Tubuh Kristus

5 Hal yang Bertumbuh Ketika Aku Memberi Diri Melayani

5 Hal yang Bertumbuh Ketika Aku Memberi Diri Melayani

Oleh Abyasat Tandirura, Toraja.

Aku pernah merasa tidak layak untuk melayani Tuhan karena dosa-dosaku. Namun, aku bersyukur karena Yesus telah mati untuk menebus dosa-dosaku dan bangkit untuk memberiku jaminan akan hidup kekal. Ketika segala dosaku telah diampuni-Nya, aku rindu untuk memberikan yang terbaik sebagai ungkapan syukurku.

Menghidupi Kepemimpinan dalam “Tubuh Kristus”

Menghidupi Kepemimpinan dalam “Tubuh Kristus”

Oleh Ari Setiawan, Yogyakarta.

Buat kita yang mungkin pernah melihat atau mengikuti akun satire seperti @gerejapalsu @pastorinstyle atau @jemaat_gerejapalsu, kita akan merasa geregetan dengan pembahasan para mimin tentang para pastor atau pendeta masa kini.

Memandang Salib Yesus, Aku Belajar Mengampuni

Memandang Salib Yesus, Aku Belajar Mengampuni

Oleh Veronica*, Jakarta.

Dalam kehidupan orang percaya, tiap kita punya pergumulan yang berbeda-beda. Ada yang bergumul dengan dosa seksual, masalah keluarga, keuangan, dan lain-lain. Aku sendiri bergumul dengan proses memaafkan, yang awalnya begitu sulit kulakukan, tetapi puji Tuhan aku dimampukan-Nya untuk melakukannya.

Ketika Konflik Terjadi di Gerejaku

Ketika Konflik Terjadi di Gerejaku

Oleh Yunus Kurniawan, Jakarta.

“Aku sih sudah tidak respek lagi dengan dia,” sahut seorang rekanku di gereja. Saat itu aku menyebut nama seorang rekan pelayanan lainnya. Namun, rupanya hubungan mereka sedang tidak baik. Rekanku menganggap bahwa orang yang namanya kusebut itu adalah seorang yang egois.

Ketika Jumlah Jemaat di Gerejaku Menyusut

Ketika Jumlah Jemaat di Gerejaku Menyusut

Oleh Agustinus Ryanto*, Bandung.

Aku berjemaat di sebuah gereja yang jumlah jemaat aktifnya sekitar 300 orang. Selama bertahun-tahun, aku menikmati indahnya persekutuan yang terjalin antara para jemaat. Rasanya tidak ada sekat yang menjadi pemisah antar golongan di gereja.

Persahabatan yang Tidak Terduga

Persahabatan yang Tidak Terduga

Penulis: Christine E

Kupikir, gadis itu bisa menjadi teman baikku karena kami punya banyak kesamaan. Entah bagaimana, kami berdua justru tidak pernah bisa “nyambung”. Hingga hari ini, kami tetap bertegur sapa setiap hari Minggu pagi, tetapi tidak lebih dari itu.

Perisai Baru

Perisai Baru

Oleh: Tini Telnoni

ku langkahkan kaki ini
tegap bersama perisai keangkuhan

tak peduli yang terlibas di sana sini
aku terus melangkah

Tidak Ada Gereja yang Sempurna

Tidak Ada Gereja yang Sempurna

Oleh: Gracea Elyda S. Sembiring

Masih teringat jelas dalam memori bagaimana aku pertama kali dimuridkan dalam sebuah PMK. Saat itu aku baru pertama kali merantau. Senang rasanya bisa jadi bagian dalam persekutuan itu. Namun, mungkin karena melihat banyak hal yang baik dalam persekutuan di kampus itu, aku mulai tidak puas dengan gerejaku sendiri.

Kencangkan Tali Sepatu

Kencangkan Tali Sepatu

SANTAPAN ROHANI
Rabu, 15 Mei 2013

Baca: Yosua 7:1-12

Tindakan satu orang dapat mempengaruhi seluruh kelompoknya. Hal ini disaksikan sendiri oleh Sebastian Junger, seorang wartawan yang mengikuti pergerakan dari sebuah peleton tentara.