refleksi

Natalku yang Berpohon

Natalku yang Berpohon

Oleh Frans Hot Dame Tua, Tangerang.

Si pohon cemara beserta ornamen bandul-bandulnya tegak berdiri. Kapas-kapas putih pun memberi kesan salju di sekujur tubuh pohon itu. Tunggu…kapas? Kesan? Ya, itu bukan pohon sungguhan. Itu hanyalah pohon buatan yang menyerupai aslinya. Hadirnya pohon itu menandakan dimulainya sebuah masa yang disebut Natal.

Catatan Natal di Tanah Rantau

Catatan Natal di Tanah Rantau

Oleh Aloysius Germia Dinora, Yogyakarta.

Tahun ini adalah kali ketiga aku tidak merayakan Natal bersama keluarga. Sebagai anak rantau yang tinggal dan bekerja jauh dari rumah, kadang ada rasa rindu dan sepi ketika harus merayakan Natal tanpa kehadiran orang-orang terkasih. Jika biasanya di rumah aku selalu menyambut Natal dengan melayani di gereja, mendekorasi rumah, dan bersilaturahmi dengan kerabat, di tanah rantau aktivitas ini menjadi sesuatu yang kurindukan.

Becermin dari Kemarin

Becermin dari Kemarin

Penulis: Radius S.K. Siburian

Semalam:
Ramahku jadi marah
Sukaku jadi duka
Mata airku jadi air mata