Hari untuk Memberi Semangat

Info

Sabtu, 12 September 2020

Hari untuk Memberi Semangat

Baca: 1 Tesalonika 5:12-28

5:12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu;

5:13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.

5:14 Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.

5:15 Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.

5:16 Bersukacitalah senantiasa.

5:17 Tetaplah berdoa.

5:18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

5:19 Janganlah padamkan Roh,

5:20 dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.

5:21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

5:22 Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.

5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

5:24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

5:25 Saudara-saudara, doakanlah kami.

5:26 Sampaikanlah salam kami kepada semua saudara dengan cium yang kudus.

5:27 Demi nama Tuhan aku minta dengan sangat kepadamu, supaya surat ini dibacakan kepada semua saudara.

5:28 Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu!

Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, . . . hiburlah mereka yang tawar hati. —1 Tesalonika 5:14

Hari untuk Memberi Semangat

Setiap hari, tim reaksi cepat menunjukkan dedikasi dan keberanian mereka dengan terjun ke garis depan untuk membantu menanggulangi bencana. Ketika gedung World Trade Center di New York diserang pada tahun 2001, ribuan orang tewas atau terluka, ada lebih dari empat ratus anggota tim reaksi cepat juga tewas. Untuk menghormati pengorbanan mereka, Senat Amerika Serikat menetapkan tanggal 12 September sebagai Hari untuk Memberi Semangat (National Day of Encouragement).

Meskipun tidak lazim suatu negara menetapkan satu hari khusus untuk memberi semangat, Rasul Paulus menganggap bahwa dorongan semangat memang dibutuhkan oleh sebuah gereja yang sedang bertumbuh. Ia menasihati jemaat yang baru berkembang di Tesalonika, sebuah kota di Makedonia: “Hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang” (1Tes. 5:14). Meski mengalami penganiayaan, umat Tuhan didorong Paulus untuk berusaha “selalu untuk berbuat baik, seorang kepada yang lain dan kepada semua orang” (ay.15 bis). Ia tahu bahwa manusia kerap merasa putus asa, suka mementingkan diri sendiri, dan terlibat dalam konflik. Namun, ia juga tahu bahwa mereka tidak akan bisa saling menguatkan jika tidak ditolong dan dikuatkan oleh Allah.

Demikian pula kita sekarang ini. Kita semua membutuhkan penguatan, dan kita perlu melakukan yang sama bagi orang lain di sekitar kita. Namun, kita tidak dapat melakukannya dengan kekuatan kita sendiri. Itulah sebabnya dorongan yang diberikan Paulus dapat meyakinkan kita kembali, yaitu bahwa “[Yesus] yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya” (ay.24). Dengan pertolongan-Nya, kita bisa saling menguatkan setiap hari.—Estera Pirosca Escobar

WAWASAN
Bacaan hari ini diambil dari surat pertama Paulus kepada jemaat di Tesalonika, Makedonia. Tesalonika adalah kota penting yang berada di Jalur Egnatia, sebuah jalan raya Romawi yang penting dan strategis. Karena terletak di Laut Aegea, kota ini dikenal sebagai kota perdagangan. Kisah Para Rasul 17:1-9 memaparkan pelayanan Paulus di sana. Selama tiga hari Sabat berturut-turut, ia mengajar tentang Yesus di rumah ibadat orang Yahudi di sana. Hasilnya, beberapa orang Yahudi, banyak orang Yunani, dan beberapa perempuan terkemuka berpaling kepada Yesus (ay.4). Namun, orang-orang Yahudi lainnya berbuat rusuh hingga Paulus dan rekannya Silas harus keluar dari kota itu (ay.5-10). Paulus memulai surat 1 Tesalonika dengan pesan peneguhan dan doa, dan kita melihat kepeduliannya kepada para petobat baru di sepanjang surat ini. —Alyson Kieda

Bagaimana kata-kata yang memberi semangat dapat menolong seseorang keluar dari rasa putus asa? Siapa yang dapat kamu semangati hari ini?

Tuhan Yesus, terima kasih untuk dorongan yang Engkau berikan kepadaku setiap hari. Kumohon, tunjukkanlah siapa yang membutuhkan dorongan semangat dariku hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 13-15; 2 Korintus 5

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

29 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!