Tidak Takut Lagi

Info

Senin, 4 November 2019

Tidak Takut Lagi

Baca: Zefanya 3:9-17

3:9 “Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu.

3:10 Dari seberang sungai-sungai negeri Etiopia orang-orang yang memuja Aku, yang terserak-serak, akan membawa persembahan kepada-Ku.

3:11 Pada hari itu engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap Aku, sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang ria congkak, dan engkau tidak akan lagi meninggikan dirimu di gunung-Ku yang kudus.

3:12 Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN,

3:13 yakni sisa Israel itu. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu; ya, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya.”

3:14 Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem!

3:15 TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi.

3:16 Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: “Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.

3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,

Mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya. —Zefanya 3:13

Tidak Takut Lagi

Seorang gadis kecil berusia dua belas tahun telah diculik, dibawa ke hutan, dan dianiaya oleh tujuh laki-laki di Etiopia. Ketika polisi menemukannya seminggu kemudian, tiga ekor singa bersurai hitam mengelilingi dan menjaganya, seolah-olah ia adalah bagian dari kawanan mereka. Rupanya, ketika gadis itu berteriak minta tolong, sekawanan kecil singa mendengar teriakannya dan datang mengusir kawanan penculik itu. “[Singa-singa itu] berjaga mengelilingi gadis itu. Ketika kami datang, mereka meninggalkannya begitu saja seperti memberi kami hadiah, dan masuk kembali ke dalam hutan,” cerita Sersan Wondimu saat diwawancara.

Adakalanya kita merasa kejahatan dan kekerasan seperti yang dialami oleh gadis itu begitu menyelimuti kehidupan kita, sehingga kita merasa sangat takut dan putus asa. Di masa lampau, bangsa Yehuda juga mengalami hal yang sama. Mereka dikepung oleh pasukan musuh yang garang tanpa adanya harapan untuk bisa lolos. Ketakutan menyelimuti mereka. Namun, Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya, bahkan meneguhkan kehadiran-Nya: “Raja Israel, yakni Tuhan, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi” (Zef. 3:15). Bahkan ketika malapetaka terjadi karena pemberontakan kita, Allah tetap datang menyelamatkan kita. “Tuhan Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan” (ay.17).

Apa pun masalah atau kejahatan yang tiba-tiba menimpa kita, Tuhan Yesus—Singa dari suku Yehuda—selalu menyertai kita (Why. 5:5). Walaupun kita merasa sendirian, Juruselamat kita yang tangguh itu selalu menyertai kita. Apa pun ketakutan yang mengancam kita, Allah kita menjamin bahwa Dia selalu ada bersama kita. —Winn Collier

WAWASAN
Nabi Zefanya menulis kitabnya pada masa pembaharuan yang diadakan oleh Yosia (Zefanya 1:1), raja saleh yang terakhir di Yehuda (2 Raja-Raja 22:1-23:25). Yosia menemukan “kitab Taurat” (22:8) dan menyuruhnya dibacakan bagi rakyat Yehuda. Mungkin itulah sebabnya kitab Zefanya banyak menggemakan tema kitab Ulangan. Kitab Zefanya menubuatkan bahwa Allah akan menjalankan penghakiman yang telah diperingatkan dalam kitab Ulangan. Namun, Allah juga akan menggerakkan pertobatan mereka: “Sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa” (Zefanya 3:9); “Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang ria congkak” (ay.11). Penghakiman Allah memurnikan umat-Nya. —Tim Gustafson

Apa ketakutan terbesarmu saat ini? Bagaimana janji penyertaan Allah menguatkanmu?

Allah Pahlawanku, aku membutuhkan-Mu. Aku memerlukan penyertaan-Mu untuk mengalahkan rasa takutku. Aku memilih untuk percaya kepada-Mu.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 32-33; Ibrani 1

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

29 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!