sahabat

Meneladani Sang Konselor Sejati

Meneladani Sang Konselor Sejati

Oleh Novita Sari Hutasoit, Tangerang.

Lebih cantik, lebih pintar, lebih kaya—bagiku, itulah yang disebut sebagai kelebihan. Namun, bagi orang lain, aku memiliki kelebihan yang berbeda dari apa yang kupahami sebagai kelebihan.

Tetap Mengasihi Sahabat, Meskipun Dia Berlaku Buruk Padaku

Tetap Mengasihi Sahabat, Meskipun Dia Berlaku Buruk Padaku

Oleh Maxentia Septrierly, Semarang.

Sewaktu SMA dulu aku berteman dekat dengan seorang laki-laki, sebut saja namanya Marvin. Banyak kegiatan yang kami lakukan bersama, mulai dari ekstrakurikuler sampai persekutuan bersama.

Kepada Temanku yang Berpikir untuk Menyerah

Kepada Temanku yang Berpikir untuk Menyerah

Oleh Rebecca Lim.

Temanku,

Aku terkejut dan tak menyangka ketika kamu berkata bahwa kamu ingin “menyerah”.

Menegur, Sulit tapi Baik untuk Dilakukan

Menegur, Sulit tapi Baik untuk Dilakukan

Oleh Novita Sari Hutasoit, Tangerang.

Menegur orang lain merupakan hal yang sangat sulit untuk kulakukan. Aku takut pada risiko yang mengikutinya—ditolak dan dijauhi oleh orang yang kutegur. Aku tidak siap menghadapi hal itu.

Menjadi Pemimpin di Kelompok Kecil, Cara Tuhan Mengubahkan Hidupku

Menjadi Pemimpin di Kelompok Kecil, Cara Tuhan Mengubahkan Hidupku

Oleh Yuki Deli Azzolla Malau, Jakarta.

Sewaktu duduk di bangku kuliah di kota Pekanbaru, aku mengikuti pembinaan dalam sebuah kelompok kecil yang diselenggarakan oleh Komunikasi Mahasiswa Kristen (KMK) di kampusku. Awalnya aku tidak pernah terpikir untuk ikut kegiatan ini. Keadaan ekonomi keluargaku yang sedang sulit membuatku ingin segera lulus dan mendapat nilai terbaik.

Ketika Sahabatku Mengecewakanku, 3 Perenungan Ini Menolongku untuk Mengampuninya

Ketika Sahabatku Mengecewakanku, 3 Perenungan Ini Menolongku untuk Mengampuninya

Oleh Glori Ayuni, Tangerang.

Aku memiliki sahabat di kampus, namanya Dewi*. Persahabatan kami dimulai sejak semester pertama perkuliahan dimulai. Kami duduk di fakultas, program studi, dan kelas yang sama. Bahkan, kami pun tinggal di rumah kos yang sama.

Ketika Tuhan Mengajarkanku untuk Terlebih Dahulu Meminta Maaf

Ketika Tuhan Mengajarkanku untuk Terlebih Dahulu Meminta Maaf

Oleh Gracella Sofia Mingkid, Surabaya.

Ketika sedang dalam perjalanan pulang dari luar kota, aku bersama teman-temanku membahas sebuah topik perbincangan. Saat obrolan berlangsung, aku sempat tidak berkonsentrasi dan memberikan respons yang tidak sesuai dengan perbincangan. Akibatnya, beberapa percakapan jadi tidak nyambung. Saat itu, salah satu teman dekatku melontarkan kata-kata yang cukup menohok buatku dan dia melakukannya di depan teman-temanku yang lain.

Haruskah Aku Pindah Gereja?

Haruskah Aku Pindah Gereja?

Oleh Louise Angelita Kemur, Jakarta

Beberapa tahun yang lalu aku mengalami pergumulan tentang di gereja mana seharusnya aku bertumbuh dan melayani.

Aku memiliki tiga orang sahabat dekat sejak SMP. Bersama mereka kami membahas banyak hal, termasuk hal-hal rohani dan juga saling menguatkan di dalam doa. Persahabatan kami pun turut membentuk diriku dan juga memampukanku untuk memahami arti lahir baru.

Mengapa Aku Berada dalam “Friend-Zone” Selama 15 Tahun

Mengapa Aku Berada dalam “Friend-Zone” Selama 15 Tahun

Oleh Amy J., Singapura

15 tahun. Ya, selama itulah aku dan suamiku, Jonathan, berteman sebelum kami akhirnya menikah. Mungkin kamu akan menganggap kami sebagai contoh nyata dari kata-kata bijak, “Hubungan yang terbaik berawal dari pertemanan”.

 Page 1 of 3  1  2  3 »