Mengapa Enggan Berdoa?

Info

Oleh: Radius S.K.Siburian

mengapa-enggan-berdoa

Aku yakin kita semua sudah sering mendengar tentang doa. Aku bahkan yakin bahwa banyak di antara teman-teman yang telah atau setidaknya pernah merasakan kuasa Tuhan yang menjawab permohonan doa kita. Contoh yang mungkin pernah kita semua alami adalah saat ujian. Kita jadi begitu rajin menyebut nama Tuhan, memohon pertolongannya agar kita bisa lulus dengan nilai yang baik. Contoh lain, saat kita dirundung berbagai kesulitan. Biasanya kita juga jadi lebih suka berdoa.

Namun, permisi tanya. Seberapa banyak kita berdoa ketika kondisi kita baik-baik saja? Ketika ujian selesai dan nilai kita baik, apakah kita ingat bersyukur karena pertolongan Tuhan, atau justru berbangga diri karena kita telah belajar mati-matian, berusaha maksimal untuk meraih nilai itu. Mungkin juga kita merasa beruntung karena kemurahan hati guru atau dosen yang memberi nilai.

Mengapa kita cenderung hanya rajin berdoa pada saat-saat sulit saja? Padahal, bukankah kita setuju bahwa doa adalah napas hidup orang Kristen? Tanpa napas berarti kita mati. Orang Kristen yang tidak berdoa sama saja dengan mayat-mayat rohani. Jasmaninya hidup, tapi rohaninya mati. Kalau mau jujur, apakah kita cukup “bernapas” hari ini? Atau jangan-jangan kita yang kelihatan begitu rohani ternyata adalah mayat-mayat rohani belaka.

Mungkinkah ada masalah dalam relasi kita dengan Tuhan? Mungkinkah kebenaran sabda-Nya belum sungguh-sungguh menjadi keyakinan kita? “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu” (Matius 7:7). Hafalan tinggal hafalan. Pengetahuan tinggal pengetahuan. Belum tentu menjadi pengalaman pribadi.

Beberapa alasan berikut mungkin sering kita dengar. Yuk kita periksa hati kita, apakah ada yang juga sering kita jadikan alasan untuk tidak berdoa.

1. Tidak tahu caranya.
Benarkah? Tidak tahu atau tidak mau? Atau tidak mau tahu? Bukalah Alkitab kita. Kita bisa belajar dari cara Abraham berdoa, Musa berdoa, Daud berdoa, Salomo berdoa, Nehemia berdoa, Paulus berdoa. Banyak sekali contoh doa dalam Alkitab. Tuhan Yesus sendiri berdoa, dan bahkan mengajarkan “Doa Bapa Kami” kepada murid-murid-Nya. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak tahu cara berdoa.

2. Bingung bagaimana harus memulai.
Lucunya, kebingungan itu tidak ada ketika kita mulai ngobrol dengan teman, apalagi buat yang suka gosip. Ada banyak cerita yang secara otomatis bisa langsung kita ceritakan kepada rekan yang lain. Apa gerangan yang membuat kita tidak bisa mulai “ngobrol” dengan Tuhan?

3. Tidak pintar berkata-kata.
Pernahkah Tuhan memberi teguran karena doa yang kurang puitis? Esensi doa bukanlah rangkaian kata nan indah, tetapi hati yang mau datang kepada Tuhan.

4. Malu ah dilihat orang.
Bayangkanlah kalau orang yang kita kasihi bersikap pura-pura tidak kenal dengan kita karena malu dilihat orang lain. Berapa sering kita merasa canggung dan enggan berdoa karena alasan yang serupa? Malu kalau nanti dianggap terlalu rohani, dekat dengan Tuhan.

5. Tidak punya waktu.
Waktu yang Tuhan sediakan bagi seluruh insan di dunia ini sama-sama 24 jam sehari. Mengapa ada orang yang bisa berdoa secara teratur beberapa kali dalam sehari, dan ada juga yang merasa tidak punya waktu untuk berdoa? Benarkah kita tak punya waktu? Atau kita memang tidak berusaha mengelola waktu kita dengan baik?

 
Kamu bisa meneruskan daftar ini. Namun, jangan berhenti di sana. Jadikanlah daftar ini sebagai titik awal untuk memperbarui hubungan kita dengan Tuhan. Mari minta Tuhan menghangatkan hati kita dengan kerinduan untuk datang kepada-Nya dalam doa setiap hari. Bukan hanya pada saat kesusahan melanda. Kita tidak sekadar datang sebagai peminta-minta, tetapi sebagai anak-anak yang dikasihi dan mengasihi-Nya.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori 10 - Oktober 2014: Aku Kecewa, Tuhan ..., Artikel, Pena Kamu

6 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!