Sakit

Jadilah Tuhan, Kehendak-Mu

Jadilah Tuhan, Kehendak-Mu

Oleh Tetti Manullang, Bekasi.

Aku seorang mahasiswa S2 jurusan Science Accounting di Yogyakarta. Iklim belajar di kampus ini jauh berbeda dengan kampus S1-ku di Jakarta, sehingga tahun pertama studi master menjadi masa tersulit dalam hidupku.

Andrew Hui: Usiaku 32 Tahun dan Aku Menanti Ajalku

Andrew Hui: Usiaku 32 Tahun dan Aku Menanti Ajalku

Ditulis oleh Janice, Singapura.

Di usia 32 tahun, Andrew hanya memiliki waktu dua hingga tiga bulan untuk hidup.

Pengobatan dengan cara radiasi telah dihentikan sebulan yang lalu setelah dianggap tak lagi efektif untuk mengendalikan penyebaran sel kanker dalam tubuhnya.

Jangan Sia-siakan Waktu Menunggumu!

Jangan Sia-siakan Waktu Menunggumu!

Oleh Jalen Galvez, Filipina.

Tahun 2016, ibuku didiagnosis kanker payudara stadium empat.

Ketika aku mendengar kabar ini, aku bertanya-tanya mengapa pada Tuhan. Ada banyak pertanyaan dalam benakku, dan aku tidak bisa tidak memikirkannya.

Divonis Tumor Payudara, Pertolongan Tuhan Nyata Bagiku

Divonis Tumor Payudara, Pertolongan Tuhan Nyata Bagiku

Oleh Lidia , Jakarta

Pernahkah kamu menerima berita yang begitu mengejutkan dan itu sontak membuatmu sedih dan terpukul? Mungkin itu bisa berupa berita kehilangan orang yang kamu sayangi secara tiba-tiba, atau ketika kamu divonis memiliki penyakit yang tidak kamu sadari hingga kamu harus dioperasi.

Kecelakaan Hebat Menghancurkan Hidupku, Namun Kisahku Tidak Berakhir di Situ

Kecelakaan Hebat Menghancurkan Hidupku, Namun Kisahku Tidak Berakhir di Situ

Ditulis oleh Matthew Job Tan, Singapura.

Yeremia 29:11 berkata, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

Saat Aku Mengizinkan Ketakutan Menguasaiku

Saat Aku Mengizinkan Ketakutan Menguasaiku

Oleh Agnes Lee, Singapura.

Setiap orang punya ketakutannya masing-masing. Kadang, ketakutan itu begitu mempengaruhi kita hingga kita terjebak di dalamnya. Buatku, ketakutan yang kualami bermula dari peristiwa masuk angin.

Tuhan Yesus Menyelamatkanku dengan Cara-Nya yang Tak Terduga

Tuhan Yesus Menyelamatkanku dengan Cara-Nya yang Tak Terduga

Oleh Aisha*, Jakarta.

Aku bukanlah orang Kristen sejak lahir. Orang tua dan keluarga besarku pun tidak ada yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Keluargaku melarangku berteman dengan orang yang tidak seiman dengan kami. Sampai aku duduk di kelas 2 SMP, aku tidak pernah tahu Yesus itu siapa.

Teguran dari Tuhan Saat Aku Bertemu Temanku yang Pernah Sakit Kanker

Teguran dari Tuhan Saat Aku Bertemu Temanku yang Pernah Sakit Kanker

Oleh Anne Grace, Medan.

Beberapa bulan lalu aku dan teman-temanku sedang berada di kantin. Buat kami, kantin adalah tempat yang menyenangkan. Sembari menunggu mata kuliah selanjutnya, kami bisa saling bercanda sambil internetan, apalagi di sana ada fasilitas wifi.

Setelah Divonis Sakit, Aku Belajar Merawat Tubuhku

Setelah Divonis Sakit, Aku Belajar Merawat Tubuhku

Oleh Raganata Bramantyo, Jakarta.

Sejak kuliah dulu, aku bukanlah seorang yang peduli dengan kesehatan. Aku selalu tidur larut malam, makan tidak teratur, dan tidak pernah berolahraga. Kupikir banyak tertawa dan makan buah sudah cukup untuk membuat tubuh sehat, lagipula Alkitab pun berkata kalau hati yang gembira adalah obat.

 Page 1 of 2  1  2 »