Diingat Senantiasa

Senin, 19 Agustus 2013

Diingat Senantiasa

Baca: Kejadian 40:1-14,23

Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya. —Kejadian 40:23

Selama berkuliah di seminari, saya mengambil waktu untuk bekerja di suatu panti wreda. Ketika mengobrol dengan para pria dan wanita lanjut usia ini, hampir setiap pasien cepat atau lambat akan menguraikan perasaan kesepian yang mereka rasakan saat ini dalam hidup mereka dan kesadaran bahwa mereka hidup lebih lama daripada teman-teman sebaya mereka. Banyak dari mereka yang bertanya-tanya apakah ada orang yang akan mengingat mereka ketika mereka tutup usia kelak.

Bukan hanya orang tua saja yang dapat merasa kesepian dan dilupakan. Pada kenyataannya, banyak dari antara kita yang merasa terjebak dan sendirian, sebagai akibat diasingkan oleh keadaan, baik itu adil maupun tidak. Terkadang kita bahkan mengalami apa yang dialami Yusuf, seorang tokoh dalam Perjanjian Lama, ketika orang lain melupakan kita sama sekali, padahal sudah sepatutnya mereka mengingat kita.

Kejadian 40 menggambarkan pengalaman Yusuf ketika ia terjebak di dalam penjara. Kepala juru minuman telah dibebaskan dan kembali melayani Firaun, tepat seperti yang Yusuf katakan akan terjadi (ay.9-13). Yusuf meminta agar persoalan yang menimpa dirinya diceritakan kepada Firaun, tetapi kepala juru minuman melupakannya (ay.14,23).

Kita mungkin merasa dilupakan. Namun, seperti Yusuf, tidaklah demikian kenyataannya (42:9-13). Yesus sedang duduk di sebelah kanan Allah, dan doa-doa kita berhasil sampai ke takhta sang Raja karena Juruselamat kita itulah Perantara kita. Ketika kita merasa sendirian, ingatlah untuk bersandar pada keyakinan akan janji Yesus yang menyertai kita senantiasa sampai selamanya (Mat. 28:20). —RKK

Tuhan, tolong aku untuk giat melayani sesama, seperti
yang dilakukan Yusuf, di saat aku merasa telah dilupakan.
Kiranya aku tak menjadi seperti “kepala juru minuman” yang gagal
membawa mereka yang kesepian dan terluka dalam doa kepada-Mu.

Yesus tidak pernah meninggalkan atau melupakan mereka yang merupakan milik-Nya.

Facebooktwitterreddit

1 reply
  1. Tryan Mendrofa
    Tryan Mendrofa says:

    Tidak perlu melihat kebelakang karena kita tidak akan kembali kesana, Tuhan akan membimbing untuk kedepan.

Bagikan Komentar Kamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *