putus asa

Teruslah Maju

Teruslah Maju

SANTAPAN ROHANI.
Jumat, 15 Maret 2019.

Baca: Keluaran 10:21-29

Bekerja di dunia swasta membuat saya berinteraksi dengan banyak orang yang berbakat dan berpikiran sehat.

Sekelumit Kisahku Ketika Menghadapi Depresi dalam Pekerjaan

Sekelumit Kisahku Ketika Menghadapi Depresi dalam Pekerjaan

Oleh Leslie Koh, Singapura.

Aku tahu ada sesuatu yang salah ketika aku mulai menendangi kardus-kardus di bawah mejaku.

Biasanya, aku adalah seorang yang tenang, mampu menahan diri. Tapi, hari itu, ada sesuatu dalam diriku yang tersentak.

5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan Ketika Temanmu Mengalami Gangguan Kejiwaan

5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan Ketika Temanmu Mengalami Gangguan Kejiwaan

Oleh Karen Kwek, Singapura.

Aku dan Simone* adalah teman saat kuliah di Inggris bertahun-tahun yang lalu. Simone merupakan seorang yang pintar dan populer dengan selera humor yang sarkastik. Di samping itu, bila dilihat sekilas, Simone sepertinya adalah seorang wanita yang memiliki segalanya: dia punya iman Kristen yang kuat, teman-teman dekat, prestasi akademik yang gemilang, juga kesempatan besar untuk melanjutkan studi tentang musik di jenjang pasca-sarjana.

Surat kepada Jonghyun SHINee: Bagaimana Jika Seandainya Ada Harapan?

Surat kepada Jonghyun SHINee: Bagaimana Jika Seandainya Ada Harapan?

Oleh Lee Soo Yi, Malaysia.

Aku tidak percaya ketika mendengar berita bahwa kamu memutuskan bunuh diri. Aku tidak percaya berita ini sungguh nyata. Kupikir ini pasti hanyalah berita palsu, atau sekadar lelucon sakit yang dimainkan seseorang. Aku tidak bisa percaya bahwa seorang yang riang dan bahagia sepertimu memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

SANTAPAN ROHANI.
Selasa, 7 November 2017

Baca: Rut 4:13-17

“Mengapa kalian sangat baik walaupun kalian tidak mengenalku?” kata Linda kepada sepasang suami-istri yang telah menolongnya.

Nyaris Mati Karena Bunuh Diri, Namun Tuhan Memberiku Kesempatan Kedua

Nyaris Mati Karena Bunuh Diri, Namun Tuhan Memberiku Kesempatan Kedua

Oleh Raphael Zhang, Singapura.

Obat-obatan dan pecahan kaca, air mata dan darah, ketakutan dan putus asa. Itulah gambaran dari malam yang paling kelam dalam hidupku. Sejujurnya, aku tak ingin mengakhiri hidupku sendiri saat itu. Tapi, aku tak tahu apa yang harus kulakukan di hari esok. Aku pikir lebih baik mengakhiri segala penderitaan hari itu daripada harus menghadapi penderitaan lainnya.

5 Ayat Alkitab yang Menguatkanmu Saat Kamu Merasa “Putus Asa”

5 Ayat Alkitab yang Menguatkanmu Saat Kamu Merasa

5 Ayat Alkitab yang Menguatkanmu Saat Kamu Merasa “Putus Asa”

Jangan Melompat, Masih Ada Harapan!

Jangan Melompat, Masih Ada Harapan!

Oleh Leslie Koh, Singapura

Hari itu, aku baru saja bersiap akan berangkat kerja ketika seorang polisi datang dan mengetuk pintu kamar apartemenku. “Permisi, apakah kamu mengenal seorang wanita tua yang tinggal di lantai ini?”

Ketika Pagi Datang

Ketika Pagi Datang

SANTAPAN ROHANI
Sabtu, 29 April 2017

Baca: Ibrani 11:1-8

Waktu itu sudah sangat larut saat kami singgah untuk bermalam di sebuah penginapan di luar kota Munich. Kami sangat senang saat melihat kamar kami memiliki balkon, meskipun kabut tebal membuat kami tidak dapat melihat kegelapan di luar.

 Page 1 of 2  1  2 »