Alur Emas

Info

Selasa, 24 Juni 2014

Alur Emas

Baca: Roma 6:1-14

6:1 Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?

6:2 Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?

6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?

6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

6:5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

6:6 Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.

6:7 Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.

6:8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.

6:9 Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.

6:10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.

6:11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

6:12 Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.

6:13 Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.

6:14 Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.

Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. —Roma 6:5

Alur Emas

Ketika mengunjungi daerah Cotswold yang indah di Inggris, saya membeli sejumlah cangkir keramik sebagai cenderamata. Saya memakainya dengan hati-hati, tetapi suatu hari sebuah cangkir terjatuh di wastafel dan pecah. Baru-baru ini saya teringat pada cangkir yang pecah tersebut saat mengetahui tentang seni Kintsugi asal Jepang.

Biasanya saat suatu benda pecah atau rusak, kita berusaha memperbaikinya agar dapat dipakai kembali. Namun beberapa ratus tahun yang lalu, seorang seniman Jepang memutuskan bahwa ia akan membuat benda keramik yang telah pecah menjadi sesuatu yang indah. Jadi ia mulai menggunakan resin emas untuk menyatukan kembali pecahan-pecahan keramik itu. Benda-benda keramik yang telah diperbaiki dengan menggunakan metode tersebut akhirnya menampilkan alur-alur emas yang berseluk-beluk.

Pada awal kisah umat manusia, dosa masuk ke dalam dunia (Kej. 3). Para ahli teologi menyebut peristiwa itu sebagai “kejatuhan”. Dampak yang tak terhindari dari kejatuhan tersebut ialah kehancuran. Hidup terasa menyakitkan karena kita terus tersakiti dan menyakiti orang lain dengan sikap dan perilaku kita yang tajam. Namun Allah tidak menginginkan kita terus hancur, dan karya perbaikan-Nya mengubah kehancuran kita menjadi sesuatu yang indah.

Bagai seorang seniman Kintsugi, Allah memperbaiki kita. Namun Allah menggunakan sesuatu yang lebih berharga daripada emas, yakni darah Anak-Nya. Kita tidak disatukan oleh alur-alur emas, melainkan oleh aliran darah Kristus itu sendiri. “Kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya” (Rm. 6:5). Tiada yang lebih indah daripada itu. —JAL

Dia curahkan darah-Nya, berikan hidup-Nya;
Dia berikan segala milik-Nya di Kalvari;
Oh apa yang dapat kita berikan kepada-Nya
Balas kasih yang amat kaya, penuh, cuma-cuma? —NN.

Harga kebebasan kita dari dosa telah dibayar lunas oleh darah Yesus.

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

2 Komentar Kamu

  • Terima kasih Tuhan Yesus Kristus 🙂
    Amin… !!!

  • saat kita jatuh dalam dosa, pasti Tuhan Yesus Kristus selalu menolong kita ke dalam kasih karunia-Nya, terimakasih yang tidak terhingga dan selama – lamanya atas kasih anugerah-Mu bagi kami semua. Gbu us all. Amen

Bagikan Komentar Kamu!