jumat, 2 Maret 2018

Zona Telepon

Baca: 1 Tesalonika 5:16-24

5:16 Bersukacitalah senantiasa.

5:17 Tetaplah berdoa.

5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

5:19 Janganlah padamkan Roh,

5:20 dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.

5:21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

5:22 Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.

5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

5:24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

Tetaplah berdoa. —1 Tesalonika 5:17

Zona Telepon

Salah satu manfaat telepon seluler (ponsel) adalah kita dapat menghubungi dan dihubungi orang lain kapan saja, di mana saja, dan hampir tidak terbatas. Alhasil, banyak orang menelepon atau menulis pesan pendek selagi mengemudi, dan perbuatan itu mengakibatkan terjadinya sejumlah kecelakaan mobil yang mengerikan. Guna menghindari musibah tersebut, banyak tempat di dunia telah melarang penggunaan ponsel saat mengemudi. Di Amerika Serikat, rambu-rambu lalu lintas dipasang di mana-mana untuk mengingatkan para pengemudi tentang zona khusus ponsel. Keberadaan zona itu memungkinkan para pengemudi untuk menepi dan melakukan panggilan telepon atau menulis pesan sebebasnya.

Pembatasan terhadap penggunaan ponsel memang baik bagi keselamatan para pengemudi, tetapi ada sebuah bentuk komunikasi lain yang tidak pernah dibatasi, yaitu doa. Allah mengundang kita untuk berseru kepada-Nya kapan saja, baik dalam perjalanan maupun saat berdiam di suatu tempat. Dalam Perjanjian Baru, Rasul Paulus menasihatkan setiap orang yang ingin berkomunikasi dengan Allah untuk senantiasa berdoa (1Tes. 5:17). Nasihat Paulus untuk menghampiri Allah di dalam doa itu dirangkai dengan dorongan untuk senantiasa bersukacita (ay.16) dan untuk mengucap syukur dalam segala hal (ay.18). Allah menyerukan kepada kita untuk terus bersukacita dan bersyukur—itulah ungkapan iman kepada Allah melalui Kristus yang dilandaskan pada doa yang dinaikkan terus-menerus.

Allah selalu bersedia mendengar seruan yang kita naikkan secara spontan maupun bercakap-cakap dengan kita untuk waktu yang panjang. Dia menerima kita ke dalam suatu hubungan dengan-Nya, dan kita boleh terus-menerus membawa segala sukacita, ucapan syukur, kebutuhan, pertanyaan, dan keprihatinan kita kepada-Nya (Ibr. 4:15-16). Kita selalu berada dalam zona doa. —Bill Crowder

Tuhan, aku bersyukur karena Engkau mau mendengarkanku. Aku membutuhkan-Mu hari ini.

Akses menuju takhta Allah selalu terbuka.

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 26-27; Markus 8:1-21

Artikel Terkait:

Mengapa Enggan Berdoa?

Bagikan Konten Ini
45 replies
  1. agusti lim
    agusti lim says:

    membangun komunikasi dengan TUHAN melalui doa. di dalam doa, aku belajar berserah kepadaMu, segala hal dapat kuutarakan, dan dengan setia aku menanti kehendakMu dinyatakan di dalam hidup kami.

  2. rayida
    rayida says:

    Tuhan adalah gunung batu perlindunganku.
    Berdoa membuat jiwa ada sukacita, damai sejahtera, dan keberanian menghadapi “angin ribut” dunia, hari-hari yang jahat, dan berbagai “ranjau” dunia yang mematikan.

  3. Sara Novita Victoria
    Sara Novita Victoria says:

    Sangat besarnya kerinduan Allah pada kita hingga Ia mau adanya komunikasi yg terjalin sepanjang waktu. Doa adalah jembatan utk kita menyampaikan & menerima. Menyampaikan segala kebingungan, kekhawatiran, ucapan syukur, permohonan. Menerima kemuliaan Nya, hikmat Nya, kehendak Nya.
    Berdoa adalah nafas hidup kita, maka lakukan seiring kita bernafas.

  4. stella
    stella says:

    Tuhan Yesus terimakasih karena Kau telah sediakan waktu meditasi suci buat kami umat mu, terimakasih Kau tak pernah melimitkan waktu untuk kami buat berdoa atau berkomunikasi kepada Mu,, haleluya Amiin

  5. Edy Susanto
    Edy Susanto says:

    Doa…alat komunikasi tanpa batas kepada Tuhan.Utarakan segala yg ingin kita sampaikan kepadaNYA…baik ucapan syukur ataupun setiap pergumulan kita.DIA pasti mendengarnya…ucapkanlah syukur setiap saat kepada Tuhan…Dialah yg empunya hidup Kita…. Dalam Nama Tuhan Yesus…amien

  6. Lixpen Saritua Panjaitan
    Lixpen Saritua Panjaitan says:

    Terimakasih buat Penyertaanmu Tuhan kepada kami umatmu..
    kiranya kami selalu mengandalkan mu dalam setiap langkah kehidupan kami..
    amin. Semangaat !!

  7. Dumaria Manurung
    Dumaria Manurung says:

    aku bangga punya Tuhan Yesus , krn Dia selalu menerima kita apa adany , haleluya terpujilah Tuhan. Amin.

  8. Ninety's Pakpahan
    Ninety's Pakpahan says:

    Doa adalah jembatan bagi kita untuk bertemu dengan Tuhan kita.
    Yesus aku percaya bahwa Engkau hanya sejauh Doa
    Amin…

  9. Sulinda Manik
    Sulinda Manik says:

    Tetap lah Berdoa ,,,Sebab Tuhan tdk jauh ,,,Dia ada dalam Doa ,amin ,,! God Bless Us ,,

  10. betesda pindonta sinukaban
    betesda pindonta sinukaban says:

    satu hal yang aku percaya bahwa kekuatan doa itu luarbiasa dan melebihi segalanya, amin.

  11. dave geraldo manuputty
    dave geraldo manuputty says:

    FIRMANNYA SANGAT MEMBERKATI SAYA UNTUK TERUS BERDOA KEPADA TUHAN untuk bangsa kita

  12. Domianus Fieldo
    Domianus Fieldo says:

    Puji Tuhan, Doa adalah nafas orang beriman atau dapat disebut berkomunikasih dengan Allah.
    dalam doa kita harus mengucap syukur atas semua yg Tuhan beri kepada kita sepanjang hari. mengucap syukur bukan hanya dengan mengucapkannya saja tetapi kita harus benar benar mengucap syukur, jangan ada keluhan atau penyesalan atas semua yg diberi Tuhan. kasih Tuhan lebih berharga dibandingkan dengan harta atau uang. Untuk itu bersyukurlah saudara2 akan hidupmu dan teruslah Berdoa kepada Tuhan Allah kita Yesus Kristus.
    Aminnnnn

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *