putus asa

Nyaris Mati Karena Bunuh Diri, Namun Tuhan Memberiku Kesempatan Kedua

Nyaris Mati Karena Bunuh Diri, Namun Tuhan Memberiku Kesempatan Kedua

Oleh Raphael Zhang, Singapura.

Obat-obatan dan pecahan kaca, air mata dan darah, ketakutan dan putus asa. Itulah gambaran dari malam yang paling kelam dalam hidupku. Sejujurnya, aku tak ingin mengakhiri hidupku sendiri saat itu. Tapi, aku tak tahu apa yang harus kulakukan di hari esok. Aku pikir lebih baik mengakhiri segala penderitaan hari itu daripada harus menghadapi penderitaan lainnya.

5 Ayat Alkitab yang Menguatkanmu Saat Kamu Merasa “Putus Asa”

5 Ayat Alkitab yang Menguatkanmu Saat Kamu Merasa

5 Ayat Alkitab yang Menguatkanmu Saat Kamu Merasa “Putus Asa”

Jangan Melompat, Masih Ada Harapan!

Jangan Melompat, Masih Ada Harapan!

Oleh Leslie Koh, Singapura

Hari itu, aku baru saja bersiap akan berangkat kerja ketika seorang polisi datang dan mengetuk pintu kamar apartemenku. “Permisi, apakah kamu mengenal seorang wanita tua yang tinggal di lantai ini?”

Ketika Pagi Datang

Ketika Pagi Datang

SANTAPAN ROHANI
Sabtu, 29 April 2017

Baca: Ibrani 11:1-8

Waktu itu sudah sangat larut saat kami singgah untuk bermalam di sebuah penginapan di luar kota Munich. Kami sangat senang saat melihat kamar kami memiliki balkon, meskipun kabut tebal membuat kami tidak dapat melihat kegelapan di luar.

Melayangkan Pandangan

Melayangkan Pandangan

SANTAPAN ROHANI
Selasa, 15 Maret 2016

Baca: Mazmur 146:1-10

Sebuah artikel dalam jurnal Surgical Technology International (Teknologi Bedah Internasional) mengatakan bahwa menatap layar ponsel dengan posisi kepala tertunduk itu setara dengan menahan beban seberat 27 kg di leher.

Mengapa Aku?

Mengapa Aku?

Oleh: Jason Chen

Saat menderita, beberapa orang menasihatiku: “Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal…” Siapa bilang aku tidak pernah mencobanya? Aku sudah berdoa dan mengucap syukur, namun tetap saja aku merasa berjalan melewati lembah kekelaman.

 Page 2 of 2 « 1  2