Pertobatan

Tempat Aman yang Palsu

Tempat Aman yang Palsu

SANTAPAN ROHANI.
Rabu, 25 September 2019.

Baca: Markus 1:9-15

Ketika anjing kami Rupert masih kecil, ia sangat takut pergi ke luar rumah. Saya sampai harus menyeretnya untuk bisa mengajaknya berjalan-jalan di taman.

Pengakuan Terjujur dalam Hidupku

Pengakuan Terjujur dalam Hidupku

Oleh Lestari*, Jakarta.

Pernahkah kalian merasakan terpesona untuk kesekian kalinya pada seseorang atau sesuatu, seakan rasa kekaguman itu baru kalian alami pertama kali? Aku pernah.

Jujur kepada Allah

Jujur kepada Allah

SANTAPAN ROHANI.
Rabu, 3 Juli 2019.

Baca: Yesaya 1:12-18

Cucu saya yang berusia tiga tahun mengawali harinya dengan uring-uringan. Ia tidak bisa menemukan kaus kesayangannya.

Siapakah Itu?

Siapakah Itu?

SANTAPAN ROHANI.
Sabtu, 20 April 2019.

Baca: 2 Samuel 12:1-14

Ketika seorang pria memasang kamera pengawas di luar rumahnya, ia memeriksa fitur video untuk memastikan sistemnya berfungsi dengan baik.

Rabu Abu, Momen untuk Kita Berbalik dari Dosa

Rabu Abu, Momen untuk Kita Berbalik dari Dosa

Oleh Sukma Sari Dewi Budiarti, Jakarta.

Tahun 2019 telah memasuki bulan ketiga dan tidak terasa bulan depan kita akan bersama-sama merayakan Jumat Agung dan Paskah. Namun, sebelum hari besar itu diperingati, hari ini kita mengawalinya dengan Rabu Abu.

Bukan Soal Ikan

Bukan Soal Ikan

SANTAPAN ROHANI.
Rabu, 26 September 2018.

Baca: Yunus 3:10-4:4

Migaloo adalah ikan paus bungkuk albino pertama yang pernah didokumentasikan dan pernah terlihat beberapa kali di lepas pantai Queensland Selatan, Australia.

Seni Mengampuni

Seni Mengampuni

SANTAPAN ROHANI.
Jumat, 20 April 2018.

Baca: Lukas 15:11-24.

Suatu sore saya menghabiskan waktu dua jam menikmati pameran seni yang berjudul The Father & His Two Sons: The Art of Forgiveness (Bapa & Dua Putranya: Seni Mengampuni).

Ketika Pacarku Menjeratku ke dalam Dosa Percabulan

Ketika Pacarku Menjeratku ke dalam Dosa Percabulan

Oleh Renata.

Aku adalah mahasiswi berusia 21 tahun. Kisah ini bermula 3 tahun lalu saat aku berkenalan dengan seorang pria di semester kedua kuliahku. Pertemuan pertama kami terjadi di sebuah kepanitiaan. Waktu itu aku baru menyadari bahwa ternyata dia adalah teman seangkatanku, satu jurusan, dan juga sesama orang Kristen.

Ketika Keraguan akan Imanku Membawaku pada Yesus

Ketika Keraguan akan Imanku Membawaku pada Yesus

Oleh Ananda Utami.*

Aku dilahirkan di keluarga bukan Kristen yang cukup taat beribadah. Bahkan, kedua orangtuaku pernah menyekolahkanku di sebuah sekolah yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Teman-temanku di sekolah juga mengenalku sebagai anak yang baik dan saleh. Mereka merasa kalau aku selalu mengajar dan mengingatkan mereka untuk menjadi semakin baik.

 Page 1 of 3  1  2  3 »