putus asa

Belajar Menerima Hal Buruk, Sebagaimana Aku Menerima Hal Baik dari Tuhan

Belajar Menerima Hal Buruk, Sebagaimana Aku Menerima Hal Baik dari Tuhan

Oleh Debora Asima Rohayani, Jakarta.

17 September 2015, tanggal yang tidak bisa aku lupakan sampai saat ini. Hari itu rumah uwak, kakak dari mamaku mengalami musibah kebakaran. Rumah kami bersebelahan sehingga sebagian rumahku pun terkena kobaran api.

Kepada Temanku yang Berpikir untuk Menyerah

Kepada Temanku yang Berpikir untuk Menyerah

Oleh Rebecca Lim.

Temanku,

Aku terkejut dan tak menyangka ketika kamu berkata bahwa kamu ingin “menyerah”.

Sia-Siakah Kita Bersabar?

Sia-Siakah Kita Bersabar?

Aku merasa cukup sudah. Hatiku sangat berat memikirkan hal-hal yang menyakitkan ini.

Teruslah Maju

Teruslah Maju

SANTAPAN ROHANI.
Jumat, 15 Maret 2019.

Baca: Keluaran 10:21-29

Bekerja di dunia swasta membuat saya berinteraksi dengan banyak orang yang berbakat dan berpikiran sehat.

Sekelumit Kisahku Ketika Menghadapi Depresi dalam Pekerjaan

Sekelumit Kisahku Ketika Menghadapi Depresi dalam Pekerjaan

Oleh Leslie Koh, Singapura.

Aku tahu ada sesuatu yang salah ketika aku mulai menendangi kardus-kardus di bawah mejaku.

Biasanya, aku adalah seorang yang tenang, mampu menahan diri. Tapi, hari itu, ada sesuatu dalam diriku yang tersentak.

5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan Ketika Temanmu Mengalami Gangguan Kejiwaan

5 Hal yang Bisa Kamu Lakukan Ketika Temanmu Mengalami Gangguan Kejiwaan

Oleh Karen Kwek, Singapura.

Aku dan Simone* adalah teman saat kuliah di Inggris bertahun-tahun yang lalu. Simone merupakan seorang yang pintar dan populer dengan selera humor yang sarkastik. Di samping itu, bila dilihat sekilas, Simone sepertinya adalah seorang wanita yang memiliki segalanya: dia punya iman Kristen yang kuat, teman-teman dekat, prestasi akademik yang gemilang, juga kesempatan besar untuk melanjutkan studi tentang musik di jenjang pasca-sarjana.

Surat kepada Jonghyun SHINee: Bagaimana Jika Seandainya Ada Harapan?

Surat kepada Jonghyun SHINee: Bagaimana Jika Seandainya Ada Harapan?

Oleh Lee Soo Yi, Malaysia.

Aku tidak percaya ketika mendengar berita bahwa kamu memutuskan bunuh diri. Aku tidak percaya berita ini sungguh nyata. Kupikir ini pasti hanyalah berita palsu, atau sekadar lelucon sakit yang dimainkan seseorang. Aku tidak bisa percaya bahwa seorang yang riang dan bahagia sepertimu memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

SANTAPAN ROHANI.
Selasa, 7 November 2017

Baca: Rut 4:13-17

“Mengapa kalian sangat baik walaupun kalian tidak mengenalku?” kata Linda kepada sepasang suami-istri yang telah menolongnya.

Nyaris Mati Karena Bunuh Diri, Namun Tuhan Memberiku Kesempatan Kedua

Nyaris Mati Karena Bunuh Diri, Namun Tuhan Memberiku Kesempatan Kedua

Oleh Raphael Zhang, Singapura.

Obat-obatan dan pecahan kaca, air mata dan darah, ketakutan dan putus asa. Itulah gambaran dari malam yang paling kelam dalam hidupku. Sejujurnya, aku tak ingin mengakhiri hidupku sendiri saat itu. Tapi, aku tak tahu apa yang harus kulakukan di hari esok. Aku pikir lebih baik mengakhiri segala penderitaan hari itu daripada harus menghadapi penderitaan lainnya.

 Page 1 of 2  1  2 »