Dibasuh dalam Kasih

Info

Minggu, 29 Desember 2019

Dibasuh dalam Kasih

Baca: Yakobus 2:14-26

2:14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

2:15 Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,

2:16 dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?

2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

2:18 Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.”

2:19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

2:20 Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?

2:21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?

2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

2:23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah.”

2:24 Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.

2:25 Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?

2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman. —Yakobus 2:24

Dibasuh dalam Kasih

Sebuah gereja kecil di California Selatan melihat kesempatan untuk menunjukkan kasih Allah dengan cara yang praktis. Jemaat gereja itu berkumpul di sebuah tempat cuci pakaian swalayan untuk membantu warga yang berkekurangan dengan cara mencucikan pakaian mereka. Mereka mencuci dan melipat pakaian bersama-sama, sambil membagikan makanan hangat atau sekantong sembako untuk mereka yang ikut dalam kegiatan itu.

Seorang relawan menyatakan bahwa upah terbesar diterimanya dari “hubungan yang terjalin dengan orang-orang . . . saat mendengarkan cerita mereka.” Karena sudah mengenal Yesus Kristus, para relawan ingin menunjukkan iman mereka lewat perkataan dan perbuatan kasih yang menolong mereka menjalin hubungan yang tulus dengan sesama.

Rasul Yakobus menegaskan bahwa setiap pelayanan kasih dari orang percaya adalah buah dari iman yang tulus. Ia berkata, “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati” (Yak. 2:14-17). Kita menjadi anak-anak Allah lewat deklarasi iman, tetapi kita berlaku sebagai orang percaya yang mempercayai dan mengikut Yesus ketika kita melayani-Nya lewat pelayanan kepada sesama (ay.24). Iman dan pelayanan saling berhubungan erat seperti tubuh dan roh (ay.26), suatu gambaran indah tentang kuasa Kristus yang bekerja di dalam dan melalui kita.

Setelah menerima secara pribadi fakta bahwa pengorbanan Kristus di kayu salib telah membasuh kita dalam kasih yang sempurna, kini kita dapat memberikan respons iman secara tulus lewat pelayanan kasih kita kepada orang lain.—Xochitl Dixon

WAWASAN
Kitab Yakobus telah dibandingkan dengan kitab Amsal karena keduanya sama-sama memuat nasihat praktis untuk menjalani kehidupan beriman kepada Allah. Yakobus 2:14-26 adalah dasar untuk memahami hubungan antara iman kita dengan perbuatan kita. Yakobus memperkenalkan topik ini di awal suratnya (1:27) lalu memberitahu para pembacanya bahwa iman sejati dinyatakan lewat perbuatan. —J.R. Hudberg

Bagaimana seseorang pernah membantu kamu menjadi lebih terbuka untuk mengenal Yesus secara pribadi? Bagaimana kamu dapat menunjukkan imanmu pada Kristus melalui kata-kata dan perbuatan kasih?

Tuhan Yesus, limpahilah hidup kami dengan kasih-Mu yang sempurna dan menyucikan, agar kami juga dapat meneruskannya kepada sesama kami.

Bacaan Alkitab Setahun: Bacaan alkitab setahunZakharia 9-12; Wahyu 20

Handlettering oleh Gabrielle Imelda

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, Santapan Rohani, SaTe Kamu

14 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!