Tidak Pernah Sendirian

Info

Selasa, 28 Mei 2019

Tidak Pernah Sendirian

Baca: Yohanes 14:15-18

14:15 “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. —Yohanes 14:16-17

Tidak Pernah Sendirian

Ketika sedang menulis pedoman Alkitab untuk para pendeta di Indonesia, seorang kawan kagum pada budaya kebersamaan yang diterapkan di negeri ini. Budaya yang disebut gotong-royong tersebut dilakukan di desa-desa, ketika warga bekerja bersama memperbaiki atap rumah seseorang atau membangun kembali jembatan atau jalan. Bahkan, menurut teman saya, itu terjadi di kota besar, “Orang biasanya pergi bersama ke suatu tempat, misalnya saat berobat ke dokter. Itulah kebiasaan di sana. Mereka tidak pernah sendirian.”

Para pengikut Yesus di seluruh dunia patut bersukacita karena kita juga tidak pernah sendirian. Sahabat yang selalu dan terus-menerus menemani kita itu adalah Roh Kudus, pribadi ketiga dari Allah Tritunggal. Dengan kesetiaan yang melebihi kasih seorang kawan, Roh Allah diberikan Bapa Surgawi kepada setiap pengikut Kristus agar menjadi “Penolong . . . supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya” (Yoh. 14:16).

Yesus berjanji Roh Allah akan turun setelah masa pelayanan-Nya di bumi berakhir. “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu,” kata Yesus (ay.18), tetapi Roh Kudus—“Roh Kebenaran” yang “menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu”—mendiami setiap orang yang menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat (ay.17).

Roh Kudus adalah Penolong, Penghibur, Pendorong, dan Penasihat kita—Sahabat yang terus menemani kita di tengah dunia yang mudah membuat orang merasa kesepian, termasuk mereka yang paling aktif sekalipun. Kiranya kita senantiasa hidup dalam kasih dan pertolongan-Nya yang menghibur kita. — Patricia Raybon

WAWASAN

Ketika Yesus hampir kembali kepada Bapa-Nya, Dia berjanji kepada murid-murid-Nya bahwa Dia takkan meninggalkan mereka, tetapi meminta agar Bapa mengutus “seorang Penolong yang lain,” yaitu Roh Kudus (Yohanes 14:16-17). Penolong berasal dari kata Yunani paraklétos, yang berarti “seseorang yang menolong atau memampukan orang lain” (Yohanes 14:16, 26; 15:26; 16:7-8). Berbagai versi lain menerjemahkan kata ini sebagai “Penolong” (NKJV), “Penasihat” (NIV), “Penghibur” (KJV), dan “Sahabat” (THE MESSAGE).
Ada dua kata Yunani yang memiliki arti “yang lain”. Pertama heteros, dipakai untuk menyatakan objek lain dengan jenis berbeda. Kedua, allos, yang berarti objek lain dengan jenis yang sama. Allos adalah kata yang dipakai dalam Yohanes 14:16. Ketika Bapa mengirim Roh Kudus, Dia mengutus seorang pribadi yang setara—seorang perwakilan pribadi (ay.26), bukan pengganti yang lebih rendah atau tak sederajat. Roh Kudus melanjutkan pekerjaan Yesus: Dia menghibur, memberi semangat, membimbing, dan menguatkan. Dia mengingatkan kita akan segala yang telah Yesus ajarkan (ayat 26; 16:12-15). —K. T. Sim

Sebagai orang yang percaya kepada Kristus, bagaimana kesadaran bahwa Roh Kudus hidup dalam diri Anda dapat memberi semangat dan dorongan kepada Anda? Pernahkah Anda mengabaikan penghiburan dari Allah?

Yesus berjanji bahwa kita akan senantiasa didampingi oleh Roh Kudus. Dia tidak akan pernah meninggalkan kita.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Tawarikh 4-6; Yohanes 10:24-42

Handlettering oleh Robby Kurniawan

Facebooktwittergoogle_plusreddit

Artikel ini termasuk dalam kategori Santapan Rohani, SaTe Kamu

17 Komentar Kamu

Bagikan Komentar Kamu!