Mahkota Kemuliaan

Info

Selasa, 10 Juni 2014

Mahkota Kemuliaan

Baca: Yohanes 19:1-8

19:1 Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia.

19:2 Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu,

19:3 dan sambil maju ke depan mereka berkata: "Salam, hai raja orang Yahudi!" Lalu mereka menampar muka-Nya.

19:4 Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: "Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya."

19:5 Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: "Lihatlah manusia itu!"

19:6 Ketika imam-imam kepala dan penjaga-penjaga itu melihat Dia, berteriaklah mereka: "Salibkan Dia, salibkan Dia!" Kata Pilatus kepada mereka: "Ambil Dia dan salibkan Dia; sebab aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya."

19:7 Jawab orang-orang Yahudi itu kepadanya: "Kami mempunyai hukum dan menurut hukum itu Ia harus mati, sebab Ia menganggap diri-Nya sebagai Anak Allah."

19:8 Ketika Pilatus mendengar perkataan itu bertambah takutlah ia,

Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. —Yohanes 19:2

Mahkota Kemuliaan

Seperangkat tanda dan jubah kebesaran milik Kerajaan Inggris Raya yang disebut Crown Jewels disimpan dengan aman di Menara London dan dijaga ketat 24 jam sehari. Setiap tahunnya, jutaan orang akan mengunjungi pameran itu untuk mengagumi harta benda yang penuh hiasan tersebut. Crown Jewels melambangkan kekuasaan dari kerajaan itu, sekaligus kewibawaan dan kedudukan dari orang-orang yang mengenakannya.

Salah satu bagian dari Crown Jewels adalah mahkota. Ada tiga jenis mahkota yang berbeda: mahkota penobatan, yang dikenakan ketika seseorang dinobatkan sebagai raja atau ratu; mahkota negara (atau coronet/mahkota kecil) yang dipakai pada beragam kegiatan; dan mahkota permaisuri yang dikenakan oleh istri dari raja yang sedang berkuasa. Setiap mahkota memiliki fungsinya masing-masing.

Sang Raja Surgawi, yang layak mengenakan mahkota teragung dan mendapat penghormatan tertinggi, mengenakan mahkota yang jauh berbeda. Pada saat Kristus dihina dan disiksa sebelum disalibkan, “prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu” (Yoh. 19:2). Hari itu, mahkota, yang biasanya merupakan lambang kerajaan dan kehormatan, berubah menjadi alat caci-maki dan penuh kebencian. Akan tetapi Juruselamat kita rela mengenakan mahkota itu bagi kita, dengan menanggung malu dan dosa kita.

Yesus, Pribadi yang layak mengenakan mahkota yang terbaik dari segalanya, rela mengenakan mahkota yang terburuk demi kita. —WEC

Dia nobatkanlah
Sang Raja hidupmu;
Sang maut dikalahkan-Nya
Demi selamatmu. —Bridges/Thring
(Kidung Jemaat, No. 226)

Tiada mahkota tanpa salib.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

5 Komentar Kamu

  • Sembah dan puji Dia, Raja diatas sgala Raja. Dasyat agung Mulia. Mahkota kehidupan kekal kehidupan ada didalam Tuhan Yesus.

  • Haleluya,,karna kasihNya Dia rela mati buat dosa kita.

  • mahkota paling mulia dari Raja Sorgawi dari dulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya dikenakan oleh Tuhan Yesus Kristus yang penuh kasih. Gbu us all. Amen

  • Trima kasih Tuhan buat KASIH dan MAHKOTA DURI yang rela Engkau pakai.
    Gak lah cukup kami balas KASIH-MU
    Hanya, ajar kami untuk SELALU MEMBERIKAN YANG TERBAIK UNTUK-MU
    Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus
    Amin
    God Bless us all 🙂

  • Haleluya! Dia rela mati karena dosa kita

Bagikan Komentar Kamu!