sahabat

Lahirnya Kedamaian Karena Pengampunan

Lahirnya Kedamaian Karena Pengampunan

Oleh Bertina Batuara, Pekanbaru.

Adakalanya pergumulan dan kesesakan datang silih berganti entah itu dari diri sendiri atau dari luar. Baru-baru ini Tuhan izinkan aku mengalami masalah, sampai pada saat menuliskan renungan ini aku tersadar dan terkesima dengan Tuhanku yang menciptakan aku, bumi, dan segala makhluk. Ya, segala perkara dapat kutangggung di dalam Dia yang memberikan kekuatan kepadaku (Filipi 4:13).

Ketika Aku Terjebak Membandingkan Diriku dengan Orang Lain

Ketika Aku Terjebak Membandingkan Diriku dengan Orang Lain

Oleh Cory Paulina, Surabaya.

Aku pernah ada dalam kondisi membandingkan diriku dengan orang lain. Dan orang itu adalah teman terdekatku! Aku merasa temanku itu lebih baik dalam banyak hal, terutama pelayanan yang dia kerjakan. Kami dilayani dalam kelompok pemuridan yang sama, tetapi dia jauh lebih dahulu terpanggil dan mengembangkan pelayanannya di luar kota Surabaya.

4 Cara untuk Menentramkan Hati Sahabat dalam Masa Sulitnya

4 Cara untuk Menentramkan Hati Sahabat dalam Masa Sulitnya

Oleh Chong Shou En, Singapura.

Teman yang bersedia mendengar curhat, merelakan bahunya untuk bersandar, dan mengerti tetesan air mata. Dalam hidup ini, kita membutuhkan dan perlu menjadi teman seperti itu.

Aku Lupa, Yesus Juga Kawanku

Aku Lupa, Yesus Juga Kawanku

Oleh Caleb Daniel

Tumbuh besar di gereja, aku sering mendengar Yesus disebut sebagai “kawan sejati”. Di sekolah Minggu, Yesus ditunjukkan sebagai seorang sahabat terbaik yang bisa kumiliki. Aku juga berulang-ulang kali mendengar bahwa Dia mengasihiku, Dia memberikan hidup-Nya buatku, dan seharusnya aku pun membagikan kasih-Nya kepada orang lain.

Menjadi Sahabat Bagi Semua Orang

Menjadi Sahabat Bagi Semua Orang

Oleh Still Ricardo Peea, Tangerang.

Natal sudah berlalu, namun beberapa waktu belakangan, tema Natal “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang” terus terngiang-ngiang di benakku. Tema itu terdengar baik, tapi sekaligus juga seperti utopis bagiku.

Apakah Kamu Takut Membagikan Injil?

Apakah Kamu Takut Membagikan Injil?

#WSKSaTeFilipi: Seberapa besarkah rasa peduli kita terhadap kesempatan orang-orang mendengar Injil?

Aku mengingat kesempatan yang kudapat baru-baru ini untuk memberitahu seorang temanku tentang Yesus Kristus. John telah membagikan pergumulannya padaku tentang keluarganya dan perjuangannya melawan depresi.

Setelah Jarrid Wilson Bunuh Diri: Ke Mana Kita Melangkah Selanjutnya?

Setelah Jarrid Wilson Bunuh Diri: Ke Mana Kita Melangkah Selanjutnya?

Oleh Josiah Kennealy

Beberapa tahun lalu, aku dan Jarrid Wilson diundang ke acara yang sama dan setelah acara itu usai, kami jadi berteman. Kami mengobrol lewat chat dan saling mendukung satu sama lain. Karena kami sama-sama melayani sebagai pendeta, kami punya banyak kesamaan. Setiap interaksi dengannya selalu membangkitkan semangat.

Andrew Hui: Usiaku 32 Tahun dan Aku Menanti Ajalku

Andrew Hui: Usiaku 32 Tahun dan Aku Menanti Ajalku

Ditulis oleh Janice, Singapura.

Di usia 32 tahun, Andrew hanya memiliki waktu dua hingga tiga bulan untuk hidup.

Pengobatan dengan cara radiasi telah dihentikan sebulan yang lalu setelah dianggap tak lagi efektif untuk mengendalikan penyebaran sel kanker dalam tubuhnya.

Menegur dengan Maksud Baik

Menegur dengan Maksud Baik

Oleh Yuki Deli Azzolla Malau, Jakarta.

Sewaktu menjadi pengurus di bagian acara persekutuan kampus kami di Pekanbaru, Johan rekan sepelayananku di bidang acara menunjuk Dewi* untuk menjadi singer dalam Kebaktian Awal Tahun Akademik (KATA). Dewi adalah adik tingkat kami yang telah mengikuti pembinaan. Kami menilai Dewi punya relasi yang baik dengan Tuhan.

 Page 1 of 4  1  2  3  4 »