Posts

Manfaat Persahabatan

Selasa, 14 Februari 2012

Baca: Pengkhotbah 4:9-12

Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. —Pengkhotbah 4:9

Cicero adalah salah seorang pemikir terhebat dari zaman kekaisaran Romawi. Ia adalah seorang ahli pidato, pakar hukum, politisi, ahli bahasa, dan juga penulis. Sampai hari ini, tulisannya yang jelas dan hikmatnya yang praktis masih sering dijadikan acuan.

Sebagai contoh, mengenai persahabatan, ia menuliskan: “Persahabatan menambah kebahagiaan dan mengurangi kepedihan, dengan melipatgandakan sukacita kita dan menjadi tempat kita berbagi dukacita.” Ia memahami manfaat ganda dari persahabatan di sepanjang perjalanan hidup seseorang.

Hampir seribu tahun sebelumnya, Raja Salomo juga telah menulis tentang nilai persahabatan. Dalam kitab Pengkhotbah kita membaca, “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya! (4:9-10). Hidup tanpa sahabat pastilah membuat persinggahan kita di dunia ini terasa sepi dan berat untuk ditanggung.

Baik pemikir Romawi yang terkenal maupun raja Israel tersebut ada benarnya: Sahabat itu penting. Sahabat adalah seseorang yang dapat kita percayai, dimintakan nasihat, dan menjadi tempat berbagi beban.

Pikirkanlah sahabat-sahabat Anda. Apakah Anda telah mengabaikan mereka yang telah disediakan Allah sebagai pribadi untuk berbagi sukacita dan kesedihan yang Anda alami? Jika demikian, temuilah salah seorang sahabat Anda pada minggu ini. Ingatlah, “Berdua lebih baik dari pada seorang diri,” karena seorang sahabat dapat melipatgandakan sukacita kita dan menjadi tempat berbagi dukacita. —HDF

Sahabat dapat dipercaya, sahabat memberi kehangatan
Sahabat itu selalu setia mendampingi
Untuk menambahkan setiap kebahagiaan,
Untuk mengurangi setiap beban. —NN.

Sahabat ibarat bunga di taman kehidupan.

Sahabat Sejati

Minggu, 29 Januari 2012

Baca: Yohanes 15:9-17

Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, . . . Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa- Ku. —Yohanes 15:15

Para ahli yang melacak perkembangan kosa kata dalam bahasa Inggris memilih kata unfriend (memutuskan pertemanan) sebagai Kata Terpilih untuk tahun 2009 menurut New Oxford American Dictionary. Mereka mendefinisikannya sebagai kata kerja yang berarti “menghapus seseorang sebagai teman dalam suatu situs jejaring sosial,” seperti Facebook. Dalam situs tersebut, seseorang dapat mengizinkan informasi pribadi pada halaman Facebook-nya diakses oleh “temannya”. Padahal mereka mungkin tidak pernah bertatap muka secara langsung atau bahkan bertukar salam secara online. Di tengah ramainya pergaulan semu di dunia maya, kita mulai menyadari betapa berartinya memiliki seorang sahabat sejati.

Ketika Yesus menyebut murid-murid-Nya sebagai “sahabat” (Yoh. 15:15), Dia berbicara tentang suatu hubungan yang unik yang menuntut komitmen bersama. Sebelum Dia menyerahkan nyawa-Nya beberapa jam kemudian (ay.13), Dia meminta mereka untuk menunjukkan persahabatan itu dengan menaati perintahperintah- Nya (ay.14). Mungkin yang paling menakjubkan dari semuanya adalah pernyataan Yesus: “Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku” (ay.15).

Dalam persahabatan sejati, kesetiaan seseorang dapat menopang sahabatnya itu dalam masa-masa penuh keputusasaan atau ketakutan. Demikianlah Yesus bagi kita, sebagai Sahabat kita yang selalu setia selamanya. —DCM

Haleluya Jurus’lamat!
Yesus Sobat yang benar!
Serta kawal hingga tamat,
Kasih tolong-Nya besar. —Chapman

(Buku Lagu Perkantas, No.138)

Yesus lebih karib daripada sahabat terbaik kita di dunia.